PILAR-PILAR KEBERDAYAAN LANJUT USIA : JALAN MENUJU LANSIA PEREMPUAN SEJAHTERA PILLARS OF EMPOWERMENT FOR ADVANCED AGE: THE ROAD TO A WOMEN'S PROSPEROUS LANSIA

Dra. Sri Yuni Murtiwidayanti
DOI: https://doi.org/10.31105/mipks.v44i3.2379
Abstract views: 23 | views : 2

Abstract

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan berbagai Pilar keberdayaan sosial ekonomi yang menyebabkan lansia perempuan bakul ekonomi lansia perempuan mampu bertahan hidup dan  melakukan kegiatan ekonomi produktif serta  sosial. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive yakni di kabupaten yang memilki pasar yang sebagian pedagang berusia lanjut dan melakukan aktivitas berjualan di pasar. Atas dasar hal tersebut ditentukan pasar Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara terstruktur dengan memberi kesempatan kepada informan untuk memberikan informasi secara luas terhadap butir-butir pertanyaan berdasarkan pengetahuan, wawasan, dan pengalaman yang mereka miliki. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Dalam kajian ini ditemukan Aktivitas menjadi bakul menunjukkan masih adanya keberdayaan lansia perempuan baik pada Pilar fisik, ekonomi, sosial, dan psikologis. Pilar keberdayaan fisik lansia perempuan di pasar tradisional Tegalrejo ini ditunjukkan dengan kemampuan kesehatan yang prima selama melakukan aktivitas ekonomi di pasar. Pilar keberdayaan ekonomi tampak pada kemandirian profesi bakul lansia perempuan yang menghasilkan pendapatan untuk keparluan hidup sehari-hari. Secara esensial, keberdayaan ekonomi ini juga bermanisfestasi pada Pilar sosial-psikologis berupa relasi harmonis sesama bakul dan dengan para pelanggan maupun dengan pembeli lain. Ditinjau dari Pilar psikis, sebagai “wong cilik” relasi sosial di antaranya mereka berkembang menjadi perasaan nyaman dan bahagia selama menjalankan profesi sebagai bakul.   Berdasarkan temuan tersebut direkomendasikan kepada Dinas Sosial dan stakeholder terkait lain di Kabupaten Magelang untuk memberikan perhatian khusus pada upaya peningkatan kesejahteraan sosial melalui serangkaian program pemberdayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan, potensi, dan sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki kondisi kesejahteraan sosial lansia perempuan.

 

Kata Kunci: Lansia; Sejahtera; Keberdayaan; Perempuan

 

Abstract

This study aims to describe the various pillars of socio-economic empowerment that cause elderly women to survive and carry out productive and social economic activities. The research location was determined purposively, namely in districts that have markets where some of the traders are elderly and carry out selling activities in the market. On the basis of this, the Tegalrejo market, Magelang Regency, Central Java Province was determined. Data collection techniques are carried out through observation and structured interviews by giving informants the opportunity to provide broad information on question items based on their knowledge, insights, and experiences. The data analysis technique was conducted in a descriptive qualitative manner. In this study, it was found that the activity of being a basket shows that elderly women are empowered both in the physical, economic, social, and psychological pillars. This pillar of physical empowerment for elderly women in the Tegalrejo traditional market is shown by their excellent health abilities during economic activities in the market. The pillars of economic empowerment can be seen in the independence of the elderly women baskets profession who generate income for their daily needs. Essentially, this economic empowerment also manifests the socio-psychological pillar in the form of a harmonious relationship among baskets and with customers and with other buyers. Judging from the psychic pillar, as "little people", the social relations between them develop into feelings of comfort and happiness during their profession as baskets. Based on these findings, it is recommended that the Office of Social Affairs and other relevant stakeholders in Magelang District pay special attention to efforts to improve social welfare through a series of empowerment programs tailored to the needs, potentials and resources that can be used to improve the social welfare conditions of elderly women.

 

Keywords: Elderly; Prosperous; Empowerment; Women.

Full Text:

PDF

References

Djamaludin Ancok . (1993). Persiapan Menyongsong Manula. Makalah Seminar Sehari: Manusia Lanjut Usia: Realita dan Harapan. Diselenggarakan IPADI. Cabang DIY Bekerja Sama dengan BKKBN DIY.

Haditono. (1998). Kebutuhan dan Citra Diri Orang Lanjut Usia. Yogyakarta:Universitas Gadjah Mada:

Haditono, SR, dkk. 1983. Aktivitas dan Non-Aktivitas dalam Hubungan dengan Rasa Kebahagiaan dalam Usia Lanjut. Yogyakarta: Fakultas Psikilogi UGM

Heru Sukoco.(2000).Fungsi-fungsi Pekerjaan Sosial.Bandung:BDPPS

Hidayat. (1978). Peranan Sektor Informal Dalam Struktur Perekonomian Daerah.Yogyakarta. Bandung: Pusat Penelitian Sumberdaya Manusia danLingkungan, Universitas Padjadjaran,

Irwan Abdullah. (2001).Kesempatan Kerja dan Perdagangan di Pedesaan.Yogyakarta UGM:

Seligman dan Carr.(2012).Faktor yang Berkonstribusi Terhadap Kebahagiaan Lansia. Jakarta: Universitas Indonesia

Joko Sumarno. 2005. Kebahagiaan Hidup Lanjut Usia di Panti Sosial Ditinjau dari Penerimaan Diri dan Dukungan Sosial pada Panti Tresna Werdha ”Abiyoso” Kabupaten Sleman Provinsi DIY. Yogyakarta: Sekolah Pasca Sarjana UGM

Kaluger, G, dan M.F. Kaluger. 1984. Pemberdayaan Manusia dalam Mengisi Kehidupan. USA: Time Murrok Mosby College Publishing, Saint Louis

Masrun, dkk. 1986. Studi Mengenai Kemandirian pada Penduduk di Tiga Suku Bangsa (Jawa, Batak, Bugis). Yogyakarta: Fakultas Psikologi UGM

Rokhaisah, E. (1991). Hubungan antara Jumlah Anak dalam Keluarga, Kedemokratisan Pola Asuh Orangtua, dan Kemandirian Remaja pada Siswa Siswa SMA I Wates Kulonprogo Yogyakarta. Skripsi. Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada

Sukamdinata, 2006. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Graha Aksara)

Sugiyono(Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung:Alfabeta (2014)

Suharto, Edi. (2009). Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat. Kajian Strategis Pembangunan Kesejahteraan Rakyat Sosial dan Pekerjaan Sosial. Bandung: PT Refika Aditama.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.