EKSISTENSI PENDAMPING SOSIAL DALAM PENANGANGAN PERMASALAHAN KESEJAHTERAAN SOSIAL EXISTENCY IN SOCIAL ASSISTANCE HANDLING SOCIAL WELFARE PROBLEMS

Tateki Yoga tursilarini
DOI: https://doi.org/10.31105/mipks.v44i3.2346
Abstract views: 21 | views : 10

Abstract

Abstrak

Penelitian ini bertujuan mengetahui profil, kompetensi dan kualifikasi serta besar insentif pendamping sosial  dalam pendampingan program penanganan permasalahan kesejahteraan sosial (PPKS). Jenis penelitian ini adalah penelitian evaluasi. Sumber data primer, pendamping sosial 45 orang, sumber data sekunder 5 informan stakeholder  dan 10 orang penerima manfaat program. Teknik pengumpulan data angket/quesioner, wawancara mendalam, dan telaah dokumen. Analisis data deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Temuan penelitian pendamping sosial dari berbagai program Kementerian Sosial yaitu PKH 40 %, program BPNT 15%, dan 45% dari berbagai program (Kube, WRSE, Aslut, ODGJ, Perlindungan Anak/ABH. Jenis kelamin sebagian besar 71% berjenis kelamin perempuan dan 29% berjenis kelamin laki-laki. Pendamping sosial seluruhnya berusia produktif, (21-50 tahun) terbukti sebagian besar 95,5%, pendamping 4,5% memiliki usia (51 dan 55 tahun) dalam kategori tidak produktif. Mayoritas berstatus kawin 80%, dan belum kawin 20%. Pendamping sosial mayoritas berpendidikan S1,75,55%, dan 24,45% berpendidikan tamat SLTA. Penghasilan terendah responden per bulan adalah Rp.500.000,- - tertinggi Rp.4.500.000,- dan rata-rata sebesar Rp.2.507.668,-. Kompetensi pendamping sosial dari hasil pengukuran diperoleh skor antara 86% - 100% (sangat efektif) dan rerata pada pengetahuan sebesar (92,81%) adalah sangat efektif, aspek keterampilan sebesar (94,53%) sangat efektif dan pada aspek sikap sebesar (99,14%) adalah sangat efektif. Kualifikasi pendamping sosial sebagian besar (75,55%) Pendamping Sosial Generalis (S1), dan  (24,45%) sebagai Asisten Pendamping Sosial. Rekomendasi (1) Perlu dilakukan pengukuran kompetensi dengan indikator yang teruji secara teoritis dan empiris (pengetahuan, keterampilan) dalam bentuk tes, sedangkan pengukuran sikap non tes (wawancara). (2) Kualifikasi dan kompetensi pendampingan disesuaikan dengan beban tugas yang dilaksanakan dan keahlian yang dibutuhkan. (3) Model pendampingan dimulai dari tahap (perencanaan, inisiasi program, pasca inisiasi dan pengakhiran pendampingan).

Kata Kunci: eksisensi; pendamping sosial; penanganan kesejahteraan sosial

Abstract

This study aims to determine the profile, competence and qualifications as well as the amount of incentives for social assistance in assisting social welfare problems handling programs (PPKS). This type of research is evaluation research. Primary data sources, 45 social assistants, 5 secondary data sources, 5 stakeholder informants and 10 program beneficiaries. Techniques for collecting data were questionnaires, in-depth interviews, and document review. Descriptive quantitative and qualitative data analysis. The findings of social companion research from various Ministry of Social programs are PKH 40%, BPNT program 15%, and 45% from various programs (Kube, WRSE, Aslut, ODGJ, Child Protection /ABH. Most of the sexes are 71% female and 29 % are male. All social companions are of productive age, (21-50 years) proved to be mostly 95.5%, companions 4.5% have age (51 and 55 years) in the unproductive category. The majority are married 80% , and 20% unmarried. The majority of social companions have a bachelor's degree, 75.55%, and 24.45% have graduated from high school. The lowest income of respondents per month is Rp. 500,000, - the highest is Rp. an average of Rp. 2,507,668, -. The competence of social assistants from the measurement results obtained a score between 86% - 100% (very effective) and the mean on knowledge of (92.81%) is very effective, the skill aspect is (94.53 %) very effective and in the attitude aspect (99.14%) is very e effective. Most of the qualifications of social companions are (75.55%) Generalist Social Assistants (S1), and (24.45%) as Social Assistants. Recommendations (1) It is necessary to measure competence with indicators tested theoretically and empirically (knowledge, skills) in the form of tests, while measuring attitudes is non-test (interview). (2) Qualifications and competence of mentoring are adjusted to the workload carried out and the required expertise. (3) The mentoring model starts from the stages (planning, program initiation, post-initiation and termination of mentoring). Keywords: existency; social companion; handling of social welfare

Full Text:

PDF

References

DAFTAR PUSTAKA

Allen Pincus dan Anne Minahan. (1973). Social Work Practise: FEPeacock Publishers

Awandana. (2009). Standar Kompetensi Pendamping yang E.fektif. http://id.shvoong.com/social-science/sociology diunduh 22 juni 2020.

Burhan Bangin. (2001). Metode Penelitian Kualitatif Aktualisasi Metode Ke Arah Ragam Varian Kontemporer, Jakarta: CV Rajawali.

Creswell, John W. (1994). Research Design: Qualitative and Quantitative Approaches. California: SAGE Publications, Inc. Creswell, John W. 1994. Research Design: Qualitative and Quantitative Approaches. California: SAGE Publications, Inc.

Creswell, J. W. (2016). Research design: Pendekatan metode kualitatif, kuantitatif, dan campuran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Edi Suharto (1997). Pembangunan, Kebijakan Sosial dan Pekerjaan Sosial: Percikan Pemikiran. Bandung: LSP.

…………...(2006). Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat. Bandung: Refika Aditama.

…………. (2006). Membangun Masyarakat Memberdayakan Masyarakat: Kajian Strategis Pembangunan Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial. Bandung: Refika Aditama.

…………... (2007). Pendampingan Sosial dalam Pemberdayaan Masyarakat Miskin: Konsepsi dan Strategi. Bahan Bacaan Pelatih dalam Meningkatkan Kemampuan Para Pendamping Sosial Keluarga Miskin: Tidak Diterbitkan.

Erna Widodo Mukhtar. (2000). Konstruksi ke Arah Peneitian Deskriptif. Yogyakarta: Avyrouz.

Ife, Jim (1995). Community Development, Creating Community Alternatives-Vision, Analysis and Practice. Melbourne: Addison Wesley Longman Australia Pty Limited.

Istiana Hermawati, dkk. (2013). Pengembangan Standar Pendamping Sosial Berbasis Sistem Pekerjaan Sosial. Yogyakarta: B2P3KS Press.

Milles,MB & Huberman,AM. (1994). Qualitative Data analysis: An Expanded Sourcebook. New York: SAGE Publication.

Riduan. (2011). Dasar Statistika. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Evaluasi (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan Kombinasi). Bandung: Alfabeta.

Suharsimi Arikunto. (2006). Managemen Penelitian, Yogyakarta: Rineka Cipta.

Wahyudin Sumpeno. (2005). Kiat-Kiat Memberdayakan Masyarakat. Solo: Kerjasama Yayasan Duta Awan Solo dengan Chatolic Relief service (CRS) Jakarta.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.