Akses, Kontrol, Manfaat dan Partisipasi Masyarakat Pesisir dalam Program Pengembangan Usaha Mina Perdesaan (Pump) Perspektif Gender

Oktiva Anggraini, Sunarru Samsi Hariadi, Partini Partini, Mudiyono Mudiyono
DOI: https://doi.org/10.31105/mipks.v40i3.2296
Abstract views: 76 | views : 18

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji akses dan kontrol serta perluasan jaringan kelompok usaha  nelayan dan perempuan nelayan dalam pengelolaan sumberdaya perikanan melalui Program Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP). Pendekatan deksriptif  kualitatif diterapkan. Pengumpulan data dilakukan melalui FGD, observasi dan wawancara mendalam guna mengeksplorasi permasalahan yang ada secara komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan, tidak adanya  data gender terpilah, sistem pemantauan lemah, minimnya data berdasar penilaian kebutuhan, kurangnya afirmasi pemerintah berdampak pada rendahnya akses, kontrol dan partisipasi perempuan  atas program PUMP. Selain itu, program ini masih meminggirkan beberapa kelompok masyarakat pesisir. Namun demikian, partisipasi kelompok yang semula simbolis, dapat  berkembang di bawah arahan penyuluh, yang nantinya menjadi kelompok swadaya. Perluasan jaringan usaha melalui PUMP masih berproses untuk mengantarkan kelompok nelayan dan wanita nelayan menjadi mandiri.Optimalisasi program yang hanya diukur secara administrasi, hanya akan mengakibatkan tidak ada perubahan dalam posisi dan status nelayan. Mereka yang rentan, tersubordinasi dan menjadi kelompok masyarakat yang terpinggirkan. Jaringan kelompok perempuan nelayan dan pengusaha lokal harus diperkuat melalui pembentukan kelompok usaha bersama yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran untuk menghasilkan komoditas berharga.

Keywords

pemberdayaan, perempuan nelayan, akses, kontrol dan partisipasi.

Full Text:

PDF

References

Anggraini, Oktiva. 2008. Modal Sosial dalam Pengembangan Ecotourism (Ekowisata) di Wilayah Pesisir (Laporan Penelitian Hibah Bersaing).

------------, Oktiva. 2014. Integrasi Gender dalam Penguatan Modal Sosial Berbasis Kelembagaan Lokal Masyarakat Pesisir di Kabupaten Bantul (Laporan Penelitian Hibah Bersaing).

Bennet, E. 2005. Gender, fisheries and development. Marine Policy. 29: 451–459.

Blau, Peter. M. Exchange and Power in Social Life. New York: Wiley & Sons., 1964.

Ife, Jim and Frank Tesoriero. 2008. Community Development:Alternatif Pengembangan Masyarakat di Era Globalisasi.(Sastrawan Manulang, Nurul Yakin, & M.Nursyahid, penerjemah). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Kabeer, Naila. 2005. Gender equality and women’s empowerment: A critical analysis of the Third millenium development goals. Gender and Development Vol.13. No.3. Maret.

Kabeer, Naila. 1994. Reversed realitis: Gender Hierarchies in Development Thought. London-New York: Verso.

Larson, Smajgl. A. 2006. Institutional Dynamics and Natural Resource Management. In. A.Smajgl and S. Larson. (Eds). Adapting Rules for Sustainable Resource Use. pp.9-26. CSIRO Sustainable Ecosystems. Townsville. 153.

Hancock, Peter. 2001. “Gender empowerment issues from West Java, in Susan Blackburn (ed), Love, sex, and power: Women in Southeast Asia (h.75-88). Australia: Monash Asia Institute-Monash University Press.

Lister, Ruth. Gender and the Analysis of Social Policy, In Lewis, Gail, Gewiitz, Sharon and Clarke, John. 2000. Rethingking Social Policy. Sage Publications, London.

Miles, B.B. A.M. Huberman. 1992. Analisa Data Kualitatif. UI Press Jakarta.

Moser. CON. 1993. Gender Planning and Development, Theory, Practise and Training. Roudledge.

Nee, Victor. 2005. “The New Institutionalisms in Economics and Sociology,” in Smelser J. Neil and Richard Swedberg (eds), in the Handbook of Economic Sociology. Princeton University Press.

Ostrom, E. 1990. Governing The Commons: The Evaluation of Institutions for Collective Action. Cambridge University Press. New York.

Partosuwirjo, Mulyono. 2010. Kajian Interaksi Lingkungan Usaha Perikanan untuk Menyusun Model Pemberdayaan Usaha Perikanan Tangkap di DIY. Disertasi Bogor. IPB.

Sakaria, 2014. Kapital Sosial, Negara dan Pasar: Studi pada Komunitas Pulau-pulau Kecil (Kasus Komunitas Nelayan di Pulau Barrang Lompo Kota Makassar-Provinsi Sulawesi Selatan). Disertasi. Bogor: IPB.

Sahudiyono, 2009. Pemberdayaan Ekonomi Mayarakat Pesisir (PEMP) di Wilayah Pesisir Kabupaten Bantul. Tesis. UGM.

Weeratunge, N., K.A. Snyder, and C.P. Sze. 2010. Gleaner, fisher, trader, processor: Understanding gendered employment in fisheries and aquaculture. Fish and Fisheries 11: 405–420.

Jurnal Berkala:

FAO, 2012. Selected Issues in Fisheries and Aquaculture. National Aquaculture Sector Overview. NASO Facts Sheet.

Laporan Tahunan DKP Kabupaten Bantul 2012.

Laporan Tahunan DKP Kabupaten Bantul 2013.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.