Penanganan Korban Penyalahgunaan Napza Di Pondok Inabah

Etty Padmiati, Enni Hardiati
DOI: https://doi.org/10.31105/mipks.v40i1.2280

Abstract

Penelitian tentang Penanganan Korban Penyalahgunaan Napza di Pondok Inabah bertujuan untuk mengetahui bagaimana Pondok Inabah menangani korban penyalahgunaan  NAPZA. Lokasi penelitian ditetapkan secara purposif, maka ditentukan Kota Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Informan dalam penelitian iniditentukan secara purposive, sebanyak 14 orang yakni enam orang klien yang menjalani rawat inap, dua orang klien yang menjalani rawat jalan,  empat orang petugas pondok,dan orang orang aparat dari Dinas Sosial Kota Banjarmasin. Analisis data dalam penelitian ini diskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa Pondok Inabah yang berdiri tahun 2009 telah melaksanakan rehabilitasi untuk korban penyalahgunaan NAPZA dengan dua cara, yakni rawat jalan dan rawat inap. Tahapan yang dilakukan sudah sesuai dengan upaya pemulihan korban penyalahgunaan NAPZA. Dalam penanganan korban penyalahgunaan NAPZA menggunakan pendekatan agama, karena terapi yang dilaksanakan dikonsentrasikan pada terapi spiritual seperti ibadah sholat dan zikir. Pendekatan ini cukup diminati keluarga yang mempunyai masalah penyalahgunaan NAPZA, dengan tingkat keberhasilan pemulihan korban sekitar 80 persen. Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan sumber daya manusia yang ada dan sarana prasarana yang tersedia, serta campur tangan pemerintah dalam hal ini Kementerian Sosial dengan membentuk lembaga ini menjadi Instalasi Penerima Wajib Lapor (IPWL) bagi korban penyalahgunaan NAPZA. Namun demikian, sumber daya manusia sebagai pelaksana rehabilitasi masih perlu ditingkatkan baik secara kuantitas maupun kualitas melalui pelatihan/diklat, danjuga sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk kelancaran pelaksanaan rehabilitasi. Berdasarkan temuan di atas, direkomendasikan kepada Kementrian Sosial, khususnya Direktorat Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan Napza dalam pembinaan terhadap pelayanan rehabilitasi sosial  melalui panti baik swasta maupun pemerintah, agar pelayanan yang diberikan dapat berkelanjutansehingga proses rehabilitasi dapat tuntas untuk mencapai kondisi  ‘pulih ‘.

Keywords

korban penyalahgunaan napza; masyarakat; penanganan

Full Text:

PDF

References

Ahmadi Sofyan, 2007. Narkoba Mengincar Anak Anda. Jakarta : PT Prestasi Pustakaraya.

Danny I Yatim, 1991. Apakah Penyalahgunaan Obat Itu? Kepribadian, Keluarga, dan Narkotika. Tinjauan Sosial-Psikologis. Jakarta: Arcan.

Daud Bahransyaf, MM, 2003. Lembaga Rehabilitasi Sosial Korban Narkoba Berbasis Agama. Jakarta: Puslitbangkesos.

Lydia Harlina Martono, Satya Joewana, 2006. Pencegahan dan Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba Berbasis Sekolah. Jakarta : PT Balai Pustaka.

Subagyo Partodiharjo. Kenali Narkoba dan Musuhi Penyalahgunaannya. Penerbit Erlangga.

Sugiyono, 2007. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R D. Bandung: Penerbit Alfabeta.

Wignyo Adiyoso, 2009. Menggugat Perencanaan Partisipatif Dalam Pemberdayaan Masyarakat. Surabaya: ITS Press.

Zainal Abidin Anwar, KH, 2010. P P Suryalaya dan Penanggulangan NAPZA. Bandung: Wahana Karya Grafika.

Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang “Narkotika”.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.