Desa Inklusi Sebagai Perwujudan Pembangunan Berkelanjutan bagi Penyandang Disabilitas

Ratih Probosiwi
DOI: https://doi.org/10.31105/mipks.v41i3.2255
Abstract views: 877 | views : 77

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran perubahan paradigma pembangunan berkelanjutan dan peluang serta kewajiban desa dalam inklusi sosial. Tulisan ini juga diharapkan mampu mengembangkan diskursus tentang desa inklusi, layanan ramah penyandang disabilitas di tingkat desa pada tataran teoritis. Tulisan disusun melalui kajian beberapa literatur terkait konsep dan pentingnya inklusi sosial di tingkat desa dan dianalisis sesuai kepentingan penyandang disabilitas. Hasil kajian menunjukkan bahwa inisiatif untuk membentuk desa inklusi telah muncul di beberapa wilayah yang didorong dari kesadaran untuk meningkatkan pemenuhan hak penyandang disabilitas terutama pelibatan penyandang disabilitas dalam proses pembangunan. Desa inklusi yang dimaksud bukanlah berarti desa yang khusus bagi penyandang disabilitas, melainkan desa yang memberikan layanan ramah bagi penyandang disabilitas. Selain itu, desa inklusi juga dimaknai sebagai desa yang menerima perbedaan secara positif dan mendorong masyarakatnya untuk berpartisipasi dalam pembangunan desa. Sistem informasi desa menjadi hal penting dalam membangun desa inklusi karena menjadi dasar perencanaan pembangunan. Komitmen dan perubahan cara pandang masyarakat terhadap penyandang disabilitas juga harus terus ditingkatkan untuk menjamin terciptanya desa inklusi.

Keywords

desa inklusi, inklusi sosial,pembangunan berkelanjutan, wewenang desa,

Full Text:

PDF

References

antaranews.com. (2017, February 2). Peneliti: gender-inklusi sosial penting dalam pembangunan. Diambil kembali dari Antara News Website: http://www.antaranews.com/berita/610357/peneliti-gender-inklusi-sosial-penting-dalam-pembangunan

Aryo, B. (t.thn.). Inklusi Sosial: Solusi Penanganan Masalah Kesejahteraan Sosial. Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia: Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial, UI.

Blau, P. (1964). Exchange and Power in Social Life. New York: John Wiley&Sons.

BPS RI. (2017, January 03). Profil Kemiskinan Di Indonesia September 2016. Diambil kembali dari Badan Pusat Statistik: https://www.bps.go.id/brs/view/1378

Damanik, J. (2014, October 8). Pembangunan Inklusi Yang Memberdayakan, Sebuah Refleksi. Paper. Jakarta.

Dir.Pemberdayaan Masyarakat Desa. (2016, May 10). Desa yang Inklusif bagi Pemenuhan Hak-hak Penyandang Disabilitas. Sarasehan Desa Inklusi . Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia: Ditjend Pembangunan dan Pemberdayaan Mayarakat Desa, Kemendes.

Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Desa. (2016, May 10). Desa yang Inklusif bagi Pemenuhan Hak-hak Penyandang Disabilitas. Materi Sosialisasi Desa Inklusi. Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia: IRE Yogyakarta.

Dirjend Politik dan Pemerintahan Umum. (2016). Data Konflik Sosial. Jakarta: Dirjend Politik dan Pemerintahan Umum, Kemendagri.

Eko, S. (2014). Desa Membangun Indonesia. Sleman: Forum Pengembangan Pembaharuan Desa (FPPD).

Firmansyah, N. (2014, July 5). Pembangunan Inklusif Desa dan Masyarakat Adat. Diambil kembali dari Indonesiana Tempo Website: https://indonesiana.tempo.co/read/113174/2017/07/05/nurul.qbar/pembangunan-inklusif-desa-dan-masyarakat-adat#PGT3szx48o6HYjpW.99

koranopini.com. (2015, June 27). Siap Bangun Desa Inklusi, Ini Dua Syaratnya. Diambil kembali dari Koran Opini Website: http://www.koranopini.com/nasional/nasionalnews/siap-bangun-desa-i..

.

Korten, D. (2006). The Great Turning. San Francisco: Berret Koehler Publisher Inc.

Kusmawan dkk, A. (2016). Mewujudkan Perencanaan dan Penganggaran Desa yang Inklusif : Cerita dari Sebelas Daerah di Indonesia. Bandung: INISIATIF.

Lenoir, R. (1974). Les Exlus: Un Francais Sur. Paris : Seuil Publication.

Oxfam Internasional. (2017). Menuju Indonesia yang Lebih Setara. Oxford: Oxfam GB.

Percy-Smith, J. (2000). Introduction: The Contours of Social Exclusion. Dalam J. Percy-Smith, Policy Responses to Social Exclusion: Towards Inclusions? (hal. 1-21). Buckingham: Open University Press.

Rappler. (2016, August 26). Menteri Sosial Ingin Setiap Daerah di Indonesia Memiliki Desa Inklusi. Diambil kembali dari Rappler Website: https://www.rappler.com/indonesia/144287-mensos-dorong-pembangunan-desa-inklusi

Rappler.com. (2016, March 18). RUU disahkan, Hak Penyandang Disabilitas Dijamin Undang-undang. Diambil kembali dari Rappler Website: http://www.rappler.com/indonesia/126291-dpr-sahkan-uu-penyandang-disabilitas

Republika.co.id. (2016, December 16). Indonesia Miliki 12 Persen Penyandang Disabilitas. Diambil kembali dari Republika Website: http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/16/12/16/oi9ruf384-indonesia-miliki-12-persen-penyandang-disabilitas

Ruman, Y. S. (2014). Inklusi Sosial dalam Program Kartu Jakarta Sehat (KJS) dan Kartu Jakarta Pintar (KJP) di DKI Jakarta. Humaniora, Vol 5 No 1 April, 113-121.

Satria, S. S. (2017, February 1). Catatan: Peran Desa dalam Pemenuhan Pelayanan Dasar bagi Masyarakat. Diambil kembali dari Informasi Desa Banyumas : https://desa.banyumas.org/2017/09/12/catatan-peran-desa-dalam-pemenuhan-pelayanan-dasar-bagi-masyarakat/

Septiawan, L. (2017, January 09). Membangun Inklusi dari Desa. Diambil kembali dari krjogja.com: http://krjogja.com/web/news/read/21079/Membangun_Inklusi_dari_Desa

Solider. (2015, December 18). Jambore Desa 2015 : Pengarusutamaan Inklusi di Desa. Diambil kembali dari Solider Website: https://solider.or.id/2015/12/18/jambore-desa-2015-pengarusutamaan-inklusi-di-desa

Suhartono, E. (2016, 06 01). Pembangunan Desa. Diambil kembali dari LPPM Unikama Website: http://lppm.unikama.ac.id/wp-content/uploads/sites/55/2016/06/PEMBANGUNAN-DESA-Dr.-H-Edi-Suhartono.pdf

Taket, A. R. (2009). Theorizing Social Exclusion. London and New York: Routledge.

Tempo.co. (2017, July 05). Pembangunan Inklusif Desa dan Masyarakat Adat. Diambil kembali dari Indonesiana Tempo Website: https://indonesiana.tempo.co/read/113174/2017/07/05/nurul.qbar/pembangunan-inklusif-desa-dan-masyarakat-adat#PGT3szx48o6HYjpW.99

Walker, A., & Walker, C. (1997). Britain Divided: The Growth of Social Exclusion in the 1980s and 1990s. London: CPAG.

Warsilah, H. (2015). Pembangunan Inklusif sebagai Upaya Mereduksi Eksklusi Sosial Perkotaan : Kasus Kelompok Marjinal di Kampung Semanggi, Solo, Jawa Tengah. Jurnal Masyarakat dan Budaya, Vol. 17 No 2, 207-232.

Zulfikar, F. (2017). Partisipasi Kaum Difabel dalam Pembangunan Desa Inklusi (Studi Kasus Desa Sidorejo dan Desa Bumirejo, Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulonprogo). Diambil kembali dari Repositori Universitas Muhammadiyah Yogyakarta: http://repository.umy.ac.id/bitstream/handle/123456789/12200/j.%20Naskah%20Publikasi.pdf?sequence=10&isAllowed=y

Refbacks

  • There are currently no refbacks.