Persepsi Pengusaha Terhadap Tenaga Kerja Disabilitas

R. dan Murdiyanto Tri Gutomo, Mur Yanto
DOI: https://doi.org/10.31105/mipks.v42i2.2241
Abstract views: 42

Abstract

Penyandang disabilitas selaku warga negara mempunyai kedudukan, kewajiban, dan hak yang sama dengan orang lain yang tidak menyandang disabilitas dalam memperoleh kesempatan kerja secara layak. Selama ini sebagian warga masyarakat masih menganggap bahwa penyandang disabilitas berkemampuan kerja kurang produktif. Penelitian ini akan menggali tentang persepsi pengusaha terhadap tenaga kerja disabilitas dan faktor yang mempengaruhi pandangan pengusaha terhadap kemampuan tenaga kerja disabilitas. Tujuan yang ingin dicapai adalah diketahui secara objektif mengenai persepsi pengusaha terhadap tenaga kerja disabilitas dan teridentifikasinya berbagai faktor yang mempengaruhi persepsi pengusaha tersebut. Penelitian dilakukan melalui pendekatan deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian ditentukan di Kabupaten Bantul, dengan pertimbangan: 1) adanya Apindo Cabang Kabupaten Bantul, 2)  disabilitas daksa merupakan  realita yang ada dan actual di daerah ini, dan 3) setelah gempa bumi 27 Mei 2006 banyak permasalahan sosial yang berkait dengan keberadaan penyandangdisabilitas. Penentuan sampel dilakukan secara random sampling, dari seluruh populasi pengusaha anggota Apindo akan ditentukan sebanyak 30 pengusaha sebagai informan berdasarkan informasi ataupun pilihan dari pengurus Apindo. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan telaah dokumen. Data yang telah berhasil dikumpulkan selanjutnya akan dianalisis secara deskriptif kualitatif yaitu dengan memaknai data, menginterpretasi data secara objektif, dan menganalisa hasil interpretasi data berdasarkan argument yang bersifat formal dan ilmiah. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa  belum  semua pengusaha memandang dan bersikap menerima kehadiran tenaga kerja penyandang disabilitas untuk bekerja di perusahaan yang mereka kelola,  persepsi pengusaha terhadap tingkat pengetahuan penyandang disabilitas tentang pekerjaan yang dilakukan cukup baik, dan kemampuan kerja penyandang disabilitas kurang memadai. Beberapa faktor yang mempengaruhi persepsi pengusaha terhadap tenaga kerja disabilitas, meliputi: kurangnya pemahaman karakteristik jenis kedisabilitasan (daksa, netra, grahita, rungu, dan wicara), keaktifan pengusaha dalam mengikuti kegiatan di Apindo, besar dan kecilnya perusahaan, dan peran pemerintah daerah setempat.

Keywords

persepsi pengusaha, tenaga kerja, penyandang disabilitas

References

Bimo Walgito. 1989. Psikologi Umum. Yogyakarta: Andi Ofset

Departemen Sosial RI. 1997. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1997 Tentang Penyandang Cacat. Jakarta: Biro Hukum

__________________. 2004. Standarisasi Pelayanan Minimal Rehabilitasi Sosial Penyandang Cacat dalam Panti. Jakarta: Sekretariat Bina Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Penyandang Cacat

__________________. 2006. Rehabilitasi Penyandang Cacat. Edisi I. Surakarta: RSBD. RC. Dr. Soeharso

Eny Hikmawati, dkk. 2010. Evaluasi Model Pelayanan Kesejahteraan Penyandang Cacat Tubuh. Yogyakarta: B2P3KS Press

Eny Hikmawati dan Chatarina Rusmiyati. 2011. Kebutuhan Pelayanan Sosial Penyandang Cacat. Jakarta: Informasi Kajian Permasalahan Sosial dan Usaha Kesejahteraan Sosial Volume 16 Nomor 01 Januari/April 2011

Fahmi Idris. 2009. Konggres Forum Komunikasi Penyandang Cacat Tubuh Indonesia (FKPCTI). Jakarta: makalah seminar

Isamu Niwa. 2006. Buletin ILO UNDP, New York

Konvensi Tenaga dan Rehabilitasi Lapangan Kerja ILO, V. 150/2013

Mansyhur Effendi, dkk. 2012. Hak-hak Azasi Manusia. Jakarta: Ghalia Indonesia

Moleong. 2003. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosdakarya

Nurdin Widodo, dkk. 2012. Evaluasi Pelaksanaan Rehabilitasi Sosial pada Panti Sosial. Jakarta: Kementerian Sosial

Rachim.2013. Permasalahan Ketenagakerjaan Disabilitas.Yogyakarta: Citra Media

Sigit Sayogo Basuki. 2010. Aksesibilitas Para Defabel. Jakarta: Seminar tentang Aksesibilitas dan Fasilitas Umum

Suhadi. 2015. Masyarakat Memandang Sebelah Mata atas Kinerja Penyandang Disabilitas. Yogyakarta: Kedaulatan Rakyat, 3 Desember 2015

Suharsimi Arikunto. 2001. Manajemen Penelitian. Jakarta: PT. Penerbit Cipta

Sunit Agus Tri Cahyono. 2016. Mereka yang Tersisih, Menelistik Problema Layanan Rehabilitasi Penyandang Disabilitas pada Keluarga Miskin. Yogyakarta: B2P3KS Press

Suparto Boedjosastro. 2014. Asosiasi Pengusaha Indonesia, bulletin

Tri Gutomo. 2014. Keterampilan Orientasi dan Mobilitas Penyandang Cacat Netra terhadap Keberhasilan Pelayanan Purnalatih. Yogyakarta: Citra Media

Warto, dkk. 2010. Lanjut Usia dan Model Pelayanannya dalam Keluarga. Yogyakarta: B2P3KS Press

Wuraji. 1992. Pengolahan Data. Materi Penataran Metodologi Penelitian. Yogyakarta: B2P3KS

Acuhan lain:

Undang-undang Dasar 1945

Undang-undang Nomor 4 Tahun 1997 Tentang Ketenagakerjaan

Undang-undang Hak Azasi Manusia (HAM). 2000. Jakarta: Sinar Grafika

Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Tenaga Kerja. Surabaya: Karina

Refbacks

  • There are currently no refbacks.