Eksistensi dan Streotip Etnis Tionghoa dalam Kehidupan Sosial Masyarakat

Amelia Suryaningtyas, Retnaningdyah Weningtyastuti
DOI: https://doi.org/10.31105/mipks.v42i3.2232
Abstract views: 195 | views : 42

Abstract

Penelitian ini berfokus pada kehidupan sosial etnis Tionghoa atau masyarakat kita sering menyebut mereka dengan Cina.  Etnis Tionghoa dari jaman dahulu dikenal sebagai etnis yang kaya dan terhormat (stereotype).  Pada masa Orde Baru semakin eksklusif keberadaan mereka, sehingga menumbuhkan kecemburuan-kecemburuan sosial di dalam hidup bermasyarakat. Hal tersebut berdampak pada eksistensi mereka yang belum begitu dianggap sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Tulisan ini akan membahas tentang bagaimana eksistensi dan stereotip etnis tionghoa dalam kehidupan sosial masyarakat?. Tujuannya untuk mengetahui bagaimana eksistensi dan stereotip yang ada terhadap etnis Tionghoa dalam kehidupan sosial masyarakat.  Tulisan ini menggunakan metode penelitian sekunder, yaitu penelitian yang memanfaatkan data sekunder, data yang sudah ada. Data sekunder itu dapat berupa data hasil penelitian, dapt pula berupa data dokumenter administratif kelembagaan.  Diharapkan dengan diketahuinya eksistensi dan stereotip tersebut, dapat membuat perbedaan dalam bermasyarakat tidak menimbulkan konflik-konflik. 

Keywords

eksistensi, stereotip, etnis Tionghoa

Full Text:

PDF

References

Abidin, Z. (2007). Analiais Eksistensial. Jakarta: Raja Grafindo.

Afif, A. (2012). Identitas Tionghoa Muslin Indonesia Pergulatan Mencari Jati Diri. Jakarta: Penerbit Kepik.

Dawis, A., Ph.D. (2010). Orang Tionghoa Indonesia Mencari Identitas. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Hamzah, A (Ed). (1998). Kapok jadi Non Pri Warga Tionghoa Mencari Keadilan. Bandung: Zaman Wacana Mulia.

Santosa, I (2012). Peranakan Tionghoa di Nusantara. Jakarta: Kompas

La Ode, M.D. (1997). Tiga Muka Etnis Cina-Indonesia Fenomena di Kalimantan Barat (Perspektif Ketahanan Nasional). Yogyakarta: Bigraf Publishing.

Nio Joe Lan (2013). Peradaban Tionghoa Selayang Pandang. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Sadun, M. (1999). Pri dan Non Pri Mencari Format Baru Pembauran. Jakarta: Pustaka Cidesindo

Wibowo, I (Ed). (2000). Harga yang harus dibayar Sketsa Pergulatan Etnis Cina di Indonesia. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Christiany Juditha. (2015). Stereotip dan Prasangka dalam Konflik Etnis Tionghoa dan Bugis Makassar. Jurnal Ilmu Komunikasi, Vol 12 (1), pp.87-104

H. Kuswandi dan Aceu Masruroh. (2013). Eksistensi Etnis Cina Di Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya Tahun 1999-2012. Jurnal Artefak, Vol 1 (2), pp.133-142

Meli Seti Satya dan Bunyamin Maftuh. Strategi Masyarakat Etnis Tionghoa Dan Melayu Bangka Dalam Membangun Interaksi Sosial Untuk Memperkuat Kesatuan Bangsa. Jurnal Ilmu Pendidikan Sosial, Vol 25 (1), pp.10-21

Johni Najwan. (1999). Konflik Antar Budaya dan Antar Etnis di Indonesia Serta Alternatif Penyelesaiannya. Jurnal Hukum, Vol 16, pp. 195-208

Deka Setiawan. (2012). Interaksi Sosial Antar Etnis Di Pasar Gang Baru Pecinan Semarang Dalam Perspektif Multikultural. Journal of Educational Social Studies, Vol 1 (1), pp. 42-47

Dp. Budi Susetyo. (2002). Krisis Identitas Etnis Cina di Indonesia. Psikodimensia-Kajian Ilmiah Psikologo, Vol 2, pp. 61-71

Omar Khalifa dan Jefri Sani. (2013). Prasangka Terhadap Etnis Tionghoa Di Kota Medan: Peran Identitas Nasional dan Persepsi Ancaman. Psikogia, Vol. 8 (1), pp. 25-33

Dr. Seriwati Ginting. Eksistensi Masyarakat Tionghoa Terhadap Kehidupan Berbangsa dan Bernegara diunduh tanggal 20 November 2018 dari https://www.academia.edu/26911318/EKSISTENSI_MASYARAKAT_TIONGHOA_TERHADAP_KEHIDUPAN_BERBANGSA_DAN_BERNEGARA_DI_INDONESIA/20 November 2018)

Populasi Etnis Tionghoa di Indonesia. Diunduh tanggal 20 November 2018 dari (https://www.tionghoa.info/berapa-jumlah-populasi-etnis-tionghoa-di-indonesia/diakses 20 November 2018).

Marpaung, Rooslynda. (2015, Juni 17). Meraih Eksistensi Kaum Tionghoa Indonesia. Diunduh tanggal 22 November 2018 dari https://www.kompasiana.com/rooslyndam/54f3488d745513972b6c6f25/meraih-eksistensi-kaum-tionghoa-indonesia

Ravando Lie, (2019 Januari 8. Hati Suci Nyonya Lie Tjian Tjoen Selamatkan Perempuan & Anak Yatim. Diunduh Tanggal 10 Januari 2019 dari https://tirto.id/hati-suci-nyonya-lie-tjian-tjoen-selamatkan-perempuan-amp-anak-yatim-ddvt?utm_source=Tirtoid&utm_medium=Terkait

Refbacks

  • There are currently no refbacks.