Dampak Bantuan Sosial bagi Lanjut Usia Terlantar dalam Meningkatkan Kualitas Hidup

Soetji Andari
DOI: https://doi.org/10.31105/mipks.v43i1.2202
Abstract views: 270 | views : 36

Abstract

Permasalahan lanjut usia mencakup beberapa aspek kehidupan, yang antara lain aspek sosial, ekonomi, fisik, mental, dan bentuk struktur keluarga serta perubahan struktur masyarakat. Lanjut usia terlantar memerlukan pelayanan yang mencakup aspek kebutuhan dasar seperti sandang, pangan dan tempat tingga yang memadai. Dinas Sosial Kota Bengkulu  telah memberikan bantuan social bagi lanjut usia terlantar dalam bentuk pemberian uang tunai kepada lansia perorang perbulan sebesar 200 ribu/bulan. Metode penelitian dalam penelitian ini dengan metode deskriptif untuk menggambarkan dan menjelaskan pelaksanaan bantuan sosial bagi lanjut usia. Dampak pemberian bantuan social bagi lanjut usia terlantar, 40% lanjut usia terlantar jarang sakit karena memiliki akses untuk membeli obat, 37% merasa percaya diri karena memiliki uang untuk membeli sesuatu, tidak lagi merasa malu karena sudah memiliki uang sendiri. 13 % lanjut usia dapat berbagi terhadap cucu maupun keluarga yang membutuhkan. 10 % lanjut usia terlantar dapat makan teratur, artinya tidak lagi sulit untuk mendapatkan makan. Asuransi social bagi lanjut usia terlantar perlu pendamping yang dapat mengurangi masalah, pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama dalam mengangani masalah lanjut usia terlantar.

Keywords

lanjut usia, dampak, bantuan, sosial

Full Text:

PDF

References

Andrews and Philips (eds). (2005). Ageing dan Place: Perspectives, Policy dan Practice. NY: Routledge

Arif Rohman, dkk. (2002). Sosiologi. Intan Pariwara. Klaten.

Arif, S. N., & Iskandar, Z. (2008). Dasar-Dasar Manajemen dalam Teknologi Informasi. Jurnal Saintikom, Vol. 5, 2(2), 236–247.

Bungar Bungin, 2001. Metodologi Penelitian Sosial, Format-Format Kuantitatif dan Kualitatif. Airlangga University Press. Surabaya.

Campbell, J.P. (1992). “The Nature of Organizational Effectiveness to the Level of Goods Production and Service Volume”, Journal of Compensation and Benefits Review. November, Vol. 20. Bo. 4.

Edi Suharto. 2009. Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat Kajian Strategis Pembangunan Kesejahteraan Sosial. Rafika Aditama. Bandung.

Elly Kuntjorowati, dkk, (2012). Evaluasi Program Jaminan Sosial lanjut Usia. B2P3KS Press. Yogyakarta.

George F Madaus, Michael S Sriven dan Daniel L Stufflebeam, (1983). Evaluation Models,: Viewpoint on Educational and Human Services Educations. Kluwer-Nijhoff Publishing. Boston.

Gibson, J.L, Ivan Cevich and Donelly. (1995). Organisasi dan Manajemen: Perilaku, Struktur, dan Proses. Terjemahan. Erlangga. Jakarta.

Glickman, C.D (1995). Supervision of Instruction. Boston: Allyn And Bacon Inc.

Harywinoto, SKM, dkk. Panduan Gerontologi. Tinjauan dari Berbagai Aspek. PT Gramedia Utama. Jakarta.

Ingie Hovland (2007). Membuat Perbedaan: Pemantauan dan Evaluasi Penelitian Kebijakan. Overseas Development Westminster London UK.

Jan Takasihaeng, DGS. (2000). Hidup Sehat di Usia Lanjut. Jakarta:Kompas.

Kaplan, Robert S, dan David P Norton. (2000).Menerapkan Strategi menjadi Aksi, Penerbit Erlangga. Jakarta.

Mulia Astuti, (2015), Implementasi Kebijakan Asistensi Sosial Lanjut Usia Telantar, Jurnal Sosio Konsepsia Vol 5, No 1 tahun 2015

Robert Lawang M.Z.,(1985). Buku Materi Pokok Pengantar Sosiologi Modul 4–6, Jakarta. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Universitas Terbuka.Hal 40-60.

Siagian, Sondang P. (2002). Manajemen Sumber Daya Manusia. Cetakan Ketujuh. Bumi Aksara. Jakarta.

Stephens P Robbins . (2001). Perilaku Organisasi, Edisi Indonesia. Indeks. Jakarta.

Stufflebeam, et al. (1986). Evaluation Models: Viewpoints on Educational and Human Services.Kluwer-Nijhoff Publishing. Boston

Sudjana, D. (2001). Pendidikan nonformal: Wawasan, Sejarah Perkembangan, Falsafah & Teori Pendukung serta Asas. Falah Production. Bandung.

Suharsimi Arikunto,.dkk. (2010). Evaluasi Program Pendidikan.Bumi Aksara. Jakarta.

Sumarno. (2007). Pemetaan Tingkat Fasilitasi Kelembagaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. FIP UNY Yogyakarta.

Titmuss, Richard, (1970). The Gift Relationship: From Human Blood to Sosial Policy (1970). Reprinted by the New Press, ISBN 1-56584-403-3 (reissued with new chapters 1997, John Ashton & Ann Oakley, LSE Books)

Wahyudi Kumorotomo, Erwan Agus Purwanto. (2005). Anggaran Berbasis Kinerja: Konsep Dan Aplikasinya, Diterbitkan oleh Magister Administrasi Publik Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan Asosiasi DPRD Kota Seluruh Indonesia. Yogyakarta.

Yahya, N. (2007). Desentralisasi Pemolisian Dan Prawacana Reposisi Kelembagaan Polisi. Perspektif, 12(3), 245–256.

Zaenal Arifin. (2009). Evaluasi Pembelajaran . Remaja Rosdakarya. Bandung.

Sumber lain:

Rustika, R., & Riyadina, W. (2000). Profil Penduduk Lanjut Usia Di Indonesia: (Analisis Data Susenas 1995). Media Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan. Retrieved from http://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/MPK/article/view/978

Siregar, H., & Wahyuni, D. (2007). Dampak Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Penurunan Jumlah Penduduk Miskin. Economics Development, (pertumbuhan ekonomi dan penduduk miskin), 1–28. Retrieved from http://pse.litbang.deptan.go.id/ind/pdffiles/PROS_2008_MAK3

Refbacks

  • There are currently no refbacks.