Implementasi Bantuan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni Bagi Keluarga Miskin Melalui Program Desa Sejahtera Mandiri

Suryani Suryani

Abstract


Penelitian ini bertujuan menggambarkan pelaksanaan Program Desa Sejahtera Mandiri (DSM) melalui pembangunan rumah tidak layak huni dalam upaya pengentasan kemiskinan.Lokasi penelitian ini ditentukan secara purposive yakni di Kabupaten Muaro Jambi dan Kabupaten Tapin dengan alasan bahwa warga masyarakat di daerah tersebut telah banyak yang mendapatkan program desa sejahtera mandiri dengan bantuan rumah layak huni.Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan studi dokumentasi, sedang analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif.DSM merupakan program penanganan kemiskinan berupa pemberdayaan masyarakat untuk mengatasi berbagai masalah kesejahteraan sosial dalam lingkup desa, terutama dengan mengembangkan jiwa kewirausahaan dan penataan lingkungan permukinan.Berkaitan dengan permukiman telah direnovasi sebanyak 20 rumah tidak layak huni yakni di Kabupaten Tapin dan KabupatenMuaro Jambi. DSM suatu program percepatan pengentasan kemiskinan, menuntut adanya pemahamansama dari berbagai pihak yang terlibat. Data di lapangan menunjukkan, ternyata pemangku kepentingan belum memiliki pemahaman yang memadai terhadap implementasi program DSM. Program DSM secara konseptual dilaksanakan melalui pendekatan pengembangan kawasan terpadu sebagai strategi pengentasan kemiskinan.Keberhasilan program ini perlu dukungan dari pemerintah daerah dalam hal ini OPD disetiap Kabupaten Kota.Hasil penelitian menunjukkan bahwa, penanganan kemiskinan melalui program DSM telah dapat membangun memperbaiki rumah sebanyak 20 unit di Kabupaten Tapin dan Kabupaten Muaro Jambi.Direkomendasikan, Kementerian Sosial diharapkan meneruskan program Desa Sejahtera Mandiri dengan melanjutkan kegiatan rehabilitasi rumah tidak layak huni bagi keluarga miskin yang sudah masuk dalam daftar tunggu. Pemerintah daerah setempat diharapkan menganggarkan beaya perbaikan rumah tidak layak huni yang belum diselesaikan oleh Kementerian Sosial, sementara perguruan tinggi perlu adanya berkoordinasi dengan berbagai steakholder yang ada untuk mengoptimalkan program Desa Sejahtera Mandiri yang dicanangkan Kementerian Sosial


Keywords


Implementasi Bantuan RSRT; Keluarga Miskin; Program DSM

Full Text:

PDF

References


Randi R dan Riant Nugroho. (2007). Managemen Pemberdayaan Sebuah Pengantar dan Panduan untuk Pemberdayaan Masyarakat, Jakarta: Elek Media Competindo.

Tim Khatana. (2006). Menyemai Harapan Menuju Sejahtera, Sepuluh Tahun Kiprah YDSM, Jakarta:LP3ES Indonesia.

Nur afrizal.(2010). Motivation dan Personality, Rajawali Jakarta.

BPS.(2017). Profil Kemiskinan Indonesia, September 2017, No. 05/01/Th.XXI,2 Januari 2018.

Kissumi Diyanayati dkk. (2017). Menuju Desa Maju dan Bermartabat: Implementasi Program Desa Sejahtera Mandiri, Yogyakarta: B2P3KS Press.

Adi, Isbandi Rukminto. (2008) Intervensi Komunitas:Pengembangan Masyarakat sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat, Jakarta: CV Rajawali Press.

Hadari Nawawi dan Mimi Martini. (1996) Penelitian Terapan,Yogyakarta : Universitas Gajah Mada Press.

Undang-Undang Nomer 13 tahun 2011 tentang Penangganan Fakir Miskin

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman




DOI: https://doi.org/10.31105/mipks.v43i2.2147

DOI (PDF): https://doi.org/10.31105/mipks.v43i2.2147.g1044

Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times