Upaya Melestarikan Shalawatan Jawa Untuk Menumbuhkan Kesetiakawanan Sosial

Irmawan Irmawan

Abstract


Meskipun mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, namun kesenian tradisional islam, seperti ”Shalawatan Jawa” mengalami kemerosotan diambang punah karena terkikis oleh individualistik, materialistik dan hedonisme. Tujuan penelitian ini sebagai upaya melestarikan shalawatan jawa untuk menumbuhkan kesetiakawanan sosial. Jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan PRA, informan ditentukan secara purposive, yaitu anggota shalawatan jawa, lokasi di Desa Wonokromo Pleret Bantul, pengumpulan data dengan wawancara, observasi, telaah dokumen, pemotretan dan internet. Analisis data secara deskriptif kualitatif dengan analisis tema budaya dan SWOT. Kesimpulan: upaya melestarikan shalawatan jawa dengan memperbaiki buku pedoman shalawatan jawa, memberi dasar hukum, pemahaman tembang jawa, serta kearifan lokal. Kegiatan perkumpulan seni shalawatan jawa dapat menumbuhkan kesetiakawanan sosial. Rekomendasi kepada Kementerian Sosial RI (cq. pemberdayaan masyarakat), diharapkan dapat memberdayakan kelompok shalawatan jawa sebagai salahsatu bentuk Kelompok Usaha Bersama Ekonomi (KUBE) yang menerapkan budaya lokal untuk meningkatkan kesetiakawanan sosial.


Keywords


Melestarikan, Shalawatan Jawa, Kesetiakawanan Sosial

Full Text:

PDF

References


Arifin Bey, (1995). Rangkaian Cerita Dalam Al-Qur’an. Bandung. P.T. Alma’arif.

Bogman, Robert dan Steven J. Taylor, (1992). Pengantar Metode Penelitian Kualitatif (terjemahan Arief Furkhan). Surabaya : Usaha Nasional.

Departemen Agama RI, (1989). Al-Qur’an dan Terjemahannya. Semarang, CV. Toha Putra,

Faisal Sanapiah, (1990). Penelitian Kualitatif, Dasar dan Aplikasi. Malang: Yayasan Asih, Asah, Asuh.

Fatimah, (2012). Sejarah Nabi Muhammad. (hamidsule sehat.wordpress.com/tag /fatimah-org)

Fukuyama Francis, (1995). diterjemahkan bahasa Indonesia : ”Trust : Kebijakan Sosial dan Penciptaan Kemakmuran” Tahun 2002. Yogyakarta. Penerbit Qalam Jl. Kaliurang Km 7,5 Yogyakarta.

Hasyim Umar, (1983). Sunan Muria Antara Fakta dan Legenda. Kudus: Fa. Menara Kudus.

Iqbalal, (2009). budaya-indonesia-sudah-mendunia. (http:// umum. kompasiana.com)

Jabrohim, (2009). Pemanfaatan Srandul sebagai alternatif pendukung dakwah Islam melalui karya seni. (http://jabrohim.blogspot.com. /feeds/posts/default)

Johson, Doyle Paul, (1988). Teori Sosiologi Klasik dan Modern (terj. Robert M.Z Lawang). Jakarta : PT Gramedia.

Koentjaraningrat, 1980. Kebudayaan, Mentalitet, dan Pembangu nan. Jakarta : PT Gramedia.

Manase Malo, Sulistiawan, (1986). Metode Penelitian Sosial. Jakarta. Karunika Universitas Terbuka, cetakan pertama.

Mirrian Syofian, (1986). Organisasi dan Manajemen. Jakarta. Karunika UT.

M. Fatchurochman, (2012). Teguhkan Terus Identitas Kebhinekaan Indonesia. Surat kabar Jurnal Nasional. Jl. Johar No. 8 Menteng Jakarta Pusat-10340. No. 333 tahun-6.

Muzakka, (2009). Tradisi lisan kaum santri di pesantren. (staff. undip.ac.id/ sastra/muzakka.)

Pemerintah Kabupaten Bantul, (2005). Rekapitulasi Data Monografi Desa Tahun 2005. www.mpbi.org/files/pdf11jul.pdf.

Pigeud, (1938). Javaans-Nederlands Woordenboek. Groningen-Batavia : J.B. Wolter.

Soebadio Haryati, (1991). Kesetiakawanan Sosial sebagai Modal Dasar Pembangunan, kertas kerja. Jakarta.

Soehartono Irawan, (1995). Metode Penelitian Sosial. Bandung. PT Remaja Rosdakarya.

Suharto Edi, (2010). Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat. (Kajian Strategis Pembangunan Kesejahteraan Social dan Pekerjaan Sosial). Bandung. PT Refina Aditama.

Wibisono Agus, (2011). Analisis SWOT. Aguswibisono.com.




DOI: https://doi.org/10.31105/mipks.v43i2.2145

DOI (PDF): https://doi.org/10.31105/mipks.v43i2.2145.g1042

Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times