KENYAMANAN PENGGUNAAN ALAT BANTU BAGI PENYANDANG DISABILITAS CONVENIENCE OF USE OF AID TOOL FOR DISABILITIES

Andayani Listyawati
DOI: https://doi.org/10.31105/mipks.v44i2.2105
Abstract views: 6 | views : 3

Abstract

Abstrak

 

Penyandang disabilitas sebagaimana layaknya warga pada umumnya menginginkan dapat beraktivitas secara mandiri tetapi berbagai keterbatasannya harus menggunakan alat bantu. Kenyataannya tidak semua penyandang merasa nyaman menggunakan alat bantu dengan berbagai alasan. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui kenyamanan penyandang disabilitas dalam menggunakan alat bantu. Jenis penelitian ini adalah deskriptif, metode pendekatan yang digunakan secara kualitatif, melalui teknik wawancara, FGD (Focus Group Discussion), observasi dan studi dokumentasi, untuk mengungkap data yang selanjutnya dianalisis menggunakan kualitatif interpretative. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa tidak semua penyandang merasa nyaman menggunakan alat bantu dengan berbagai alasan, seperti ukuran alat tidak proporsional dengan ukuran tubuh, ukuran alat tidak sesuai dengan ukuran tubuh (tidak proporsional), kualitas bahan alat mudah rusak, sarana dan prasarana aksesibilitas kurang memadai sehingga terkadang alat bantu tidak dipakai.  Rekomendasi ditujukan kepada Kementerian Sosial cq Direktorat Rehabilitasi Sosial agar dalam memberikan alat bantu bagi penyandang disabilitas dilaksanakan asesmen terlebih dahulu untuk mempertimbangkan faktor kesesuaian antara calon pemakai dengan ukuran alat. Selain itu rekomendasi juga ditujukan kepada pemerintah daerah melalui balai rehabilitasi agar mengalokasikan dana untuk membuat bengkel ortopedhi dengan harapan apabila ada kerusakan alat bantu dapat segera ditindaklanjuti.

 

Kata kunci: kenyamanan; alat bantu; penyandang disabilitas

 

Abstract

Persons with disabilities as well as citizens in general want to be able to move independently because with various limitations must use tools. In fact, not all people feel comfortable using aids for various reasons. This study aims to determine the comfort of persons with disabilities in using assistive devices. The approach method used is qualitative, through questionnaire techniques, interviews, FGD (Focus Group Discussion), observation and documentation studies to uncover the data which is then analyzed using qualitative interpretative. The results showed that not all people feel comfortable using aids for various reasons, such as the size of the tool is not proportional to body size. Recommendations are addressed to the Ministry of Social Affairs cq the Directorate of Social Rehabilitation so that in providing assistance for persons with disabilities the assessment is carried out first to consider the suitability factor between the potential user and the size of the tool. In addition, recommendations are also addressed to local governments through rehabilitation centers in order to allocate funds to make orthopedic workshops in the hope that if there is damage to aids can be immediately followed up.

 

Keywords: comfort; Device; people with disabilities

 

Full Text:

PDF

References

DAFTAR PUSTAKA

Alghi Fari Smith, (2017). Prinsip-prinsip Umum Praktik pekerjaan Sosial. rakyatpos.com/prinsip-prinsip-umum-praktik-pekerjaan-sosial.html/ diakses 30April 20220

Edi Suharto, (2005). Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat. Bandung: Refika Aditama

Feist,Jess, (2014). Teori Kepribadian: Theories of personality. Salemba: Humanika

Husaini Usman dan Purnomo Setiady Akbar, (2008). Metodologi Penelitian Sosial. Jakarta:BumiAksara

Hendra Arif, (2008). Kajian Aksesibilitas Pada Ruang Publik Kota . Studi Kasus: Lapangan Merdeka. Universitas Sumatera Utara

https://intelresos.kemsos.go.id>new. Integrasi layanan sosialdiakses 10 Maret 2020

Kemsos.go.id>Pembahasan Indikator Kunci Indeks keberfungsian Sosial diunduh 30 April 2020

LB Wirawan, (1997). Aksesibilitas Penyandang Cacat di Jawa Timur. Surabaya: FISIP Universitas Airlangga

Library.upnvj.ac.id. Herlina. Aplikasi Teori Kenyamanan Pada Asuhan Keperawatan Anak diakses 13 Maret 2019

Liputan6.com/healt/read/4042182/penyandang-disabilitas-sulit-peroleh-alat-bantu-dari-pemerintah. Penyandang Disabilitas Sulit peroleh Alat Bantu dari Pemerintah diakses 23 April 2020

Muladi, (2009). Hak Azasi Manusia: Hakekat, Konsep dan Implikasinya dalam Perspektif Hukum dan Masyarakat. Bandung: Refika Aditama

Motionaid.co.id/10-macam-alat-bantu-jalan-untuk-lansia-dan-difabel. 10 macam alat bantu jalan inovatif untuk membantu lansia dan difabel diakses 27 April 2020

Peterson, SJ.& Bredow, TS (2008). Middle range theories; Aplication to nursing research (2 nd ed). Philadephia: Lippincott Williams & Wilkins

Peraturan Gubernur DIY Nomor 51 Tahun 2017 tentang bantuan alat bantu kesehatan bagi penyandang disabilitas peserta jaminan kesehatan sosial.

Rini Kustiani, (2019). Berapa Banyak Penyandang Disabilitas di Indonesia? Simak data ini http://difabel.tempo.co/read/1266832/berapabanyak-penyandang-disabilitas-di-indonesia-data

Soetji Andari, (2019). Pemanfaatan Alat Bantu untuk pelayananPenyandang Disabilitas Fisik dan Sensorik).Yogyakarta:B2P3KS Press

Sista Noor Elvina https://www.idntimes.com/tech/trend/sista-noor-elvina/penemuan-teknologi-untuk-disabilitas-c1c2 Canggih, 10 penemuan yang Diciptakan untuk penyandang Disabilitas diunduh 20 April 2020

Undang-undang Nomor 19 Tahun 2011 tentang Konvensi Hak-hak Penyandang Disabilitas

Undang-undang Nomor 8 tahun 2016 tentang penyandang Disabilitas

Refbacks

  • There are currently no refbacks.