Klithih: Manifestasi Penyimpangan Agresivitas Remaja

Endro Winarno
DOI: https://doi.org/10.31105/mipks.v44i1.2016

Abstract

Klithih adalah kekerasan yang dilakukan remaja berupa penganiayaan terhadap orang lain tanpa motif tertentu. Apakah Klithih merupakan manifestasi dari agresivitas yang tidak mampu dikendalikan remaja? Klithih dapat diidentifikasikan sebagai Agresivitas Antisosial yang tanpa didasari alasan serta melanggar norma dan hukum. Klithih juga dikategorikan sebagai Agresivitas Emosi (hostile aggression) karena dilakukan dengan kebencian. Sejumlah pakar menyatakan bahwa agresivitas tidak selalu bersifat permusuhan, antisosial, dan emosional. Agresivitas Instrumental, Agresivitas Proporsional, dan Agresivitas Sanksi merupakan jenis agresivitas yang tidak bertentangan dengan norma dan hukum. Dibutuhkan kematangan untuk mampu mengungkap agresi, dan menyublimasikannya dari Agresivitas Emosional kepada Agresivitas Proporsional. Kenyataan ini mengungkap bahwa Klithih merupakan manifestasi penyimpangan agresivitas di kalangan remaja berupa kegagalan dalam mengungkapkan agresi dan menyublimasikannya kepada agresivitas yang bersifat positif. Kajian ini menekankan bahwa keluarga merupakan model perilaku yang tepat bagi anak untuk belajar menjadi warga masyarakat yang baik. Keluarga merupakan wahana untuk memberi bimbingan bagi pengembangan perilaku sosial yang dianggap tepat, memberi arah untuk belajar memecahkan masalah, serta memberi bimbingan belajar keterampilan motorik, verbal, dan sosial sebagai bekal penyesuaian diri. Keberfungsian keluarga dan pola hubungan antara orangtua, anak, teman sebaya, serta guru merupakan penopang potensial bagi pembentukan kepribadian anak agar lebih mampu mengungkapkan agresi, dan menyublimasikannya kepada agresivitas yang positif.

Keywords

klithih, agresivitas remaja, keberfungsian keluarga

References

Bailey, Ronald H, (1988), Violence and Aggression, Penerjemah Wirono, Suwargono, Jakarta: Tira Pustaka.

Baron, R.A dan Byrne, D.B, (1994), Social Psychology Understanding Human Interaction, Boston: Allyn & Bacon dalam Helmi, Fadilla dan Soedardjo, (1998), Beberapa Perspektif Perilaku Agresi, Buletin Psikologi, Tahun VI, No. 2 Desember 1998.

Behar, D, J. Hunt, A. Ricciuti, D. Stoff, and B. Vitiello, (2006), Subtyping Aggression in Children and Adolescents, The Journal of Neuropsychiatry & Clinical Neurosciences 2 (1990): 189-192. 7 Dec. 2006 dalam Wikipedia.

Berkowitz, Leonard, (1993), Aggression Its Causes, Consequences, and Control, New York: McGraw Hill.

Berkowitz, Leonard, (2003), Emotional Behavior, penerjemah Hartanti Waro Susiatni, Jakarta: PPM.

Brigham, J.C, (1991), Social Psychology, New York: Harper Collingns Publishers Inc dalam Helmi, Fadilla dan Soedardjo, (1998), Beberapa Perspektif Perilaku Agresi, Buletin Psikologi, Tahun VI, No. 2 Desember 1998.

Brehm, S.S. dan Kassin, S.M, (1993), Social Psychology, Boston: Houghton Mifflin Company dalam Helmi, Fadilla dan Soedardjo, (1998), Beberapa Perspektif Perilaku Agresi, Buletin Psikologi, Tahun VI, No. 2 Desember 1998.

Bushman, B.J. & Anderson, C. A, (2001), Is It Time to Pull The Plug on The Hostile Versus Instrumental Aggression Dichotomy? Psychological Review 108:273-279 dalam Wikipedia.

Buss, D. M, (2005), The Murderer Next Door: Why The Mind Is Designed to Kill,. New York: Penguin Press dalam Wikipedia.

Darwin, C, (1877), A Biographical Sketch of an Infant, Mind. dalam Gunarsa, Singgih D, (1997), Dasar dan Teori Perkembangan Anak, Jakarta: PT BPK Gunung Mulia.

Dayakisni dan Hudaniah, (2003), Psikologi Sosial, Malang: UMM Press.

Handayani, Leyla, dkk, (2000), Hubungan antara Intensitas Kekerasan Fisik dan Verbal yang Diterima Anak dari Orangtua dengan Kecenderungan Agresif Anak, Fenomena: Jurnal Psikologi Vol. V, No. 5 Februari 2000.

Hurlock, Elizabeth. (1992), Perkembangan Anak, Jilid 2, Jakarta: Erlangga.

Jonathan, David, (2002), Psikologi Sosial, Jakarta: Erlangga.

Kartono, Kartini,. (2003). Patologi Sosial dan Kenakalan Remaja, Jakarta: Grafindo.

Koeswara, E, (1998), Agresi Manusia, Bandung: PT Erasco.

Krahe, Barbara, (2005), Perilaku Agresif, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Lorenz, Konrad, (1971) dalam Bailey, Ronald H, (1988), Violence and Aggression, Penerjemah Wirono, Suwargono, Jakarta: Tira Pustaka.

Pollock, (1987) dalam Vasta, R, Marshall M. Haith, and Scott A. Miller, (1992), Child Psychology The Modern Science, New York: John Wiley & Sons, Inc.

Prinst. (1997). Hukum Anak Indonesia, Bandung: Citra Aditya Bakti.

Sarwono, Sarlito Wirawan, (2002), Psikologi Sosial, Jakarta: Balai Pustaka.

Scheneider, Alexander, A, (1955), Personal Adjusment and Mental Healthy, New York: Holt, Rinehart, and Winston.

Sears, David, O, (1985), Social Psychology, NJ: Prentice-Hall dalam Bailey, Ronald H, 1988, Violence and Aggression, Penerjemah Wirono, Suwargono, Jakarta: Tira Pustaka.

Sears, David O, Taylor, Shelley E, Peplau, Letitia Anne, (2006), Social Psychology, Prentice Hall dalam www.a741k.web44.net.

Simanjuntak (1979), Latar Belakang Kenakalan Remaja, Bandung: Alumni.

Walgito, Bimo. (1982). Kenakalan Remaja (Juvenile Delinquency), Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada.

Wenar, and Kerig (2002), Developmental Psychopathology, www.humanrightsindonesia.org

Wicaksono, Moddie Alvianto, (2018), Bicara Klitih Di Yogyakarta dari mantan Pelakunya, https://mojok.co/mod/esai/ bicara-klitih-di-yogyakarta-dari-mantan-pelakunya/

Winarno, Endro, (2003), Pengkajian Profil Tindak Kekerasan Terhadap Perempuan dalam Keluarga, Yogyakarta: B2P3KS Departemen Sosial RI.

Wirdhana, I., et al. (2013). Komunikasi Efektif Orangtua dengan Remaja. Jakarta: BKKBN.

Yulandari (2008) Hubungan antara Egosentrisme dan Kecenderungan Mencari Sensasi dengan Perilaku Agresi, Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Sumber lain :

Adit, Albertus, (2020), 5 Fakta Seputar “Klithih” di Yogya, Benarkah Ada Daftar DaerahRawan dan Kaitan Geng Sekolah?, Jakarta Harian Kompas Edisi 07 pebruari 2020.

Mangunsuwito, SA (2020), Kamus Bahasa Jawa, dalam Harian Kompas Edisi 18 Desember 2016.

Suryani, Bhekti, (2020), Polisi Sebut Aksi Klithih Merebak di Jogja Bermula dari Geng Sekolah, Yogyakarta Harian Jogja Edisi 09Januari 2020.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.