KLITHIH: MANIFESTASI PENYIMPANGAN AGRESIVITAS REMAJA KLITHIH: MANIFESTATION OF DEVIATIONS OF ADOLESCENT AGGRESSIVENESS

Endro Winarno

Abstract

Abstrak

Fenomena Klithih dimaknai sebagai aksi kekerasan yang dilakukan remaja berupa tindak penganiayaan terhadap orang lain yang tidak dikenal di jalanan tanpa adanya motif tertentu. Alat yang digunakan bisa berupa celurit, pedang, atau senjata tajam mematikan lainnya, bahkan hingga sang korban meregang nyawa di Tempat Kejadian Perkara. Apakah aksi Klithih merupakan manifestasi dari agresivitas yang tidak mampu dikendalikan oleh remaja ketika memasuki masa transisi dari kanak-kanak menuju masa dewasa? Aksi Klithih dan perjalanan seorang anak tumbuh menjadi remaja pelakunya dilatarbelakangi oleh sejumlah faktor, antara lain 1) faktor-faktor internal meliputi abnormalitas genetik, abnormalitas neurologis, dominasi teritori, insting, frustasi, dan cognitive-neoassociationist; 2) faktor-faktor kebiasaan yang dipelajari melalui pengamatan dan pengalaman langsung; serta 3) faktor-faktor situasional meliputi efek senjata, provokasi, penyerangan, karakteristik target, dan konflik antar kelompok. Kajian ini menekankan bahwa keluarga merupakan model pola perilaku yang tepat bagi anak untuk belajar menjadi warga masyarakat yang baik. Keluarga merupakan wahana untuk memberi bimbingan bagi pengembangan perilaku yang secara sosial dianggap tepat, memberi arah kepada anak untuk belajar memecahkan masalahnya dalam penyesuaian diri, memberi bimbingan dalam belajar keterampilan motorik, verbal, dan sosial yang dibutuhkan anak dalam upaya penyesuaian diri. Karenanya keberfungsian keluarga beserta pola hubungan antara orangtua dengan anak (sikap, perlakuan atau pola asuh orangtua terhadap anak) merupakan faktor lingkungan yang potensial dapat mewarnai pembentukan kepribadian anak.

Kata Kunci: Klithih, Agresivitas Remaja, Keberfungsian Keluarga

 

Abstract

The phenomenon of Klithih is interpreted as an act of violence committed by adolescents in the form of acts of mistreatment of others unknown on the streets without any specific motives. The equipment used can be sickles, swords, or other deadly sharp weapons, even up to the victim's death at the crime scene. Is Klithih's action a manifestation of aggressiveness that is not able to be controlled by adolescents when entering the transition from childhood to adulthood? The action of Klithih and the journey of a child growing into adolescents are motivated by a number of factors, including 1) internal factors including genetic abnormalities, neurological abnormalities, territorial dominance, instincts, frustration, and cognitive-neoassociationist; 2) habitual factors learned through direct observation and experience; and 3) situational factors include the effects of weapons, provocation, attacks, target characteristics, and conflicts between groups. This study emphasizes that the family is a model of appropriate behavior patterns for children to learn to be good citizens. The family is a vehicle for providing guidance for the development of socially appropriate behaviors, giving direction to children to learn to solve their problems in adaptation, providing guidance in learning the motor, verbal, and social skills that children need in their adaptation efforts. Therefore the functioning of the family along with the pattern of the relationship between parent and child (attitude, treatment or parenting of parents to children) is a potential environmental factor that can color the formation of the child's personality.Keywords: Klithih, Adolescent Aggressiveness, Family Functioning

References

Daftar Pustaka

Bailey, Ronald H, (1988), Violence and Aggression, Penerjemah Wirono, Suwargono, Jakarta: Tira Pustaka.

Baron, R.A dan Byrne, D.B, (1994), Social Psychology Understanding Human Interaction, Boston: Allyn & Bacon dalam Helmi, Fadilla dan Soedardjo, (1998), Beberapa Perspektif Perilaku Agresi, Buletin Psikologi, Tahun VI, No. 2 Desember 1998.

Behar, D, J. Hunt, A. Ricciuti, D. Stoff, and B. Vitiello, (2006), Subtyping Aggression in Children and Adolescents, The Journal of Neuropsychiatry & Clinical Neurosciences 2 (1990): 189-192. 7 Dec. 2006 dalam Wikipedia.

Berkowitz, Leonard, (1993), Aggression Its Causes, Consequences, and Control, New York: McGraw Hill.

Berkowitz, Leonard, (2003), Emotional Behavior, penerjemah Hartanti Waro Susiatni, Jakarta: PPM.

Brigham, J.C, (1991), Social Psychology, New York: Harper Collingns Publishers Inc dalam Helmi, Fadilla dan Soedardjo, (1998), Beberapa Perspektif Perilaku Agresi, Buletin Psikologi, Tahun VI, No. 2 Desember 1998.

Brehm, S.S. dan Kassin, S.M, (1993), Social Psychology, Boston: Houghton Mifflin Company dalam Helmi, Fadilla dan Soedardjo, (1998), Beberapa Perspektif Perilaku Agresi, Buletin Psikologi, Tahun VI, No. 2 Desember 1998.

Bushman, B.J. & Anderson, C. A, (2001), Is It Time to Pull The Plug on The Hostile Versus Instrumental Aggression Dichotomy? Psychological Review 108:273-279 dalam Wikipedia.

Buss, D. M, (2005), The Murderer Next Door: Why The Mind Is Designed to Kill,. New York: Penguin Press dalam Wikipedia

Darwin, C, (1877), A Biographical Sketch of an Infant, Mind. dalam Gunarsa, Singgih D, (1997), Dasar dan Teori Perkembangan Anak, Jakarta: PT BPK Gunung Mulia.

Dayakisni dan Hudaniah, (2003), Psikologi Sosial, Malang: UMM Press.

Handayani, Leyla, dkk, (2000), Hubungan antara Intensitas Kekerasan Fisik dan Verbal yang Diterima Anak dari Orangtua dengan Kecenderungan Agresif Anak, Fenomena: Jurnal Psikologi Vol. V, No. 5 Februari 2000.

Harian Jogja, 09 Januari 2020.

Harian Kompas, 18 Desember 2016.

Hurlock, Elizabeth. (1992), Perkembangan Anak, Jilid 2, Jakarta: Erlangga.

Jonathan, David, (2002), Psikologi Sosial, Jakarta: Erlangga.

Kartono, Kartini,. (2003). Patologi Sosial dan Kenakalan Remaja, Jakarta: Grafindo.

Koeswara, E, (1998), Agresi Manusia, Bandung: PT Erasco.

Kompas.com, 07 Pebruari 2020.

Krahe, Barbara, (2005), Perilaku Agresif, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Lorenz, Konrad, (1971) dalam Bailey, Ronald H, (1988), Violence and Aggression, Penerjemah Wirono, Suwargono, Jakarta: Tira Pustaka.

Pollock, (1987) dalam Vasta, R, Marshall M. Haith, and Scott A. Miller, (1992), Child Psychology The Modern Science, New York: John Wiley & Sons, Inc.

Sarwono, Sarlito Wirawan, (2002), Psikologi Sosial, Jakarta: Balai Pustaka.

Scheneider, Alexander, A, (1955), Personal Adjusment and Mental Healthy, New York: Holt, Rinehart, and Winston.

Sears, David, O, (1985), Social Psychology, NJ: Prentice-Hall dalam Bailey, Ronald H, 1988, Violence and Aggression, Penerjemah Wirono, Suwargono, Jakarta: Tira Pustaka.

Sears, David O, Taylor, Shelley E, Peplau, Letitia Anne, (2006), Social Psychology, Prentice Hall dalam www.a741k.web44.net

Wenar, and Kerig (2002), Developmental Psychopathology, www.humanrightsindonesia.org

Wicaksono, Moddie Alvianto, (2018), Bicara Klitih Di Yogyakarta dari mantan Pelakunya, https://mojok.co/mod/esai/ bicara-klitih-di-yogyakarta-dari-mantan-pelakunya/

Winarno, Endro, (2003), Pengkajian Profil Tindak Kekerasan Terhadap Perempuan dalam Keluarga, Yogyakarta: B2P3KS Departemen Sosial RI.

Yulandari (2008) Hubungan antara Egosentrisme dan Kecenderungan Mencari Sensasi dengan Perilaku Agresi, Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.