Masyarakat Petani Jawa dalam Membangun Keserasian Sosial Melalui Merti Dusun

Warto W, Suryani S

Abstract


Penelitian ini bertujuan mengungkap upaya masyarakat petani Jawa dalam membangun keserasian sosial melalui merti dusun.Jenis penelitian deskriptif dengan metode pendekatan deskriptif kualitatif untuk menggali makna subjektif secara mendalam fenomena sosial masyarakat petani Jawa dalam menumbuhkan nilai keserasian sosial melalui penyelenggaraan upacara ritual merti dusun.Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Bantul dengan setting lokasi Desa Sendangsari, Kecamatan  Pajangan. Peneliti menggunakan pendekatan ethnografi untuk mengungkap makna setiap kegiatan sebagai pelestarian upacara merti dusun berdasar pendapat dan pandangan pelaku ritual tersebut. Sumber data dipilih secara purposive, yakni orang yang memiliki pengetahuan dan wawasan memadai tentang tradisi merti dusun dan mampu menjelaskan setiap ubarampe (perlengkapan) ritual serta makna yang terkandung di dalamnya, berkaitan dengan pembangunan keserasian sosial. Pengumpulan data dilaksanakan dengan wawancara, pengamatan kancah, dan telaah dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan tehnik analisis domain yakni untuk menggunakan dengan menggambarkan secara utuh dari setiap kegiatan rangkaian tradisi merti dusun sebagai objek kajian. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa masyarakat petani Jawa di lokasi kajian masih membangun keserasian sosial melalui penyelenggaraan tradisi merti dusun. Nilai keserasian sosial yang ditumbuhkan dalam  rangka pembangunan meliputi keteraturan perilaku warga, keharmonisan hidup secara berdampingan dengan penuh kedamaian, pemahaman warga atas tanggungjawab, kewajiban, dan hak, rasa kebersamaan, persaudaraan sejati. Direkomendasikan agar pemerintah melalui Kementerian Sosial Cq Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, serta berbagai lembaga berkompeten bersinergi merumuskan kebijakan pembangunan keserasian sosial melalui pencanangan program dengan menyelaraskan antara kegiatan yang dilakukan dengan keberadaan tradisi budaya yang ada dimasyarakat.


Keywords


masyarakat petani jawa;keserasian sosial;merti dusun

References


Akhsan dan Hendry (2011).Permasalahan Konflik Sosial dan strategi Penanggulangannya. Jurnal Hukum dan Pembangunan Vol 48 No 1 Juni 2011.

Basrowi dan Suwandi (2008). Memaknai Penelitian Kualitatif. Jakarta : Renika Cipta.

Danu Priyo Prabowo (2016).Kebudayaan (Tani) Jawa sebagai Sumber Nilai Ekologi. Yogyakarta : Jantra Vol 14 No 1 Juni 2016

Djam’an Sitori dan Aan Khomariah (2010).Metode Penelitian Kualitatif. Bandung : Alfabeta

Djoko Suseno dan Hempri Suyatna (2007). Mewujudkan Kebijakan Pertanian yang Pro Petani. Jurnal Ilmu Sosial Politik Vol. 10 No. 3 Desember 2017. Yogyakarta: Fisip Universitas Gajah Mada.

Dyah Ita Murdiyaningsih (2010). Dinamika Sistem Penghidupan Masyarakat Tani Tradisional dan Modern di Jawa Barat, Jurnal Trandisiplin Sosiologi, Komunikasi, dan Ekologi Manusia, Bogor : Institut Pertanian Bogor.

Hartoyo (1996).Keserasian Hubungan Antaretnik, Faktor Pendorong dan Pengelolaan: Jakarta : Fisip Universitas Indonesia

Heri Dwi Santosa (2013).Apitan :Pelestarian Tradisi Agraris Lokal Masyarakat Jawa, dalam Jurnal Lensa, Vol 3 No 2. Semarang:Universitas Muhammadiyah

Jim Ife (2002).Community Development, Community Based Alternative in a age of Globalizaion. Logman is on implint of Paperson education. Australia.

Ken Widyawati dan Mahfudz (2019).Merti Desa : Eksistensi Tradisi Masyarakat Agraris di Kabupaten Semarang.Yogyakarta : Jantra Vol.14 No 1 Juni 2019.

Koentjaraningrat (2004). Kebudayaan Mentalis dan Pembangunan, Jakarta : Gramedia

Kementerian Sosial RI (2006). Keserasian Sosial, Pencegahan Konflik Berbasis Masyarakat, Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial.

Moleong (2012) Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Rusda Karya

Mudjahirin Tohir (2017).Memahami Kebudayaan Teori, Metodologi, dan Aplikasi. Semarang : Fasindo.

Muhammad Takdir Ilahi (2017).Kearifan Lokal Jodhangan dalam Tradisi Islam Nusantara. Jurnal Kebudayaan Islam Vol 15 Nomor 1. 2017. Sumenep Madura : Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA).

Nazir (2013).Metode Penelitian. Jakarta: Okalia.

Ratih Probosiwi, dkk. (2017).Penguatan Sosial di Daerah Rawan Konflik: Implementasi Program Keserasian Sosial. Yogyakarta:B2P3KS Press.

Reni Dikawati (2017).Tinjauan Filosofis Budaya Agraris Reresik Lak : Konservasi Air dalam Praktik Pertanian Dusun Ngiring.Yogyakarta : Jantra Vol. 14 No.1 Juni 2017.

Santosa (2013). Apitan :Pelestarian Tradisi Agraris Lokal Masyarakat Jawa. Semarang : Unimas.

Sumarno dan Roebiyanto (2013). Evaluasi Program Keserasian Sosial dalam Pencegahan Konflik Sosial.Jakarta : P3KS Press.

Sumintarsih (2007).Dewi Sri dalam Tradisi Jawa. Yogyakarta :Balai Pelestarian Nilai Budaya.

Suryani dan Warto (2018). Masyarakat Petani dan Penumbuhan Nilai Kesetiakawanan Sosial Melalui Seni Gejog Lesung. MIPKS Vol.42 No 3 Desember 2018.

Undang-undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Wahyana Giri. (2010).Sajen dan Ritual Orang Jawa. Yogyakarta: Narasi

Wirutomo, P. (1992).Pedoman Studi Kualitatif Pemantauan Keserasian Sosial. Jakarta: Laboratorium Sosiologi Fisip Universitas Indonesia.

Yuniarso (2013). Merti Desa, Ungkapan Syukur Raya Makna, Yogyakarta : Kabare Yogya.




DOI: https://doi.org/10.31105/mipks.v44i1.1996

DOI (PDF (Bahasa Indonesia)): https://doi.org/10.31105/mipks.v44i1.1996.g1015

Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF (Bahasa Indonesia) - 0 times