DAMPAK BANTUAN RUTILAHU BAGI KESEJAHTERAAN KELUARGA PENERIMA MANFAAT DAMPAK BANTUAN RUTILAHU BAGI KESEJAHTERAAN KELU

Tateki Yoga tursilarini

Abstract

Abstrak

Tujuan penelitian memperoleh gambaran dampak bantuan rutilahu bagi kesejahteraan sosial keluarga penerima manfaat dan peran stakeholders dalam program rehabilitasi sosial rutilahu. Jenis penelitian ini merupakan penelitian evaluasi program rutilahu  tahun 2018. Teknik pengumpulan data dengan wawancara. Sumber data penelitian yaitu sumber data primer terdiri dari keluarga penerima manfaat/KPM, stakeholders (Dinas Sosial, aparat kelurahan, pendamping program, tokoh masyarakat) dan sumber data sekunder data jumlah penerima bantuan rutilahu tiga tahun terakhir,  profil wilayah penelitian. Data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Temuan penelitian dampak bantuan rutilahu bagi kesejahteraan KPM dilihat dari aspek fisik rumah, psikis dan sosial. Aspek fisik rumah 47 orang (94 %) menyatakan kondisi fisik rumah baik terdiri dari atap, lantai dan dinding dalam kondisi baik dan sudah memenuhi syarat rumah layak huni. Aspek psikis 49 (98 %) orang KPM menyatakan baik karena keluarga merasa aman, nyaman dan tenang. Aspek sosial 49 orang (98 %) menyatakan baik dengan bantuan rutilahu meningkatkan kebersamaan baik antar anggota keluarga maupun dengan tetangga sekitarnya. Peran stakeholder terhadap Rehabilitasi Rutilahu meliputi: sosialisasi program Rutilahu, pendataan dan verifikasi KPM Rutilahu, membantu membuat proposal dan pelaporan dan melakukan monev. Rekomendasi Program rehabilitasi sosial rutilahu sangat dirasakan kemanfaatannya bagi keluarga miskin, 1) Perlu dilanjutkan dan ditingkatkan kuantitas dan kualitas program rehabilitasi rutilahu, sehingga semua masyarakat miskin menerima bantuan. 2) Pencairan dana bantuan rehabilitasi Sosial Rutilahu diberikan di awal tahun sehingga mempermudah pelaksanaan Rehabilitasi Rutilahu. 3) Perlu membuat regulasi terkait rehabilitasi sosial Rutilahu dan sarana prasarana lingkungan sekitar di daerah dengan mengkolaborasikan dinas terkait, dunia usaha melalui program CSR, masyarakat, swasta, sehingga keberlanjutan program rehabilitasi sosial di daerah akan semakin dirasakan manfaatnya bagi seluruh masyarakat.

Kata Kunci: dampak; bantuan rutilahu; kesejahteraan; keluarga penerima manfaat

 

Abstract

The purpose of the study was to get an idea of the impact of routine assistance for the social welfare of beneficiary families and the role of stakeholders in the routine social rehabilitation program. This type of research is an evaluation study of the RTLH program in 2018. Data collection techniques are interviews. Sources of research data are primary data sources consisting of beneficiary families / KPM, stakeholders (Social Services, village officials, program assistants, community leaders) and secondary data sources data on the number of recipients of routine assistance in the last three years, profile of the study area. Data were analyzed quantitatively and qualitatively. Research findings on the impact of routine assistance for the welfare of KPM can be seen from the physical aspects of the house, psychological and social. The physical aspects of the house 47 people (94%) stated that the physical condition of the house consisted of the roof, floors and walls in good condition and fulfilled the requirements for a decent house. Psychological aspects 49 (98%) of KPM stated that it was good because the family felt safe, comfortable and calm. The social aspect of 49 people (98%) stated that both with routine assistance increased togetherness between family members and the surrounding neighbors. The role of stakeholders in the Rutilahu Rehabilitation includes: the socialization of the Rutilahu program, data collection and verification of KPM Rutilahu, helping to make proposals and reporting and conducting monev. Recommendations for the routine social rehabilitation program are very useful for poor families, 1) It is necessary to continue and improve the quantity and quality of the routine rehabilitation program, so that all poor people receive assistance. 2) Disbursement of Rutilahu Social rehabilitation assistance funds is given at the beginning of the year to facilitate the implementation of Rutilahu Rehabilitation. 3) It is necessary to make regulations related to social rehabilitation in Rutilahu and the infrastructure of the surrounding environment in the area by collaborating with related agencies, the business world through CSR programs, the community, the private sector, so that the sustainability of the social rehabilitation program in the regions will be increasingly felt for the benefit of the entire community.

Keywords: impact; your routine assistance; well-being; beneficiary family

References

DAFTAR PUSTAKA

Aribigbola, A. (2000). Conceptual Issues in Housing and Housing Provision in Nigeria. In A. O. Bayo (Ed.), Effective Housing in 21st century Nigeria. Akure: Environmental Forum, School of Environmental Technology, Federal University of Technology.

Arimurty, A., & Manaf, A. (2013). Lembaga Lokal dan Masyarakat dalam Pemenuhan Kebutuhan Rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah. Jurnal Pengembangan Kota, 9(3), 10. doi:10.14710/pwk.v9i3.6542

Cai, W., & Lu, X. (2015). Housing Affordability: Beyond the Income and Price Terms, using China as a Case Study. Habitat International, 47, 169-175. doi:10.1016/j.habitatint.2015.01.021

Edi, S. (2009). Kemiskinan dan perlindungan sosial di Indonesia: menggagas model jaminan

sosial universal bidang kesehatan: dilengkapi dengan: UU No. 40/2004 tentang sistem jaminan sosial nasional, UU No. 11/2009 tentang kesejahteraan sosial, Bandung: Alfabeta.

Etty, R., & dkk. (2011). Pedoman pelaksanaan penanggulangan kemiskinan perkotaan melalui rehabilitasi sosial rumah tidak layak huni (RS-RUTILAHU) tahun 2011. Jakarta:Kementerian Sosial Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Direktorat Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan.

Jurnal Ruang, Vol.2 No. 2, pp. 34–44

Nurasrizal. (2010). Pertumbuhan Rumah Inti Pada Perumahan Layak Huni Bagi Keluarga Miskin Di Dusun Kayu Gadang Kota Sawahlunto. Semarang: Universitas Diponegoro.

Omolola, O. O., & Ayoride, O. S. (2016). Socio-Economic Correlates of Housing Finance Strategies in Ibandan, Southwest, Nigeria. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 216, 295-305. doi:10.1016/j.sbspro.2015.12.041

Ram, P., & Needham, B. (2016). The Provision of Affordable Housing in India: Are Commercial Developers Interested? Habitat International, 55, 100-108. doi:10.1016/j.habitatint.2016.03.002.

Rapoport (1969). House Form and Culture Englewood Cliffs. Nj:Prentice Hall

Shi, W., Chen, J., & Wang, H. (2016). Affordable Housing Policy in China: New Developments and New Challenges. Habitat International, 54, 224-233. doi:10.1016/j.habitatint.2015.11.020

Sarimah. (2016). Pelaksanaan Pembangunan Dalam Program Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Kelurahan Karas Kecamatan Galang Kota Batam. (Bachelor), Universitas Maritim Raja Ali Haji, Tanjungpinang. Diakses dari http://jurnal.umrah.ac.id/wp-content/uploads/gravity_forms/1-ec61c9cb232a03a96d0947c6478e525e/2016/03/jurnal-sarimah.pdf. 12 februari 2020

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (2015). Rencana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Tahun 2015-2019. Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (2016). Kementerian PUPR Siapkan Empat Strategi Penyediaan Perumahan. Diakses dari https://www.pu.go.id/berita/view/10648/kementerian-pupr-siapkan-empat-strategi-penyediaan-perumahan. 10 Oktober 2017.

Suharsimi Arikunto, (1992). Prosedur Penelitian (Suatu Pendekatan Praktik), Jakarta: Rineka Cipta.

Soekanto, S. (2006). Sosiologi suatu pengantar. Jakarta: Raja Grafindo Persada

Sastra, M. S., & Marlina, E. (2006). Perencanaan dan Pengembangan Perumahan: Sebuah Konsep, Pedoman dan Strategi Perencanaan dan Pengembangan Perumahan. Yogyakarta: Andi Offset.

Suprijanto, I. (2004). Reformasi Kebijakan & Strategi Penyelenggaraan Perumahan & Permukiman. DIMENSI - Journal of Architecture and Built Environment, 32(2), 161-170. doi:10.9744/dimensi.32.2.

Yudohusodo, S. (1991). Rumah untuk Seluruh Rakyat. Jakarta: Yayasan Padamu Negeri.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.