Adaptasi Masyarakat terhadap Keterbatasan Sumberdaya Air di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta

Ahmad Cahyadi, Wahyu Hidayat, Wulandari Wulandari

Abstract

The Development of small islands is often constrained by the limitations of water resources. This condition is caused by a wide catchment is limited, and the influence of sea water on the groundwater which causes the amount of groundwater is limited. This paper aims to determine the form of adaptation to limited water resources in Pramuka Island, Seribu Islands regency, DKI Jakarta. The results showed that the shape adaptation to limited water resources such as rain water harvesting, bring bottled water from outside the island, as well as using technology osmosi reverse to get clean water. The community adaptation is threatened not sustainable because the poor condition of the groundwater in Pramuka Island. Therefore, it is necessary to the management of water resources by maximizing the infiltration of rain water, solid dan water waste management, as well as set the maximum extraction of groundwater.

Keywords

community adaptation;water resources limitations;pramuka island

Full Text:

PDF

References

Adger, W. N.; Brooks, N.; Bentham, G.; Agnew, M.; dan Eriksen, S. 2004. New Indicators of Vulnerability and Adaptive Capacity.

Norwich: Tyndall Centre for Climate Change Research.

Afadlal; Wijonarko, S.; Meifina; Septi, A.; Ongkosongo, A.E. dan

Ongkosongo, O.S.R. 2011. Tanggapan Penduduk Terhadap Rencana Revitalisasi Pulau Pramuka, dalam Ongkosongo, O.S.R.; Wijonarko,

S. dan Afadlal. 2011. Rona Lingkungan Pulau Pramuka, Jakarta: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Pusat Penelitian Oseanografi, Balai Dinamika Laut, Kelompok Penelitian Geologi Laut.

Aryadi, M. 2012. Hutan Rakyat: Fenomenologi Adaptasi Budaya Masyarakat. Malang: Universitas Muhammadiyah Malang.

Cahyadi, A. 2012. Permasalahan Sumberdaya Air Pulau Kecil. Prosiding Seminar Lingkungan Hidup 2012. Magister Ilmu Lingkungan, Universitas Diponegoro Semarang.

Cahyadi, A. 2013. Menyelamatkan Masa Depan Pulau Kecil di Indonesia: Sebuah Pembelajaran dari Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Makalah dalam lomba karya tulis “Potert Indonesia 2014”. Moskow: Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Rusia.

Cahyadi, A. dan Kusumaningrum, A. 2013. Peranan Modal Sosial (Social Capital) dalam Pemenuhan Kebutuhan Air Domestik di Kawasan Karst Gunungsewu: Studi Kasus di Dusun Gemulung, Desa Ngeposari, Kecamatan Semanu Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam Sudarmadji; Haryono,

E.; Adji, T.N.; Widyastuti, M.; Harini, R.; Nurjani, E.; Cahyadi, A. dan Nugraha, H. 2013. Ekologi Lingkungan Kawasan Karst Indonesia: Menjaga Kelestasrian Kawasan Karst Indonesia. Yogyakarta: Deepublish.

Christanto, Joko. 2010. Pengantar Pengelolaan Berkelanjutan Sumberdaya Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil. Yogyakarta: Deepublish.

Falkland, C. Anthony.1991. Hydrology and Water Resources of Small Island: A Practical Guide. Paris: UNESCO.

Hehanusa, P.E. dan Bakti, Hendra. 2005. Sumber Daya Air di Pulau Kecil. Bandung: LIPI Press.

Howard, M.C. 1986. Contemporary Cultural Anthropology. Toronto: The University of South Pasific.

Kodoatie, Robert J. 2012. Tata Ruang Air Tanah. Yogyakarta: Penerbit ANDI.

Marfai, M.A.; Cahyadi, A. dan Poerbandono, R., 2012, Identifikasi Bencana Pesisir dan Kerusakan Lingkungan Di Pulau Pramuka, Provinsi Dki Jakarta. Laporan Penelitian. Magister Perencanaan Pengelolaan Pesisir dan daerah Aliran Sungai Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Ongkosongo, O.S.R. 2011. Lingkungan Fisik Pulau Pramuka. dalam Ongkosongo, O.S.R.; Wijonarko, S. dan Afadlal. 2011.Rona Lingkungan Pulau Pramuka. Jakarta: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Pusat Penelitian Oseanografi, Balai Dinamika Laut, Kolompok Penelitian Geologi Laut.

Smit, B.; Burton, I.; Klein, R.J.T. dan Street, R. 1999. The Science Of Adaptation: A Framework for Assessment. Mitigation and Adaptation Strategies for Global Change, Vol. 4. Hal: 199–213.

Smit, B. dan Wandel, J. 2006. Adaptation, Adaptive Capacity and Vulnerability. Global Environmental Change, Vol. 16. Hal: 282–

Sudarmadji; Suprayogi, S. dan Setiadi. 2012. Konservasi Mata Air Berbasis Masyarakat di Kabupaten Gunungkidul. Yogyakarta:

Penerbit Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada.

Supriharyono. 2009. Konservasi Ekosistem Sumberdaya Hayati di Wilayah Pesisir dan Laut Tropis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sumawidjaja, N. dan Suherman, D. 2005a. Ketersediaan Air sebagai Faktor Pembatas Pengambangan Pulau Mangole, Maluku

Utara. dalam Hehanusa, P.E. dan Bhakti, Hendra. 2005. (eds) Sumber Daya Air di Pulau Kecil. Bandung: LIPI Press.

Sumawidjaja, N. dan Suherman, D. 2005b. Potensi Sumberdaya Air Sebagai Kendala Pembangunan di Pulau Sulabesi, Maluku Utara. dalam Hehanusa, P.E. dan Bhakti, Hendra. 2005. (eds) Sumber Daya Air di Pulau Kecil. Bandung: LIPI Press.

Sunil, S. 2011. Community-Based Adaptation toCoastal Hazards: A Scoping Study Among Traditional Fishing Communities in Kerala, India. Makalah dalam Disaster, Risk and Vulnerablity Conference

Mahatma Gandhi University, India.

Twigg, J. 2004. Disaster Risk Reduction, Mitigation and Preparedness in Development and Emergency Programming, Good Practice Review 9. London: Humanitarian Practice Network.

Twigg, J. 2007. Characteristics of a Disaster- Resilient Community : A Guidance Note. DFID Disaster Risk Reduction Interagency

Coordination Group.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2007, tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.

Wibowo, P.E. 2010. Identifikasi Perubahan Tutupan Lahan Pulau Panggang, Pulau Pramuka dan Pulau Karya Antara Tahun 2004 dan Tahun 2008. Tugas Akhir. Program Studi Teknik Geodesi dan Geomatika, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian, Institut Teknologi Bandung.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.