Kehadiran Ayah dalam Pengasuhan Mengurangi Kenakalan Remaja: Studi Kasus pada Narapidana Anak

Main Article Content

Tiaradiqta Rizky Asharia Putri
Mentari Anugrah Imsa
Alfiasari Alfiasari

Abstract

Kriminalitas yang dilakukan oleh remaja berhubungan erat dengan kenakalan remaja. Kenakalan remaja dapatterjadi karena konsep diri dan pengendalian diri mereka belum berkembang optimal. Selain itu, kenakalan remaja dapatbersumber dari pola pengasuhan orang tua yang belum tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristikremaja, konsep diri, dan kontrol diri remaja serta kaitannya dengan pengasuhan orang tua terutama ayah dan perilakukenakalan yang pernah dilakukan tahanan anak. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan teknik retrospektifyaitu teknik untuk mendapatkan informasi tentang pengalaman masa lalu tahanan anak bersama ayah mereka. Lokasipenelitian dan responden sebagai sampel penelitian dipilih secara purposive. Penelitian ini dilakukan di salah satuLembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) di Provinsi DKI Jakarta dengan jumlah responden sebanyak 55 orang tahananremaja. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik self-administered. Data diolah dan dianalisis secara deskriptif daninferensial. Hasil penelitian menunjukkan, terdapat korelasi positif yang signifikan antara pengasuhan ayah dengankonsep diri dan kontrol diri remaja; dan kontrol diri remaja mempunyai korelasi positif signifikan dengat kenakalan.Temuan tersebut dapat dimaknai bahwa pada kasus tahanan remaja, pengasuhan ayah yang semakin baik berbanding lurusdengan semakin baiknya konsep diri dan kontrol diri para tahanan remaja. Kontrol diri yang semakin baik mendorongsemakin rendahnya kenakalan yang dilakukan para tahanan remaja. Hal ini mengindikasikan bahwa kehadiran ayahdalam pengasuhan memiliki peran penting dalam meningkatkan konsep diri serta pengendalian diri remaja. Mereka jadimampu mengurangi perilaku negatif. Hasil penelitian ini merekomendasikan pemerintah khususnya Kementerian Sosial agar memberikan konseling kepada para narapidana anak dan orang tuanya khususnya ayah agar membangun interaksidan relasi ayah dan anak yang lebih baik ke depannya. Kegiatan konseling diharapkan dapat mengurangi kecenderungananak untuk melakukan tindakan kriminal di kemudian hari.

Article Details

How to Cite
Tiaradiqta Rizky Asharia Putri, Mentari Anugrah Imsa, & Alfiasari, A. (2022). Kehadiran Ayah dalam Pengasuhan Mengurangi Kenakalan Remaja: Studi Kasus pada Narapidana Anak. Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial, 20(2), 171–180. https://doi.org/10.31105/jpks.v20i2.2600
Section
Articles

References

Abdullah, S. M. (2010). Studi Eksplorasi Tentang Peran Ayah Dalam Pengasuhan Anak Usia Dini. Spirits, 1(1), 1–9.

Muawanah, L. (2012). Kematangan Emosi, Konsep Diri Dan Kenakalan Remaja. Persona:Jurnal Psikologi Indonesia, 1(1), 6–14. https://doi.org/10.30996/ persona.v1i1.9

Carroll, A, Durkin, K, Houghton, S, H. J. (1996). An Adaptation of Mak’s Self-reported Delinquency Scale for Western Australian Adolescents. Australian Journal of Psychology, 48(1), 1–7.

Choon, L. J., Hasbulla, M., Ahmad, S., Ling, W. S. (2013). Parental attachment, peer attachment, and delinquency among adolescents in Selangor, Malaysia. Asian Social Science, 9(15), 214–219.

de Ridder, D. T. D., Lensvelt-Mulders, G., Finkenauer, C., Stok, F. M., & Baumeister, R. F. (2012). Taking Stock of Self-Control. Personality and Social Psychology Review, 16(1), 76–99. https://doi. org/10.1177/1088868311418749

Dick, G. L. (2004). The fatherhood scale. Research on Social Work Practice, 14(2), 80–92.

Dubowitz, H., Black, M. M., Cox, C. E., Kerr, M. A., Litrownik, A. J., Radhakrishna, A., ... & Runyan,

D. K. (2001). Father involvement and children’s functioning at age 6 years: A multisite study. Child Maltreatment, 6(4), 300–309.

Farhatilwardah, F., Hastuti, D., & Krisnatuti, D. (2019). Karakter Sopan Santun Remaja: Pengaruh Metode Sosialisasi Orang Tua dan Kontrol Diri. Jurnal Ilmu Keluarga Dan Konsumen, 12(2), 114–125. https:// doi.org/10.24156/jikk.2019.12.2.114

Hawkins D, Mothersbaugh D, Best, R. (2007). Consumer Behavior: Building Marketing Strategy. McGraw Hill.

Hurlock, E. B. (2003). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Erlangga.

Kholidah, D. I. (2016). Hubungan Konsep Diri dengan Kenakalan Remaja Penelitian Pada siswa kelas VIII di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Pakis. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

Malihah, Z., & Alfiasari, A. (2018). Perilaku Cyberbullying pada Remaja dan Kaitannya dengan Kontrol Diri dan Komunikasi Orang Tua. Jurnal Ilmu Keluarga Dan Konsumen, 11(2), 145–156. https://doi.org/10.24156/jikk.2018.11.2.145

Maria, U. (2005). Peran Persepsi Keharmonisan keluarga dan Konsep Diri Terhadap Kecenderungan Kenakalan Remaja. Universitas Gadjah Mada.

Masngudin. (2003). Hubungan Antara Pola Asuh Orang Tua dengan Kejadian Perilaku Kekerasan Pada Pelajar. Universitas Indonesia.

Maximo, S. I., Tayaban, H. S., Cacdac, G. B., Cacanindin, M. J., Pugat, R. H., Rivera, M. F., Lingbawan, M. C. (2011). Parents’ communication styles and their influence on the adolescents’ attachment, intimacy and achievement motivation. International Journal Of Bahavioral Science, 6(1), 59–72.

Millia, V. (2007). Pengaruh kemampuan awal tentang akuntansi dan motivasi belajar terhadap hasil belajar akuntansi. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Muniriyanto & Suharman. (2014). Konsep diri, intensitas, komunikasi orangtua-anak dan kecenderungan perilaku seks pranikah. Jurnal Psikologi Indonesia, 1(2).

Pechorro, P., Vieira, R., Maroco, J., Barroso, R., & Goncalves, R. A. (2015). Adaptacao de uma versao portuguesa da Escala de Delinquencia Auto-Relatada Adaptada para adolescentes. Revista Da Associacao Portuguesa de Psicologia, 1(29), 59–67.

Priatina, R. D., Latifah, M., & Johan, I. R. (2012). Konsep diri, kecerdasan emosional, tingkat stres, dan strategi koping remaja pada berbagai model pembelajaran. Jurnal Ilmu Keluarga & Konsumen, 5(1), 48–57. https://doi.org/https://doi.org/10.24156/ jikk.2012.5.1.48

Riskinayasari, G. (2015). Kenakalan Remaja Ditinjau dari Konsep Diri dan Jenis Kelamin. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Saefullah, N. H. (2016). Penyuluhan Mengenai RIKAS sebagai Upaya Pencegahan Tindakan Kekerasan Antar Siswa di Sekolah Satu Atap Purwakarta. Dharmakarya, 5(1)

Santrock, J. W. (2007). Perkembangan anak (11th ed.). Erlangga.

Santrock, J. W. (2011). Masa perkembangan anak. Salemba Humanika.

Situmorang, Z. R. D., & Latifah, M. (2014). Pengaruh Dukungan Sosial, Konsep Diri, dan Strategi Pengaturan Diri dalam Belajar terhadap Prestasi Akademik. Jurnal Ilmu Keluarga Dan Konsumen, 7(3), 154–163. https://doi.org/10.24156/ jikk.2014.7.3.154

Tangney, J. P., Baumeister, R. F., Boone, A. L. (2004). High self-control predicts good adjustment, less pathology, better grades, and interpersonal success. Journal of Personality, 72(2), 271–322.

Toombs, A., Bardzell, S., & Bardzell, J. (2014). Becoming makers: Hackerspace member habits, values, and identities. Journal of Peer Production, 5(2014), 1–8.

Veiga, F., & Leite, A. (2016). Adolescents’ self-concept short scale: A version of PHCSCS. Procedia-Social and Behavioral Sciences. 217, 631–637