Implementasi Metode "TATAP" dalam Meningkatkan Pengetahuan Literasi Keuangan Ibu Rumah Tangga

Uswatun Hasanah, Mirdat Silitonga, Tetti Manullang

Abstract

Pengetahuan literasi keuangan merupakan kemampuan yang penting bagi setiap individu, khususnya ibu rumah tangga. Penelitian ini bertujuaan  untuk menganalisis perbedaan kemampuan dasar literasi keuangan ibu rumah tangga sebelum dan sesudah diberikan pelatihan dengan metode TATAP (tau mana kebutuhan dan keinginan; tidak ragu berinvestasi; awas saat berhutang; pintar mengelola keuangan). Penelitian ini melibatkan 30 ibu rumah tangga di Desa Segara, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang. Responden dipilih dengan teknik purposive sampling dengan kriteria ibu rumah tangga yang melakukan pemimjaman uang dari rentenir/ bank emok. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptifdanuji beda t-test. Hasil uji beda menggunakan paired samples test menemukan adanya perbedaan signifikan pengetahuan dasar literasi keuangan ibu rumah tangga sebelum dan sesudah diberikan pelatihan dengan metode TATAP. Oleh karena itu pelatihan dengan metode tatap efektif digunakan untuk meningkatkan pengetahuan literasi keuangan ibu rumah tangga.

Keywords

Bank Emok; financial literacy; housewives; TATAP method

Full Text:

PDF

References

[OJK] Otoritas Jasa Keuangan. (2016). Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan. Jakarta.

Akmal, H dan Yogi, E S. (2016). Analisis Tingkat Literasi Keuangan. Jurnal Ekonomi dan bIsnis Islam. Volume 1 Nomor 2 Juli- Desember 2016.

Bonate, P. L. (2000). Analysis of pretest-posttest designs. Chapman and Hall/CRC.

Brigham dan Houston. (2007). Essentials of Financial Management: Dasar-dasar Manajemen Keuangan. Terjemahan oleh Ali Akbar Yulianto. 2011. Jakarta: Salemba Empat.

Chen, H & Volpe, RP. (1998). An Analysis of Personal Financial Literacy among College Students. Financial Services Review, 7(2), 107-128.

Disney, R., & Gathergood, J. (2013). Financial literacy and consumer credit portfolios. Journal of Banking & Finance, 37(7), 2246–2254.

Georgarakos, D., & Inderst, R. (2014). Financial advice and stock market participation. Available at SSRN 1641302.

Gribbons, B., & Herman, J. (1997). True and quasi-experimental designs.

Ida dan Dwinta. C. H. (2010). Pengaruh Locus of Control, Financial Knowledge, Income terhadap Financial Management Behavior. Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol. 12 (3), 131-144.

Krishna, A., Rofaida, R. and Sari, M. (2010). Analisis tingkat literasi keuangan di kalangan mahasiswa dan faktor-faktor yang mempengaruhinya (Survey pada Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia). In Proceedings of The 4th International Conference on Teacher Education (pp. 552-560).

Latipun, H (2002). Penelitian Eksperimen. Malang: UMM Press

Lusardi, A dan O.S. Mitchell. (2014). The Economic Importance of Financial Literacy: Theory and Evidence. Journal of Economic Literature. 52(1), 5–44.

Silvi M & Yulianti N. (2013). Sikap Pengelola Keuangan Dan Perilaku Perencanaan Investasi Keluarga di Surabaya. Journal of Business and Banking, Vol. 3, No. 1, pp. 57-68.

Sukardi. (2011). Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Widdowson, D., & Hailwood, K. (2007). Financial literacy and its role in promoting a sound financial system. Reserve Bank of New Zealand Bulletin, 70(2).

World Bank. (2012). Financial Literacy Assessment Framework.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.