PENDAMPINGAN PEKERJA SOSIAL DALAM REHABILITASI SOSIAL ORANG DENGAN HIV AIDS (ODHA) IN SOCIAL WORKING ASSISTANCESOCIAL REHABILITATION OF PEOPLE LIVING WITH HIV AIDS (PLWHA)

Tateki Yoga tursilarini, Istiana Hermawati, Istiana Hermawati

Abstract



abstract

HIV-infected individuals, mostly showing changes in their psychosocial character such as living in stress, depression, feeling lack of social support. It takes someone who can accept the condition of PLWHA, for example medical personnel, social workers, social volunteers or institutions / institutions that care about PLWHA. PLWHA need social rehabilitation to restore and strengthen so that they can grow confidence in facing their suffering. This study aims to describe the qualifications of social workers; Describe the services of social workers in the social rehabilitation of PLWHA. Data sources are social workers, beneficiaries of PLHIV, social rehabilitation departments. Technique of collecting interview and observation data, qualitative descriptive data analysis.The research findings were educational qualifications for social workers at the Wasana Bahagia Ternate PLHIV Rehabsos Hall for six people who were majoring in Social Welfare, three non-Social Welfare people, and one high school social work. Social Workers have the duty and function to assist PLWHA from the initial process (assessment) to the end (termination). Social workers carry out networking; assessment; medication compliance; psychosocial assistance; mentoring social rehabilitation intervention processes: re-preparing families and communities. Recommendations, 1) Social Workers need to increase and add insight into knowledge about PLWHA; 2) Need to improve the mentoring techniques for PLWHA because knowledge develops very quickly; 3) Community education activities continue to be proclaimed about a healthy lifestyle and anti-discrimination against PLWHA awareness for the community about the dangers of contracting the HIVAIDS virus. At the lowest level at the RT / RW level, families, schools, communities, religious leaders need 2) Family alignments and the community towards PLWHA, so that they do not feel alone in living their future.Keywords: Mentoring, Social Workers, Social Rehabilitation, PLWHA

abstrak

Individu yang terinfeksi HIV, sebagianbesar menunjukkan perubahan dalam karakter psikososialnya seperti hidup dalam stres, depresi,merasa kurang adanya dukungan sosial. Dibutuhkan seseorang yang dapat menerima kondisi ODHA, misalnya tenaga medis, pekerja sosial, relawan sosial ataupun lembaga/institusi yang peduli terhadap ODHA.ODHA membutuhkan rehabilitasi sosial untuk memulihkan dan memperkuat agar mereka dapat tumbuh kepercayaan diri dalam menghadapi penderitaannya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kualifikasi pekerja sosial dan mendeskripsikan pelayanan pekerja sosial dalam rehabilitasi sosial ODHA.Sumber data adalah pekerja sosial, penerima manfaat ODHA, dan Kabid Rehabilitasi Sosial. Teknik pengumpulan data wawancara dan observasi, analisis data deskriptif kualitatif. Temuan penelitian adalah kualifikasi pendidikan pekerja sosial di Balai Rehabsos ODHA Wasana Bahagia Ternate enam orang pendidikan jurusan Kesejahteraan Sosial, tiga orang non Kesejahteraan Sosial, dan satu orang Sekolah Menengah Atas Pekerjaan Sosial. Pekerja Sosial memiliki tugas dan fungsi untuk melakukan pendampingan ODHA dari proses awal (assesmen) sampai akhir (terminasi). Pekerja sosial melaksanakan jejaring kerja; assesmen; kepatuhan minum obat; pendampingan psikososial; pendampingan proses intervensi rehabilitasi sosial: penyiapan kembali keluarga dan masyarakat.Rekomendasi, 1) Bagi Pekerja Sosial perlu peningkatan serta tambahan wawasan pengetahuan tentang ODHA; 2) Perlu peningkatan tentang teknik-teknik pendampingan terhadap ODHA karena pengetahuan berkembang dengan sangat cepat; dan 3) Kegiatan edukasi kepada masyarakat terus dicanangkan tentang pola hidup sehat dan anti diskriminasi terhadap ODHA penyadaran bagi masyarakat akan bahaya terjangkit virus HIVAIDS. Sampai di level paling bawah tingkat RT/RW, keluarga, sekolah, masyarakat, tokoh agama perlu 4) Keberpihakan keluarga dan masyarakat terhadap ODHA, agar mereka tidak merasa sendirian menjalani masa depannya.

Kata kunci: Pendampingan, Pekerja Sosial, Rehabilitasi Sosial, ODHA

 


Full Text:

PDF

References


. Pustaka Acuan

Bastaman, H. D. (1996). Meraih Hidup Bermakna: Kisah Pribadi Dengan Pengalaman Tragis.Jakarta: Paramadina

Chaudoir et al., 2011 Chaudoir, S.R., Fisher, J.D., and Simoni, J.M.2011. Understanding HIV disclosure:A review and application of thesisclosure processes model. Social Science & Medicine. 72(10): 1618-1629.

Chen, W.T., Starks, H., Shiu, C.S., Fredriksen Goldsen, K., Simoni, J., Zhang, F., Pearson, C., and Zhao, H. 2007. Chinese HIV-positive patients and their healthcare providers. ANS AdvNurs Sci. 30(4): 329-342. doi: 10.1097/01.ANS.0000300182.48 854.65.

Cotton, S., Puchalski, C.M., Sherman, S.N., Dkk. (2006). Spirituality And Religion In PatientsWith HIV/AIDS. J. Gen Intern Med, Vol. 5, 5-13.

Cotton, S., Tsevat, J., Szaflarski., et. All. (2006). Changes In Religiousness And SpiritualityAttributed To HIV/AIDS: Are There Sex And Race Differences. J. Gen Intern Med, Vol.5, 14-20.

Devito, J.A. 2013. The Interpersonal Communication Book. Thirteenthedition. Pearson. New York. p. 55-65.

Edi Suharto (2006), Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat, Bandung, Refika Aditama.

Enceng, Liestyodono, dan Purwaningdyah, (2008). Meningkatkan Kompetensi Aparatur Pemerintah Daerah dalam Mewujudkan Good Governance, Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS, Vol 2 Juni 2008: 12-15.

Hasyim .(2004).Mengakhiri Konflik LSM dan Pemerintah, Jakarta: Harian Kompas Sabtu 5 Juni 2004.

Hua, J., Emrick, C.B., Golin, C.E., Liu, K., Pan,J., Wang, M., Wan, X., Chen, W., andJiang, N. 2014. HIV and stigma inLiuzhou, China. AIDS Behav. 18(Suppl2): S203–S211. doi: 10.1007/s10461-013-0637-3.

Kennedy. & Liewelyn. (2006). Clinical Health Psychology. England: West Sussex.

Koeswara, E. (1992). Logoterapi: Psikoterapi Victor Frankl. Yogya: Kanisius.

Laporan kabupaten/kota Dinas Kesehatan tentang HIV/AIDS, Kementerian Kesehatan, 2018.

Lasmahadi, A. (2002). Sistem Manajemen SDM Berbasis Kompetensi. www.e-psikologi.com. Diunduh tanggal 2 Maret 2016 ..

Nasronudin. (2007). HIV & AIDS Pendekatan Biologi Molekuler, Klinis dan Sosial. Surabaya:Airlangga University Press..

Ogden, J. (2007). Health Psychology. New York: Mc Graw Hill Open University Press

Profil Balai Rehabilitasi Sosial ODH Wasana Bahagia di Ternate, (2019). Kota Ternate.

Reker, 2000 dalam Riri Fitria Burhan, dkk. Gambaran Kebermaknaan Hidup Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) serta Tinjauan Menurut Islam. Jurnal Psikogenesis, Vol. 2. No 2/ Juni 2014.

Rouleau, G., Côté, J., and Cara, C. 2012. Disclosure experience in a convenience sample of quebec-born women living with HIV: A phenomenological study. BMCWomen's Health. 12(37): 1-11. doi:10.1186/1472-6874-12-37.

Saragih, S. (1995). Membedah Dasar LSM, Jakarta: Puspa Suara.

Stegar dan Kashdan, 2007 dalam Riri Fitria Burhan, dkk. Gambaran Kebermaknaan Hidup Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) serta Tinjauan Menurut Islam. Jurnal Psikogenesis, Vol. 2. No 2/ Juni 2014.

Stutterheim, S. E., Sicking, L., Brands, R.,Baas, I., Roberts, H., van Brakel, W. H.,and Bos, A. E. R. 2014. Patient andprovider perspectives on HIV and HIVrelatedstigma in Dutch health caresettings. AIDS Patient Care and STDs.28(12): 652-665. doi:10.1089/apc.2014.0226.

Stutterheim, S.E., Sicking, L., Baas, I., Brands,R., Roberts, H., van Brakel, W.H.,Lechner, L., Kok, G., and Bos, A.E.R.2016. Disclosure of HIV status tohealth care providers in theNetherlands: A qualitative study.Journal of the Association of Nurses inAIDS Care. 27(4): 485-494. doi:10.1016/j.jana.2016.02.014.

Sugiyanto. (2002).Lembaga Sosial, Yogyakarta: UGM.

Undang-undang No 11 Tahun 2009 Tentang Kesejahteraan Sosial

Undang-Undang No. 23/2014 tentang Pemerintah Daerah, yang menggantikan UU No. 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah yang lama.

http://babesrehab.bnn.info/index.php/pelayanan/rehabilitasi-sosial, diunggah 27 Juli 2019.

http://rri.co.id/post/berita/351728/nasional/jangkau_pelayanan_hivaids_kemensos_alihfungsikan_panti_sosial_di_daerahdaerah.html, diakses 6 Agustus 2019 jam 10:24




DOI: https://doi.org/10.31105/jpks.v18i2.1805

DOI (PDF): https://doi.org/10.31105/jpks.v18i2.1805.g965

Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times