Implementasi Program Kampung Ramah Anak: dari Kampung Hitam Menuju Layak Anak

Chatarina Rusmiyati, Eny Hikmawati
Abstract views: 4 | views : 7

Abstract

Abstract

Children are the nation successor that need to be protected in order to be able to grow up to become qualified and will not be a burden to the development of the country in the future. Children growth and development can be stimulated through activity of playing. This is why it is needed to create a certain condition that enables children to play safely and healthily which is called children-friendly environment. City or District or village Government’s role and the society’s role is important in realizing children-friendly kampong as the implementation of City or District policy that is feasible for children. This research is aimed to know the implementation of children-friendly kampong at Badran, Yogyakarta. Kampong of Badran is chosen as research location on the based of Badran is the kampong where the first trial of forming children-friendly kampong in Yogyakarta and is turning out well.The research subjects are those directly involved in the implementation of children-friendly kampong, consisting of government authoritative personnel, the task force team and the society, while the research objects are the implementation of children-friendly kampong, supporting factors and its obstacles. The research is conducted through a qualitative descriptive approach and that of indepth interview method and observation. The data is analyzed descriptively by understanding the observation result data and interview so that it describes the implementation of children-friendly kampong or Kampung Ramah Anak (=KRA). The research result shows that the implementation of children-friendly kampong that refers to the 7 indicators of evaluation describes the good result in which the 7 indicators are fulfilled so that it is able to build up parents’ and society’s awareness of the importance of protecting and fulfilling children rights. It creates a certain condition that enables to fulfill children rights through children-friendly kampong manifestation, yet enforces the potential of growing up optimally for children towards the condition of carrying out Indonesian children welfare.

Keywords: program  implementation; children-friendly kampong; children welfare

 

 

Keywords

program implementation; children-friendly kampong; children welfare

Full Text:

PDF

References

Budi Andayani dan Koentjoro. (2014). Peran Ayah Menuju Coparenting. Sidoarjo: Laros

Direktorat Kesejahteraan Sosial Anak. (2011). Pedoman Operasional Pelaksanaan Program Kesejahteraan Sosial Anak. Jakarta: Kementerian Sosial RI

Elly Kuntjorowati. (2016). Anak Tumbuh Cerdas dan Sehat Berkat Program Keluarga Harapan. Yogyakarta: Total Media

Ikawati. (2014). Keterlibatan Orang Tua dalam Kegiatan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial.

Volume 13 No. 3, September 2014.Hal. 279-293.

Kartini Kartono. (2007). Patologi Sosial. Bandung: CV. Rajawali

Kandi Sekarwulan. (2013). Kota Ramah Anak. Sahabat Kota. 8 Oktober 2013. diakses 4 Maret 2014

Kementerian Sosial. 2011. Panduan Bagi Fasilitator Untuk Pekerja Kesejahteraan Anak. Jakarta: Kementerian Sosial dan Unicef

Leni. (2014). Kebijakan Sekolah Ramah Anak. Disampaikan dalam Sosialisasi Kebijakan Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Lexy Moleong. (2010). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya

Mansur. (2011). Pendidikan Anak Usia Dini Dalam Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Mayke S. Tedjasaputra. (2013). Pentingnya Faktor Lingkungan Dalam Mendukung Perkembangan Anak, diakses 28 Maret 2014

Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan. (2009). Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan RI No. 2 Tahun 2009 tentang Kebijakan Kabupaten/Kota Layak Anak

--------------------. (2011). Peraturan Pemerintah No. 11 Tahun 2011 Tentang Kebijakan Pengembangan Kabupaten/Kota Layak Anak

--------------------. (2011). Peraturan Pemerintah No. 13 Tahun 2011 Tentang Panduan Pengembangan KRA

--------------------. (2011). Peraturan Pemerintah No. 14 Tahun 2011 Tentang Panduan Evaluasi Kabupaten/Kota Layak Anak

---------------------. (2010). Nomor 14/2010 Petunjuk Teknis Kabupaten/Kota Layak Anak di Desa/Kelurahan.

Mohamad Surya. (2003). Bina Keluarga. Semarang: Aneka Ilmu

Mulia Astuti, dkk. (2013). Kebijakan Kesejahteraan dan Perlindungan Anak.Studi Kasus Evaluasi Program Kesejahteraan Sosial Anak di Provinsi DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Provinsi Aceh. Jakarta: P3KS Press

Nurdin Widodo, dkk. (2011) Evaluasi Program Perlindungan Anak Melalui Rumah Perlindungan Sosial Anak, Jakarta: P3KS Press

Patriot. (2012). Badran Kampung Ramah Anak. Tabloid Medan Kamba Edisi 1 Oktober 2012.

Pemkot Yogya. (2013). Komitmen Wujudkan Kota Layak Anak. http://www.jogjakota.go.id /news/pemkot-yogya-komitmen-wujudkan-kota-layak-anak-tahun-ini-targetkan-32-kampung-ramah-anak#sthash.dR7hAiGP.dpuf. diakses 17 Februari 2014

Permono, Hendarsin, Dr. (2013). Peran Orang Tua dalam Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak untuk Membangun Karakter Anak Usia Dini. Jakarta: Prosiding Seminar Nasional Parenting

Selaras. (2014). Merokok Menggali Tubuh Sendiri. Volume: 35/Th.III/2014

Slamet Santoso. (2010). Teori Teori Psikologi Sosial. Bandung: Rafika Aditama

Soewarno Handayaningrat. (1996). Pengantar Studi Ilmu Administrasi dan Manajemen. Jakarta: PT. Gunung Agung

Suradi. (2009). Masalah Sosial dan Kesejahteraan Sosial Jilid I. Yogyakarta: Citra Media

Suradi. (2013). Problema dan Solusi Strategis Kekerasan Terhadap Anak. Informasi Permasalahan dan Usaha Kesejahteraan Sosial Volume 18, N0. 03. September-Desember 2013. Hal 183-201

Undang Undang No 23/2002 Tentang Perlindungan Anak, Perubahan Undang Undang No. 23 Tahun 2002

Zulkifli L. (2009). Psikologi Perkembangan. Bandung: Penerbit PT Rosdakarya

Refbacks

  • There are currently no refbacks.