Alergi Mengemis Demi Sejahterakan Keluarga Kajian Kemandirian Gepeng di Pasuruan

tyaseko raharjo

Abstract


 

abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemandirian Gepeng melalui keterpenuhan kebutuhan keluarga, baik fisik, psikis, dan sosial. Pendekatan yang digunakandeskriptif kualitatif untuk mengungkap kemandirian Gepeng dalam pemenuhan kebutuhan keluarga. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Pasuruan dengan setting lokasi pemukiman desaku menanti Desa Prodo  Kecamatan Winongan. Sumber data ditetapkan secara purposive, kepala keluarga penerima manfaat desaku menanti yang telah mendapatkan bimbingan keterampilan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan pedoman, observasi, telaah dokumen dan kepustakaan, dengan analisis data secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa keluarga penerima manfaat telah mampu dalam pemenuhan kebutuhan keluarga. Upaya pemenuhan kebutuhan dengan melakukan pekerjaan pokok dan ditembah dengan kepemilikan pekerjaan sampingan yang dilakukan anggota keluarga. Keterpenuhan kebutuhan keluarga tersebut meliputi kebutuhan fisik, psikis, dan kebutuhan sosial. Direkomendasikan agar Kementerian Sosial bersinergi dengan pemerintah daerah yang menjadi lokasi program desaku menanti untuk melakukan monitoring dan bimbingan secara berkala. Berkait dengan penelitian ini maka Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur dan Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan menjadi sentral dalam melakukan bimbingan terhadap keluarga penerima manfaat eks Gepeng.

 


Keywords


Kata Kunci: Pemenuhan kebutuhan; Gelandangan dan Pengemis; Desaku menanti

Full Text:

PDF

References


Pustaka Acuan

Arif Rohman, (2013). Program Desaku Menanti: Rehabilitasi Sosial Gepeng Terpadu Berbasis Desa. http:arifrohmansocialworker.blogspot.co.

C. Pramuwito. 1999. Penelitian Ujicoba Model Pelayanan Kesejahteraan Sosial Usia senja Berbasis Masyarakat. B2P3KS. Yogyakarta.

Deddy Mulyana, (2001). Metode Penelitian Kualitatif. Rake Sarasin Yogyakarta.

Edi Suharto. (2010). Pembangunan, Kebijakan Sosial dan Pekerjaan Sosial: Percikan Pemikiran. Bandung: LSP..

Ganes Gunansyah. (2015). Masalah Sosial Gepeng. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya Fakultas Ilmu Pendidikan.

Haryanto, Sindung. (2011). Sosiologi Ekonomi. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media

Irsan Suani. (2015). Masalah Gepeng di Kota Makasar. Makasar: Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makasar.

Noeng Muhajir. 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif. Rake Sarasin. Yogyakarta.

Rizky Dwitanto Putro. (2015). Pembinaan Pengemis, Gelandangan dan Orang Terlantar (PGOT) di Balai Rehabilitasi Sosial Samekto Kartin Pemalang. Semarang:

Peraturan Menteri Sosial. (2013) tentang Standar Nasional Sumber Daya Manusia Penyelenggaraan Kesos.

Peraturan Pemerintah No. 31, (1980). Penanganan Masalah Gelandangan dan Pengemis.

Keputusan Presiden No. 40, (1983). Koordinasi Penaggulangan masalah Gelandangan dan pengemis.

Yusmanu, (2017). Sejarah Berdirinya Pemukiman Gepeng di Pasuruan. Dinas Sosial Provisi Jawa Timur.




DOI: https://doi.org/10.31105/jpks.v17i3.1426

DOI (PDF): https://doi.org/10.31105/jpks.v17i3.1426.g861

Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times