Social Function of “Rice for Poor” on Poor Family

Setyo Sumarno

Abstract


The research was conducted to provide certainty “rice for poor” program can provide social protection to the poor. Some of the conditions that must be comply with the objektives of “rice for poor” program were right in target, amount, quality, price, time, and administration, better known as 6 T. The research result showed that they found irregularities such
as Bagito case (Shared each other equally), change in unit targets, indicators of poverty, and a lack of valid data, so the indicators of 6 T success yet to be realized. Referring to the problems mentioned above, it was clear that to achieve the 6 T indicators in”rice for poor” program itself still can not be achieved, that was still far to the main objective of social
protection that should cover: to prevent and reduce the risk of human experience to avoid severe and prolonged misery; to increase the willingness of vulnerable groups to face and out of poverty, misery and social-economic insecurity; to allow the disadvantaged groups to have a dignified standard of living so that poverty will not be passed on from one generation
to another. To achieve the desired objectives needed for improvement in both social protection and distribution of “rice for poor” quota mechanism, data problem, poverty indicators, the efforts to provide social protection to low-income people need to be reformed, especially with the meaning of social protection associated with the quota of rice for the poor, rice quality, delivery mechanisms, the problem of data, anda indicators of poverty.

Keywords


Social Function; Rice for the Poor; Poor Families

Full Text:

PDF

References


Astrida Dwi Kusumawardhani, (2008). Studi Implementasi Kebijakan Beras untuk Rumah Tangga Miskin (Raskin) di Kelurahan Barusari. Semarang: Resume Skripsi Program Studi Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro.

Anwar Sitepu, (2014). Faktor-Faktor Penyebab Ketidaktepatan Rumah Tangga Sasaran – Penerima Manfaat Program Subsidi Beras bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (Raskin)

Balitbangkes, (2013).Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2013. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI.

Bappenas, (2003). Sistem Perlindungan dan Jaminan Sosial (Suatu Kajian Awal). Jakarta: Direktorat Kependudukan, Kesejahteraan Sosial, dan Pemberdayaan Perempuan Bappenas.

Bambang Widianto, (2013). Penyempurnaan Penyaluran Program Raskin Menggunakan Kartu (Bahan paparan). Jakarta: TNP2K.

DuBois Brenda L. & Miley Karla Krogsrud., (1992). Social Work: an empowering profession. Boston: Allyn and Bacon.

Edi Suharto, (2006). Kebijakan Perlindungan Sosial bagi Kelompok Rentan dan Kurang Beruntung (Analisis kebijakan dalam perspektif ketahanan sosial

masyarakat). Jakarta: Pusat Pengembangan Ketahanan Sosial Masyarakat, Balatbang, Depsos RI.

Edi Suharto, (2009). Kemiskinan dan Perlindungan Sosial di Indonesia: Menggagas Model Jaminan Sosial Universal Bidang Kesehatan. Bandung: Alfabeta Bandung.

Faturochman, (2001). Revitalisasi Peran Keluarga (Artikel dalam Buletin Psikologi, Tahun IX Nomor 2, Desember 2001).

Garcia, A. Bonilla dan Gruat, J.V., (2003). Social Protection. Geneva: International Labour Organization.

Harry Hikmat, (2013). Kriteria dan Angka Kemiskinan di Indonesia (Bahan paparan disampaikan pada Social Work Update 2013 di Bandung, 26 Juni 2013).

Haviland, W.A. (2003). Anthropology. Wadsworth: Belmont, CA.

Jamhari, (2012). Efektifitas Distribusi Raskin di Perdesaan dan Perkotaan Indonesia (dalam Jurnal Ekonomi Pembangunan Volume 13, Nomor 1, Juni 2012, hlm.132- 145). Jogyakarta: Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada

Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, (2012). Pedoman Umum Penyaluran Raskin Tahun 2012: Subsidi Beras untuk Masyarakat Miskin. Jakarta: Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat.

Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, (2013). Pedoman Umum Raskin Tahun 2013: Subsidi beras untuk Masyarakat Miskin. Jakarta: Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat.

Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, (2014). Pedoman Umum Raskin. Jakarta: Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat.

Kementerian Sosial RI dan Badan Pusat Statistik, (2012). Analisis Data Kemiskinan Berdasarkan Data Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS). Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial,

Kementerian Sosial RI.

KPK, (2014). Kajian Kebijakan Subsidi beras bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (Raskin).

Jakarta: Direktorat Penelitian dan Pengembangan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Kemenko Kesra, (2014). Evaluasi Triwulan I Program Subsidi Beras bagi Masyarakat Berpendapatan Rendah (Bahan paparan pada Rakor Tikor Raskin Pusat). Jakarta: Kemenko Kesra.

Lembaga Penelitian Smeru, (2008). Efektivitas Pelaksanaan Raskin. Jakarta: Lembaga Penelitian Smeru.

Presiden RI, (2010) Peraturan Presiden RI Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2010-2014 Buku II Memperkuat Sinergi Antar Bidang Bab I Pengarus utamaan dan Lintas Bidang. Jakarta: Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Mariyam Musawa, (2009). Studi Implementasi Program Beras Miskin (Raskin) di Wilayah Kelurahan Gajah Mungkur Kecamatan Gajah Mungkur Kota Semarang (Tesis Program Magister Administrasi Publik Program

Pascasarjana UNDIP). Semarang: Undip.

Menko Kesra, (2012). Sambutan pada Acara Rapat Koordinasi Pelaksanaan Penyaluran Raskin Menggunakan Kartu, Jakarta: Kemnko Kesra




DOI: https://doi.org/10.31105/jpks.v14i3.1325

DOI (PDF): https://doi.org/10.31105/jpks.v14i3.1325.g732

Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times