Men in Zero Point: Stamping out Drugs Double Epidemic and HIV-AIDS through Harm Reduction

Sunit Agus Tri Cahyono, Trilaksmi Udiati

Abstract

The main cause of drugs and HIV-Aids double epidemic in Indonesia is the change of using pattern from smoking to injection and the widespread of injection (IDU-Penasun) use among abusers, which in general having human capital weakness, or logical weakness, so they depend on drugs without awareness of its infectious contamination which threaten
them. They are not aware that “gold bridge” of contamination and spread HIV-AIDS virus is not-sterilized injection needle use by turns. One of efforts to prevent HIV-AIDS virus contagion among injecting abusers is harm reduction (HR), in Indonesian terminology called the reduction of drugs bad effect. The main goal of this program is cutting contagious
link of HIV-AIDS virus, from the main to special goal in Penasun community (injection use). In its implementation, HR program faces several handicaps, one of them is there has been yet a legitimating law conducting the program; sociology and religious handicaps related to Indonesia norm; budget and geographical handicaps because of the wide area and its
outreach that need huge budget to implement the program; to anticipate those handicaps, the implementation of harm reduction needs good consideration to protect and safe people from double epidemic drugs and HIV-AIDS with still holding socio-culture, and Indonesian identity.

Keywords

Double Epidemics; HIV; AIDS; Harm Reduction

Full Text:

PDF

References

Dewi Ema Anindia.(2013). Mengerikan!! Penderita AIDS di Indonesia Terus Naik!. http:// indocropcircles. wordpress.com/2013/12/01/angka-penderita-aids-diindonesia- terus-naik/. 1 Desember 2013

Elizabeth Pisani. Mengestimasikan jumlah penasun di Indonesia. http://www.scribd.com/doc/153672613/ Mengestimasikan-Jumlah-Penasun-Di-Indonesia.

Fanny Yonathans Poyk. (2006). Narkoba Sayonara Sebuah Kesaksian. Jakarta; Erlangga

Herdiana Pribadi. (2013). Menangkal Narkoba, HIV-AIDS, Serta kekerasan. Bandung: Remaja Rosdakarya

Niken Melani, dkk. (2013) HIV-AIDS Kita Perlu Peduli. Yogyakarta: Fitrayana

Nurul Asfiah. (2011). Pencegahan penyebaran hiv/aids Melalui penguatan budaya. HUMANITY, Volume 6, Nomor 2, Maret 2011: http://ejournal.umm.ac.id/ index.php/humanity/NurulAsfiaharticle/view/1394.

Riono, P., Jazant, S. (2004). The Current Situation of the HIV/AIDS Epidemic in Indonesia. Aids Education and Prevention, 16, Supplement A, 78-90. The

Guilford Press.

Sotyati. (2013). Epidemi HIV/AIDS Mengarah ke Anak-anak Muda.http://www.satuharapan.com/read-detail/ read/epidemi hivaids-mengarah-ke-anak-anak-muda. 30 November 2013

Rizalnursetyo. (2012).Sosialisasi Pengurangan Dampak Buruk Napza Suntik.http://rizalnursetyo. blogspot. com /2012/06 /sosialisasi-pengurangan-dampak buruk. html

Subagyo Partodiharjo. (2008). Kenali Narkoba dan Musuhi Penggunaannya. Jakarta: Erlangga

Tana Susilowati. (2011). Modul Pengobatan dan Perawatan Pasien HIV dan AIDS Panduan Pelatihan Klinis bagi Tenaga Kesehatan di Puskesmas dalam

Pengobatan dan Perawatan Orang yang Terinfeksi HIV Bagian A. Yogyakarta: Center for Health Policy and Social Change (CHPSC)

Tina Afiatin.(2010).Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba dengan Program Aji. Yogyakarta: Gajahmada University Press)

———————. (2007). SurveilansTerpaduBiologis Perilaku(STBP) Pada Kelompok Berisiko Tinggi di Indonesia. Jakarta

————————.(2014).http://baranews.co/tantangan. bagi pemerintahbaru.menurunkan.insiden,infeksi. hiv-aids, diakses 20 Agustus 2014

————————. (2014).Napzanaskah -pidato-Bahaya Narkoba.html.www.google.co.id. diakses 21 Oktober 2014

————————.(23 Oktober 2012). Narkoba. Merdeka Com. www.google.co.id.Diakses 5 Oktober 2014

————————.(2014).hivaidsclinic.wordpress.com. Epidemiologi dan Angka Kejadian HIV-AIDS di Indonesia dan Dunia, diakses 17 September 2014. hivaidsclinic.wordpress.com.diakses 17 September 2014.

————————. (2011). PedomanMengurangidampak Buruk Narkoba di AsiaEdisi Indonesia. Jakarta: Tim Warta AIDS

————————. (2011).Ringkasan Eksekutif Survei Nasional Perkembangan Penyalahgunaan Narkoba di Indonesia Tahun 2011.www.google.co.id.

www.kebijakanaidsindonesia.http://yuraravensca. blogspot.com/2014/01/perkembangan-hiv-danaids- di-indonesia.html.www.google.co.id.diakses 1 November 2014. Tempat rehabilitasi Narkoba masih terbatas, 25 juni 2014.

http://newsbnn.wordpress.com/2014/06/page/2/. www.google.co.id. Diakses 3 September 2014.

Arinto, CorrectionalRules For Inmates, Kamis, 07 April

——————.Napza Suntik, HIV, & Harm Reduction. http://hrpkbijabar.files.wordpress.com/2008/11/ buku-hr_01_isi1.pdf.www.google.co.id. Diakses 7 September 2014

Footnotes

Reduction adalah sebuah strategi untuk mengurangi dampak buruk dari kegiatan atau perilaku yang beresiko, pada dasarnya harm reduction itu sudah sering dilakukan dalam kehidupan sehari-hari misalnya menggunakan helm pada saat mengendarai sepeda motor. Penggunaan Napza terjadi di seluruh dunia dan infeksi HIV pada kalangan pengguna Napza suntik (penasun) telah teridentifikasi pada lebih dari 144 negara. Penyebaran Pesat HIV pada kalangan penasun pada tahun 80-an memberikan momentum bagi pengurangan dampak buruk.

Dengan prevalensi lebih dari lima persen dalam populasi resiko tinggi, Indonesia masuk dalam taraf epidemi terkonsentrasi HIV-AIDS. Kondisi itu tentu saja mengkhawatirkan. Perkembangan HIV-AIDS di Indonesia sejak kasus pertama pada 1987 hingga akhir September 2012 terus berkembang di 33 propinsi, pada 34 kabupaten/kota dari 504 kabupaten/kota di

seluruh Indonesia.

Schizophrenia” Concise Medical Dictionary. Oxford University Press, 2010. Oxford Reference Online. Maastricht University Library. 29 Juni 2010 prepaid subscription only. http://id.wikipedia.org/wiki/Skizofrenia. Diakses 4 Oktober 2014.

Skizofrenia adalah gangguan mental yang ditandai dengan gangguan proses berpikir dan tanggapan emosi yang lemah. Keadaan ini pada umumnya dimanifestasikan dalam bentuk halusinasi, paranoid, keyakinan atau pikiran yang salah yang tidak sesuai dengan dunia nyata yang dibangun atas unsur yang tidak berdasarkan logika, dan disertai dengan disfungsi sosial, serta pekerjaan yang signifikan

Overdosis atau kelebihan dosis terjadi akibat tubuh mengalami keracunan akibat obat. OD sering terjadi bila menggunakan Narkoba dalam jumlah banyak dengan rentang waktu terlalu singkat, biasanya digunakan secara bersamaan antara putaw, pil, heroin digunakan bersama alkohol. Atau menelan obat tidur seperti golongan barbiturat (luminal) atau obat penenang (valium, xanax, mogadon/BK). Overdosis dapat terjadi kepada siapapun pengguna Napza, overdosis terjadi ketika: (1)Seseorang belum pernah menggunakan

(2) Menggunakan lebih banyak zat dari takaran yang digunakan sebelumnya (3)Mengkombinasi zat yang digunakan (mix zat) yang memiliki karakteristik atau efek yang sama (4) Tingkat kemurnian zat (yang pure / asli) saat digunakan dengan jumlah setara dengan jenis barang dengan tingkat kemurnian yang lebih rendah. Artinya kita tidak pernah mengetahui kemurnian barang yang digunakan, sehingga overdosis bisa terjadi kapanpun.Overdosis dapat berakibat fatal dan mengakibatkan kematian apabila tidak segera diselamatkan/ditolong.

Dewi Ema Anindia. (2013). Mengerikan!! Penderita AIDS di Indonesia Terus Naik!. http:// indocropcircles. wordpress.com/2013/12/01/angka-penderita-aids-diindonesia- terus-naik/. 1 Desember 2013

Nurul Asfiah. (2011). Pencegahan penyebaran hiv/aids Melalui penguatan budaya HUMANITY, Volume 6, Nomor 2, Maret 2011: http://ejournal.umm.ac.id/index. php/humanity/Nurul Asfiah article/view/1394.

Sotyati. (2013). Epidemi HIV/AIDS Mengarah ke Anak-anak Muda. http://www.satuharapan.com/read-detail/ read/epidemi hivaids-mengarah-ke-anak-anak-muda. 30 November 2013

Laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL= Laki-laki Suka Laki-laki) Liz Highleyman.2012. Infeksi HIV baru menurun untuk perempuan AS berkulit hitam dan masih meningkat untuk laki-laki gay muda. http://www.spiritia.or.id/news/bacanews. php?nwno=3179&gg=1

Riono, P., Jazant, S., 2004. The Current Situation of the HIV/AIDS Epidemic in Indonesia. Aids Education and Prevention, 16, Supplement A, 78-90. The Guilford Press.

Terapi antiretroviral (ART) berarti mengobati infeksi HIV dengan beberapa obat. Karena HIV adalah retrovirus, obat ini biasa disebut sebagai obat antiretroviral (ARV). ARV tidak membunuh virus itu. Namun, ART dapat melambatkan pertumbuhan virus. Waktu pertumbuhan virus dilambatkan, begitu juga penyakit HIV. ART hanya berhasil jika dipakai secara patuh,

sesuai dengan jadwal, biasanya dua kali sehari, setiap hari. Kalau dosis terlupa, keefektifan terapi akan cepat hilang. (Terapi Antiretroviral (ART). http://spiritia. or.id/li/bacali.php?lino=403)

Satu akibat dari infeksi HIV adalah kerusakan pada sistem kekebalan tubuh kita. HIV membunuh satu jenis sel darah putih yang disebut sel CD4. Sel ini adalah bagian penting dari sistem kekebalan tubuh, dan jika ada jumlahnya kurang, sistem tersebut menjadi terlalu lemah untuk melawan infeksi.

Tana Susilowati. (2011). Modul Pengobatan dan Perawatan Pasien HIV dan AIDS Panduan Pelatihan Klinis bagi Tenaga Kesehatan di Puskesmas dalam Pengobatan dan Perawatan Orang yang Terinfeksi HIV Bagian A (Bab I-V). Yogyakarta: Center for Health Policy and Social Change (CHPSC)

Lembaga Pelopor Perubahan. (2010). Penguatan Pelayanan Harm Reduction bagi Pengguna Napza Suntik. Semarang: hal 15

Penasun adalah setiap orang yang pernah atau masih menggunakan Narkoba baik legal maupun illegal dengan cara disuntikkan.

Infeksi Menular Seksual adalah infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual. Infeksi Menular Seksual akan lebih beresiko bila melakukan hubungan seksual dengan bergonta ganti pasangan, baik melalui vagina, oral maupun anal.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.