LANDASAN FILOSOFIS PEMBERDAYAAN KOMUNITAS ADAT TERPENCIL

Rusmin Tumanggor
DOI: https://doi.org/10.33007/inf.v12i1.982
Abstract views: 53 | views : 15

Abstract

Peoples had equality of living right. To moved, to creation, to critics, to request or to reject, obedient or denial, to defend our self in all of situation to fulfill the opinion of living need. This condition must be democratic protection. The bone as much white, the blood as much red, to ramble and to buried around in the surface of the world. World view of Manado, “all of peoples
always friendship”, World view of Melayu “The world where to stand, there the sky to uphold”. To share joys and sorrows, utopist of Indonesia. The meaning of lived reality everybody separated with the differences, especially for the indigenous people. So, we must build their solidarity to improve their live and leave the backward. The concept of philosophy based on the universe components.
Key Words : philosophy, empowerment, indigenous people

References

Benny Setia Nugraha, Ibnu Hamad, La Tofi (Ed.) 2005. Investasi Sosial. Jakarta: Penerbit La Tofi Enterprise.

Direktorat Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil, 2003, Pedoman Sistem Monitoring dan Evaluasi Indikator Kinerja Program Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil. Jakarta: Ditjen Pemberdayaan

Sosial, Departemen Sosial RI. Departemen Sosial RI, 2006, Panduan Perlindungan dan Advokasi Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil. Jakarta: Ditjen Pemberdayaan Sosial, Departemen Sosial RI.

Bukkyo Dendo Kyokai (Buddist Promoting Foundation). 1985, The Teaching of Buddha. Tokyo Japan: Bukkyo Dendo Kyokai.

Eko Wijayanto, dkk 2002 Visi Baru Kehidupan: Kontribusi Fritjof Capra dalam Revolusi Pengetahuan dan Implikasinya pada Kepemimpinan. Jakarta: Penerbit PPM, dan lain-lain.

G. Pudja dan Tjokorda Rai Sudharta. 1973, Manawa Dharmacastra (Manu Dharmacastra) atau Weda SMTRI (Compendium Hukum Hindu). Jakarta: Lembaga Penterjemah Kitab Suci Weda.

Ignas Tri, dkk. 2006, Mewujudkan Hak Konstitusional Masyarakat Hukum Adat: Himpunan Dokumen Peringatan Hari Internasional Masyarakat Hukum Adat Sedunia, 9 Agustus 2006, Jakarta: Terbitan Komisi Nasional Hak Asasi

Manusia.

Koentjaraningrat. 1990, Sejarah Teori Antropologi II, Jakarta: UI Press

Kamanto Sunarto. Pengantar Sosiologi (Edisi kedua), Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Lembaga Al Kitab Indonesia.

Al Kitab (Old and New Testament). Jakarta: Lembaga Al Kitab Indonesia.

Lembaga Penterjemah Kitab Suci Agama Buddha. 1983, Sutta Pitaka: Digha

Nikaya. Jakarta: Terbitan Dirjen Bimbingan Masyarakat Hindu dan Buddha Depag RI.

Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) Tt Su Si (Kitab Yang

Empat): Terjemahan Asli dari Su Si berhuruf Han yang telah diperbaiki oleh Team Penyempurna Terjemahan Su Si pada tahun 1970. Tanpa Tempat: Terbitan MATAKIN.

M. Junus Melalatoa. 1995, Ensiklopedi Suku Bangsa di Indonesia. Jld A-Z. Jakarta: Proyek Pengkajian dan Pembinaan Nilai-Nilai Budaya, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Direktorat Jenderal Kebudayaan, Departemen

Pendidikan Dan Kebudayaan. Pusat Pengembangan Ketahanan Sosial

Masyarakat. 2006,

Keputusan Menteri Sosial RI No.12/HUK/2006 Tentang Model Pemberdayaan Pranata Sosial Dalam Mewujudkan Masyarakat Berketahanan Sosial. Jakarta: Balatbangsos Depsos RI

Rahmat Hidayat. 2003, Atlas Nasional Persebaran Komunitas Adat Terpencil.

Jakarta: Direktorat Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil Ditjen

Pemberdayaan Sosial, Departemen Sosial RI.

Soraya Devy, dkk, 2004, Politik dan Pencerahan Peradaban, (Editor: Farid

Wajdi Ibrahim, Cs), Banda Aceh: Ar- Raniry Press.

T.M. Hasbi Ashshiddiqi, dkk, 1979, Al Quran dan Terjemahnya. Jakarta:

Terbitan Yayasan Penyelenggara Penterjemah/Pentafsir Al-Quran.

Thohir Luth. 2002, Masyarakat Madani: Solusi Damai Dalam Perbedaan. Jakarta: Penerbit Media Cita.

Tim Redaksi Fokusmedia, 2004, UUD ’45 Dan Amandemennya. Jakarta: Penerbit Fukusmedia

Tebtebba Foundation. 2006, UN Declaration on The Rights of Indigenous Peoles & Programme of The Second International Decade of The World’s Indigenous People. Baguio City, Philippines: Published by Tebtebba Foundation.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.