PARA PEKERJA PREKARIAT : Studi Kasus Para Pekerja Sepatu di D’arcadia Treasure, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat

Main Article Content

Anisa Nuraini Swadesi
Semiarto Aji Purwanto

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberi gambaran mengenai kondisi sosial pekerja pada industri sepatu. Pada kondisi prekariat (prekaritas) yang penuh ketidakpastian, mereka harus membuat keputusan untuk memilih tetap berada dalam industri tersebut atau keluar. Secara khusus akan dicermati strategi apa saja yang akan mereka lakukan untuk dapat terus bertahan dalam industri sepatu. Secara teoritis, penelitian ini berangkat dari pandangan Tsing (2015) tentang kondisi para pekerja yang penuh dengan ketidakpastian, namun dibalik semua itu ada berbagai hal yang dapat dijadikan sebagai pegangan hidup yang memungkinkan mereka bertahan. Penelitian dilakukan secara kualitatif di bengkel sepatu d’Arcadia Treasure, di kampung Sanding, desa Bojongnangka, kecamatan Gunung Putri, kabupaten Bogor dengan mengandalkan pengamatan terlibat, wawancara mendalam, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para pekerja sepatu tersebut memiliki cara bertahan dengan melakukan hubungan sosial berdasarkan kesamaan tempat belajar, kecocokan pertemanan, hubungan kekerabatan, asal daerah, dan generasi

Article Details

How to Cite
Swadesi, A. N., & Purwanto, S. A. (2017). PARA PEKERJA PREKARIAT : Studi Kasus Para Pekerja Sepatu di D’arcadia Treasure, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat. Sosio Informa: Kajian Permasalahan Sosial Dan Usaha Kesejahteraan Sosial, 3(3). https://doi.org/10.33007/inf.v3i3.938
Section
Articles

References

Bruner, E. M. (1986). Experience and Its Expressions. In V. W. Turner, E. M.

Bruner, V. W. Turner, & E. M. Bruner (Eds.), The Anthropology of Experience (pp. 3-29). Chicago: University of Illionis Press.

Chaniago, A. (2001). Gagalnya pembangunan: kajian ekonomi politik terhadap akar krisis Indonesia. Jakarta: LP3ES.

Chotim, E. E. (1994). Subkontrak dan implikasinya terhadap pekerja perempuan: kasus industri kecil batik Pekalongan. Bandung: Akatiga.

Dahana, B. T., Mufakhir, A., & Arifin, S. (2016). Dari Mana Pakaianmu Berasal? Upah dan Kondisi Kerja Buruh Industri Garmen, Tekstil dan Sepatu di Indonesia. Bogor: Lembaga Informasi Perburuhan Sedane (LIPS). http://majalahsedane.org/2016/05/dari-mana-pakaianmu-berasal/ diakses tanggal 14 Oktober 2016

Hugo, G. J. (1982). Circular Migration in Indonesia. Population and Development Review, 8, 59-83. http://www.jstor.org/stable/1972690 diakses tanggal 29 April 2017

ILO. (2003). Pekerja Anak di Industri Sepatu Informal di Jawa Barat: Sebuah Kajian Cepat. Jakarta: Kantor Perburuhan Internasional.

Manning, C. &. (1985). Urbanisasi, pengangguran dan sektor informal di kota. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Ong, A. (1987). Spirits of Resistance and Capitalist Discipline: Factory Women in Malaysia. Albany: State University of New York Press .

Safaria, A. F., Suhanda, D., & Riawanti, S. (2003). Hubungan Perburuhan di Sektor Informal: Permasalahan dan Prospek. Bandung: Yayasan Akatiga.

Schneider, E. V. (1986). Sosiologi Industri. Jakarta: Aksara Persada.

Setia, R. (2005). Gali Tutup Lubang itu Biasa. Strategi Buruh Menanggulangi Persoalan. Bandung: Akatiga.

Smyth, I., Saptari, R., & Maspiyati. (1994). Flexible Specialization and Small-scale Industries: An Indonesian Case Study. Geneva: International Labour Office.

Spradley, J. P., & McCurdy, D. (1975.). Anthropology: The Cultural Perspective. New York: John Wiley and Sons, Inc,.

Standing, G. (2011). The Precariat The New Dangerous Class. London: Bloomsbury Academic.

Tjandraningsih, I. (1991). Tenaga Kerja Pedesaan pada Industri Besar Sepatu Olahraga untuk Ekspor. Bandung: PSP-IPB - ISS - PPLH - ITB.

Turner, V. W. (1986). Dewey, Dilthey, and Drama: An Essay in the Anthropology of Experience. In V. W. Turner, & E. M. Bruner, The Anthropology of Experience (pp. 33-34). Chicago: University of Illionis Press.