KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK: DAMPAK DAN PENANGANANNYA

Ivo Noviana
DOI: https://doi.org/10.33007/inf.v1i1.87
Abstract views: 6007 | views : 19325

Abstract

Maraknya pemberitaan di media massa mengenai kekerasan seksual terhadap anak cukup membuat
masyarakat terkejut. Kasus kekerasan seksual terhadap anak masih menjadi fenomena gunung es. Hal ini
disebabkan kebanyakan anak yang menjadi korban kekerasan seksual enggan melapor. Karena itu, sebagai
orang tua harus dapat mengenali tanda-tanda anak yang mengalami kekerasan seksual. Kekerasan seksual
terhadap anak akan berdampak panjang, di samping berdampak pada masalah kesehatan di kemudian
hari, juga berkaitan dengan trauma yang berkepanjangan, bahkan hingga dewasa. Dampak trauma akibat
kekerasan seksual yang dialami oleh anak-anak, antara lain: pengkhianatan atau hilangnya kepercayaan anak
terhadap orang dewasa (betrayal); trauma secara seksual (traumatic sexualization); merasa tidak berdaya
(powerlessness); dan stigma (stigmatization). Secara fisik memang mungkin tidak ada hal yang harus
dipermasalahkan pada anak yang menjadi korban kekerasan seksual, tapi secara psikis bisa menimbulkan
ketagihan, trauma, bahkan pelampiasan dendam. Bila tidak ditangani serius, kekerasan seksual terhadap
anak dapat menimbulkan dampak sosial yang luas di masyarakat. Penanganan dan penyembuhan trauma
psikis akibat kekerasan seksual haruslah mendapat perhatian besar dari semua pihak yang terkait, seperti
keluarga, masyarakat maupun negara. Oleh karena itu, didalam memberikan perlindungan terhadap anak
perlu adanya pendekatan sistem, yang meliputi sistem kesejahteraan sosial bagi anak-anak dan keluarga,
sistem peradilan yang sesuai dengan standar internasional, dan mekanisme untuk mendorong perilaku yang
tepat dalam masyarakat.
Kata kunci: kekerasan seksual, anak, dampak, penanganan.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.