KEBIJAKAN PENANGGULANGAN BENCANA BERBASIS KOMUNITAS: KAMPUNG SIAGA BENCANA DAN DESA/KELURAHAN TANGGUH BENCANA

Habibullah Habibullah
DOI: https://doi.org/10.33007/inf.v18i2.69
Abstract views: 722 | views : 261

Abstract

Bencana alam sering terjadi di Indonesia, Kementerian Sosial membuat kebijakan program
kampung siaga bencana dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana membuat kebijakan program
desa/kelurahan tangguh bencana. Keduanya, merupakan kebijakan pemerintah dalam penanggulangan
bencana berbasis komunitas. Sehingga terkesan terjadi tumpang tindih program. Oleh karena itu penelitian
ini membandingkan kebijakan program kampung siaga bencana dan desa tangguh bencana dilihat dari
lembaga pembuat kebijakan, tujuan, konsep desa/kelurahan dan kampung, organisasi pelaksana, pelaksana,
mitra organisasi, konteks ekologikal, protokol intervensi, populasi target.
Hasil penelitian menunjukkan berbeda dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana,
Kementerian Sosial RI tidak hanya sebagai pembuat kebijakan akan tetapi juga melaksanakan fasilitasi
langsung pembentukan kelembagaan kampung siaga bencana. Konsep kampung pada kampung siaga
bencana cenderung pada merek program bukan kampung sebagai wilayah sedangkan pada desa/
kelurahan merupakan konsep kewilayahan desa/kelurahan itu sendiri. Tujuan dari kampung siaga bencana
cenderung lebih kompleks yaitu memberikan pemahaman dan kesadaran masyarakat, membentuk jejaring
dan memperkuat interaksi sosial, mengorganisasikan, menjamin kesinambungan, mengoptimalkan potensi
dan sumber daya sedangkan pada desa/kelurahan tangguh bencana lebih cenderung sebagai upaya
peningkatan penanggulangan berbasis komunitas
Kata kunci: bencana, penanggulangan bencana berbasis komunitas, kebijakan, model tindakan.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.