PERANAN SEKTOR INFORMAL DALAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN

Suradi Suradi
DOI: https://doi.org/10.33007/inf.v16i3.50
Abstract views: 128 | views : 46

Abstract

Kemiskinan masih menjadi permasalahan utama dalam konteks pembangunan nasional. Pada
dan orang hampir miskin berjumlah 72.12 juta. Sesungguhnya pemerintah telah melaksanakan
kegiatan penanggulangan kemiskinan dengan dukungan anggaran yang cukup besar. Salah satu
program yang dikembangkan pemerintah (Kementerian Sosial) yaitu pengembangan sektor
informal melalui Program Pemberdayaan Fakir Miskin (P2FM). Tetapi pelaksanaan skema
tersebut belum efektif mengurangi jumlah penduduk miskin. Padahal, skema pengembangan
sektor informal secara konseptual sudah tepat dalam penanggulangan kemiskinan. Sehubungan
dengan itu, perlu dilakukan penguatan-penguatan pada program yang sudah ada berdasarkan
kondisi masyarakat yang dinamis. Pilihan-pilihan jenis usaha yang dikelola orang miskin dalam
mekanisme KUBE, kemungkinan sudah tidak sesuai lagi dengan kebutuhan pasar. Hal ini tentu
menimbulkan kejenuhan pada sistem produksi maupun sistem distribusi, sehingga mempengaruhi
kesinambungan pengelolaan usaha penduduk miskin.
Key word : sektor informal, kemiskinan, kebijakan sosial.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.