TANTANGAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI ERA DISRUPSI

Main Article Content

Mira Azzasyofia

Abstract

Era disrupsi menuntut perubahan cepat di berbagai aspek kehidupan akibat inovasi teknologi, informasi dan komunikasi (TIK). Perumusan hingga implementasi serta evaluasi kebijakan semakin memanfaatkan TIK. Namun, proses ini tidak sejalan dengan pengurangan kemiskinan di Indonesia. Padahal, kemiskinan adalah masalah sosial yang perlu diatasi sebagaimana dimuat dalam tujuan pertama dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) untuk meniadakan kemiskinan pada tahun 2030. Dalam menanggulangi kemiskinan, pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dapat dijadikan alat untuk membantu membuat kebijakan ataupun program yang dapat membantu untuk menurunkan angka kemiskinan. Pemberian akses terhadap TIK oleh masyarakat, khususnya masyarakat yang masuk dalam kategori miskin, akan mampu membuat mereka mendapatkan informasi yang tepat guna dan bermanfaat untuk meningkatkan kualitas hidup mereka serta terlibat dalam pembangunan dan terlepas dari kemiskinan.  Berdasarkan kajian literatur disimpulkan bahwa Indonesia sebagai negara berkembang yang masih memiliki angka kemiskinan cukup tinggi perlu melihat peluang dari perkembangan TIK dalam program penanggulangan kemiskinan. Selain itu, adanya Pandemi Covid-19 yang juga telah memperluas penggunaan TIK di Indonesia perlu dimanfaatkan dengan membuat program penanggulangan kemiskinan yang sesuai dengan era digital. Pemanfaatan TIK perlu juga digunakan untuk mengembangkan berbagai pelatihan pekerjaan untuk meningkatkan kemampuan mereka dengan penggunaan alat-alat digital untuk hidup lebih produktif di seluruh pelosok Indonesia.

Article Details

Section
Articles

References

Agu, & N., M. (2014). Enhancing the effectiveness of poverty reduction initiative using information technology. Computing, Information Systems, Development Informatics & Allied Research Journal, 5(1), 9 - 16.

Ahmed, A., & Al-Roubaie, A. (2013). Poverty reduction in the Arab world: the use of ICTs. World Journal of Science, Technology, and Sustainable Development, 10(3), 195 - 211.

Andrade, A. E., & Urquhart, C. (2009). The Value of Extended Networks: Social Capital in an ICT Intervention in Rural Peru. Information Technology for Development, 15(2), 108-132.

APJII. (2017). Penetrasi & Perilaku Pengguna Internet Indonesia 2017. Jakarta: APJII.

Badan Pusat Statistik (BPS). (2015). Statistik Telekomunikasi 2014. Jakarta: BPS.

Badan Pusat Statistik (BPS). (2018). Laporan Bulanan Data Sosial EKonomi: Agustus 2018. Jakarta: BPS.

Badan Pusat Statistik (BPS). (2021a). Indikator Kesejahteraan Rakyat 2021. Jakarta: BPS.

Badan Pusat Statistik (BPS). (2021b). Indeks Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi 2020. Jakarta: BPS.

Bradshaw, J., & Finch, N. (2003). Overlaps in dimensions of poverty. Journal of Social Policy, 32(4), 513 - 525.

Bradshaw, T. K. (2007). Theories of poverty and anti-poverty program in community development. Journal of the Community Development Society, 38(1), 7 - 25.

Caceres, R. B. (2007). Digital Poverty: Concept and Measurement, with an Application to Peru. Working Paper #337, March 2007.

Castells, M. (1999). Information Technology, Globalization and Social Development. UNRISD Discussion Paper, 114.

Chen, W. & Wellman, B. (2005) Minding the Cyber-gap: the Internet and Social Inequality. In Romero, M & Margolis, E, The Blackwell Companion to Social Inequalities (pp. 523 - 545). Oxford: Blackwell Publishing Ltd.

Farell, E., & Rumich, M. (2002). Effective application of ICT to improving the quality of life and reducing poverty in poor countries:recent experiences and new approaches. IEEE, 100 - 107.

Fitzpatrick, Tony. (2005). New Theories of Welfare. Basingstoke: Palgrave Macmillan.

Gigler, B.-S. (2015). Development as freedom in a digital age: experiences of the rural poor in Bolivia. Washington DC: World Bank.

Haughton, J., & Khandker, S. R. (2009). Handbook of poverty and inequality. Washington DC: World Bank.

Kasali, Rhenald. (2017). Disruption. Jakarta: Gramedia Pustaka.

Kivunikea, F. N., Ekenberga, L., Danielsona, M., & Tusubira, F. (2011). Perceptions of the role of ICT on quality of life in rural communities in Uganda. Information Technology for Development, 17(1), 61-80.

Midgley, J. (2014). Social development: theory and practice. Los Angeles: SAGE.

Narayan, Deepa, (ed.). (2002). Empowerment and Poverty Reduction: A Source Book. Washington D.C: The World Bank.

Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD). (2001). Understanding the digital. Paris: OECD.

Sachs, J. (2005). The end of poverty: how we can make it happen in our lifetime. New York: Penguin Press.

Sachs, J. D., Modi, V., Figueroa, H., Fantacchiotti, M. M., Sanyal, K., Khatun, F., & Shah, A. (2016). ICT & SDGs. The Earth Institute, Columbia University, and Ericsson.

Sen, A. (1999). Development as Freedom. New Delhi: Oxford.

Susanto, A. (2016). Analisis Kondisi Digital Poverty di Indonesia. Jurnal Penelitian Pos dan Informatika, 6(2), 169-184.

Tisdell, C. (2017). Information technology’s impacts on productivity and welfare: a review. International Journal of Social Economics, 44(3), 400-413.

World Bank. (2003). ICT and MDGs: a world bank group persepective. Washington DC: World Bank.

World Bank. (2016). World development report 2016: digital deviden. Washington DC: World Bank.