UPAYA PENANGANAN PERMASALAHAN GELANDANGAN DAN PENGEMIS

Main Article Content

Maryatun Maryatun
Santoso Tri Raharjo
Budi Muhammad Taftazani

Abstract

Di Indonesia khususnya di pusat kota, gelandangan dan pengemis menjadi pemandangan yang perlu perhatian serta penanganan intensif dari berbagai pihak. Secara formal pemerintah telah berupaya, namun kenyataannya di sekitar kita masih terdapat anggota masyarakat yang memilih hidup menggelandang dan mengemis. Artikel ini merupakan karya tulis yang menggunakan studi literatur sebagai pendekatan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana upaya penanganan permasalahan gelandangan dan pengemis-yang telah dilakukan, baik di Indonesia maupun beberapa wilayah di luar negeri di antaranya Belanda, Amerika Serikat, Taiwan, Swedia dan Amerika Utara. Kajian literatur dilakukan dengan menelaah sumber referensi yang kredibel seperti artikel berita, artikel ilmiah dan buku yang sesuai dengan topik yang dipilih. Hasil-penelitian menunjukkan-bahwa terdapatt4 (empat) model layanan dalam penanganan gelandangan-dan pengemis-yang sudahpdilakukan di berbagai wilayah Indonesia dan beberapa wilayah di luar negeri yaitu melalui sistem panti, sistem liponsos, sistem transit home dan-perumahan masyarakat yang memiliki persamaan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan. Model penanganan gelandangan dan pengemis masing-masing memiliki kelemahan dan kelebihan, yang ideal adalah yang dilakukan di luar panti dengan memberikan tempat tinggal dan bantuan usaha. Agar penanganan permasalahan gelandangan dan pengemis dapat mencapai hasil maksimal maka dilakukan upaya pencegahan dan penanggulangan secara simultan serta perlu adanya koordinasi yang baik antar pemangku kepentingan maupun peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang mendukung. Berdasarkan kajian terkait penanganan gelandangan dan pengemis terdahulu maka yang memberikan dampak terbesar adalah penanganan melalui pemukiman masyarakat dengan menyediakan akses pemenuhan kebutuhan hidup dan dampingan dari pekerja sosial.

Article Details

Section
Articles

References

Andari, S. (2018). Harapan Baru Bagi Gelandangan dan Pengemis Melalui Implementasi Program Desaku Menanti Di Kota Padang. Sosio Konsepsia, Vo.8 No.1, 60. https://doi.org/10.33007/ska.v8i1.1512

Anggriana, T. M., & Dewi, N. K. (2016). Identifikasi Permasalahan Gelandangan Dan Pengemis Di UPT Rehabilitasi Sosial Gelandangan Dan Pengemis. INQUIRY Jurnal Ilmiah Psikologi, 7(1), 31–40. http://www.hukumonline.com

Ardiana, W. D. (2020). Evaluasi Program Rehabilitasi Sosial Gelandangan dan Pengemis di Daerah Istimewa Yogyakarta. Universitas Gadjah Mada (Doctoral Dissertation).

Arifin, M. S. (2017). Pengemis dan Penanganannya di Kota Palangka Raya. Skripsi. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya. digilib.iain-palangkaraya.ac.id/889

Astini, F. N., Wijaya, A. F., & Muluk, M. R. K. (2015). Empirical Study Praktek Inovasi Birokrasi Dalam Penanganan Permasalahan Gelandangan Di Kota Surabaya. Ad’ministrare, 2(2), 53–62.

Baillergeau, E. (2014). Governing public nuisance: Collaboration and conflict regarding the presence of homeless people in public spaces of Montreal. Critical Social Policy, 34(3), 354–373. https://doi.org/10.1177/0261018314527716

Bloom, A. (2005). Review Essay: Toward a History of Homelessness. Journal of Urban History, 31(6), 908. https://doi.org/10.1177/0096144205276990

Cheng, L. C., & Yang, Y. S. (2010). Homeless problems in Taiwan: Looking beyond legality toward social issues. City, Culture and Society, 1(3), 165–173. https://doi.org/10.1016/j.ccs.2010.10.005

Culhane, D. P., & Metraux, S. (2008). Rearranging the deck chairs or reallocating the lifeboats? Homelessness assistance and its alternatives. Journal of the American Planning Association, 74(1), 111–121. https://doi.org/10.1080/01944360701821618

Dewi, M, T, A., Margi, I. K., & Sendratari, L. P. (2020). Pola Penanganan Gelandangan Pengemis ( GEPENG ) di Kota Singaraja, Buleleng, Bali (Potensi sebagai sumber belajar sosiologi di SMA). (Doctoral dissertation, Universitas Pendidikan Ganesha).

Endarto, S.A. (2016). Penanganan Anak Jalanan Gelandangan Dan Pengemis Oleh Dinas Sosial Pemuda Dan Olahraga Kota Semarang. Skripsi 3301412085. Universitas Negeri Semarang.

Fadri, Z. (2019). Upaya Penanggulangan Gelandangan Dan Pengemis (Gepeng) Sebagai Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Di Yogyakarta. Komunitas, 10(1), 1–19. https://doi.org/10.20414/komunitas.v10i1.1070

Hanggoro, H. T. (2017). Memandang Laku Menggelandang. 2021, Januari, 1. NuuN.id. http://nuun.id/memandang-laku-menggelandang. Diakses pada hari Minggu tanggal 20 Desember 2020 pukul 20.00 WIB

Haryanto. (2010). Diktat Bahan Kuliah Rehabilitasi dan pekerjaan sosial.pdf. Universitas Negeri Yogyakarta.

Hradecký, I. (2007). Homelessness Definition and Typology. In NADEJE o.s. Nadeje o.s.for the Association of Hostels. https://www.nadeje.cz/img-content/files/docs/odborne/2007homedt.pdf

Huber, M. A., Brown, L. D., Metze, R. N., Stam, M., Van Regenmortel, T., & Abma, T. N. (2020). Exploring empowerment of participants and peer workers in a self- managed homeless shelter. Journal of Social Work. https://doi.org/10.1177/1468017320974602

Imsiyah, N. (2016). Peranan Pendidikan Nonformal Sebagai Upaya Rehabilitasi Gelandangan Dan Pengemis Di Lingkungan Pondok Sosial Kabupaten Jember. Pancaran, Vol.5, No.1 83-94.

Iqbali, S. (2008). Studi Kasus Gelandangan Pengemis (GEPENG) Di Kecamatan Kubu Karangasem. Piramida. Kependudukan Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, 103.29.196, 1–13.

Isfihana, D. (2010). Penanganan Gelandangan dan Pengemis (Gepeng) di Liposos Keputih oleh Dinas Sosial Kota Surabaya (pp. 28–44). Skripsi Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah. Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.

Iskandar, J. (1993). Beberapa Keahlian Penting dalam Pekerjaan Sosial. Koperasi Mahasiswa Bersama An Naba DKM Al Ihsan Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial. Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial.

Junari, T. (2020). Penanganan Anjal dan Gelandangan di Kota Cimahi Terganggu Pandemi. https://ayobandung.com. https://ayobandung.com/read/2020/11/13/152538/...%0ADiakses pada hari Sabtu, tanggal 19 Desember pukul 21.00 WIB

Kompas. (2020). “Manusia Karung” di Semarang Ditertibkan, Sengaja Bawa Karung untuk Tarik Simpati. https://regional.kompas.com. Diakses pada hari Minggu tanggal 20 Desember 2020 pukul 21.00.

Kuhn, R., & Culhane, D. P. (1998). Applying Cluster Analysis to Test a Typology of Homelessness by Pattern of Shelter Utilization: Results from the Analysis of Administrative Data. American Journal of Community Psychology, 26(2), 207–232.

Kuntari, S., & Hikmawati, E. (2017). Melacak Akar Permasalahan Gelandangan Pengemis (Gepeng). Media Informasi Penelitian Kesejahteraan Sosial, Vol. 41, No. 1.

Malik, S., & Roy, S. (2012). A study on begging: A social stigma - An Indian perspective. Journal of Human Values, 18(2), 187-199. https://doi.org/10.1177/0971685812454486

Mercy, L. D. & R. (2007). Homelessness Handbook (M. Levinson, David, Ross (ed.)). United States of America: Berkshire Publishing Group LLC, Great Barrington. http://library1.nida.ac.th/termpaper6/sd/2554/19755.pdf

Munoz, C. P., & Potter, J. D. (2014). Street-Level Charity: Beggars, Donors, and Welfare Policies. Journal of Theoretical Politics, 26(1), 171. https://doi.org/10.1177/0951629813493836

Mustofa, M., Yuliani, F., & RFS, H. T. (2018). Kebijakan Penanggulangan Gelandangan dan Pengemis Gepeng. Jurnal Ilmu Administrasi Negara, 14 No.4, 484-488.

Nusanto, B. (2017). Program Penanganan Gelandangan Dan Pengemis Di Kabupaten Jember (Handling Programs of Homeless and Beggar) in Jember District). Jurnal Politico, 17(2, September), 339-360.

Oktafian, I. (2020). Keluarga Korban PHK Asal Grobogan Hidup Menggelendang Naik Becak di Kota Solo Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Keluarga Korban PHK Asal Grobogan Hidup Menggelendang Naik Becak di Kota Solo,. https://jateng.tribunnews.com/2020/05/06. Diakses pada hari Minggu tanggal 20 Desember 2020 pukul 17.00 WIB

Phillips, M. H., DeChillo, N., Kronenfeld, D., & Middleton-Jeter, V. (1988). Homeless Families: Services Make a Difference. Social Casework, 69(1), 48-51. https://doi.org/10.1177/104438948806900108

Rahman, T. (2011). Glosari Teori Sosial (M. Mustari (ed.)). Bandung: Ibnu Sina Press.

Rohmah, N. (2017). Model Penanganan bagi Pengemis, Gelandangan dan Orang Terlantar di Kabupaten Banyumas. Skripsi. Universitas Negeri Semarang. https://lib.unnes.ac.id/29954/1/8111413322.

Rohmaniyati, R. (2016). Pemberdayaan Gelandangan Dan Pengemis (Gepeng) Melalui Usaha Ekonomi Produktif (UEP) Di Lembaga Sosial Hafara Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Pendidikan Luar Sekolah, 1-15.

Sahlin, I. (2015). Searching for a Homeless Strategy in Sweden. European Journal of Homelessness, 9(2).

Sari, D. Y., & Bakar, A. A. (2020). Efektifitas Penanggulangan Gelandangan dan Pengemis di Kabupaten Tulungagung (Studi di Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tulungagung ). Jurnal Mediasosian: Jurnal Ilmu Sosial Dan Administrasi Negara, 4(1), 63-76. https://doi.org/10.30737/mediasosian.v4i1.821

Sari, K. (2020). Pengemis di Lampu Merah Sei Sikambing Sewa Anak Tetangga supaya Dapat Uang Lebih Banyak (p. 1). tribun-medan.com. https://medan.tribunnews.com/2020/10/04/pengemis...%0ADiakses pada hari Minggu 20 Desember 2020 pukul 15.30 WIB

Sebek, A. (2017). Family Homelessness in the Small City. In Dissertation Abstracts International Section A: Humanities and Social Sciences (Vol. 77, p. No-Specified). Parsons The New School University https://wwwresearchgate.net/publication/308209593.

Sitepu, A. (2017). Penanganan Fakir Miskin Ditinjau Dari Konsep-Konsep Pekerjaan Sosial. Sosio Informa, 3(1), 70-87. https://doi.org/10.33007/inf.v3i1.688

Soraya, I. (2017). Peran Dinas Sosial Kota Makassar Dalam Penanganan Pengemis di Kecamatan Panakkukang Kota Makasar. In Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar. Skripsi. Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar.

Taris, N. (2020). Diperkirakan Ada 77.500 Gepeng di Kota-kota Besar di Indonesia Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Diperkirakan Ada 77.500 Gepeng di Kota-kota Besar di Indonesia.” https://nasional.kompas.com/read/2019/08/22/2128421 Diakses pada hari Sabtu tanggal 19 Desember 2020 pukul 08.00 WIB

Thompson, S. J., Barczyk, A. N., Gomez, R., Dreyer, L., & Popham, A. (2010). Homeless, street-involved emerging adults: Attitudes toward substance use. Journal of Adolescent Research, 25(2), 231-257. https://doi.org/10.1177/0743558409350502