BENTUK-BENTUK PERDAGANGAN MANUSIA DAN MASALAH PSIKOSOSIAL KORBAN

Main Article Content

Syamsuddin Syamsuddin

Abstract

Perdagangan manusia melibatkan banyak bentuk pelanggaran hak asasi manusia seperti eksploitasi, kerja paksa, belenggu hutang, kekerasan dan diskriminasi. Artikel ini merupakan kajian literatur yang bertujuan untuk menggambarkan bentuk-bentuk  perdagangan manusia dalam konteks global dan Indonesia, masalah psikososial korban, serta karakteristik perdagangan manusia di Indonesia. Bentuk perdagangan manusia dapat dibedakan atas tiga bentuk, yakni berdasakan tujuan pengiriman, berdasarkan korbannya, dan  berdasarkan bentuk eksploitasinya. Setiap bentuk perdagangan mempunyai karakteristik masalah psikososial tersendiri, dan membutuhkan model penanganan tersendiri. Masalah psikososial korban meliputi kehancuran identitas diri dan nilai pribadi, ketakutan, depresi, frustasi, trauma, rasa tidak berdaya, menyalahkan diri, tekanan mental serta pelabelan dan isolasi sosial. Karakteristik korban perdagangan manusia bervariasi dilihat dari usia, pendidikan, dan faktor sosial ekonomi lainnya. Untuk itu, pemerintah perlu melakukan akselerasi peningkatan program perlindungan dan rehabilitasi sosial bagi kelompok rentan dan korban yang didukung dengan sosialisasi, advokasi, dan reintegrasi. Proses ini sebaiknya dilakukan dengan menjangkau wilayah sumber (pemasok), wilayah transit, dan wilayah tujuan.

Article Details

How to Cite
Syamsuddin, S. (2020). BENTUK-BENTUK PERDAGANGAN MANUSIA DAN MASALAH PSIKOSOSIAL KORBAN. Sosio Informa: Kajian Permasalahan Sosial Dan Usaha Kesejahteraan Sosial, 6(1). https://doi.org/10.33007/inf.v6i1.1928
Section
Articles

References

Abdullah, D. (2017). Perlindungan Hukum Terhadap Korban Trafficking Anak dan Perempuan. Jurnal Al Al’adl, 9 (2), 213-243,diakses dari https:// cmedia . cneliti.com/media/publications/225067-perlindungan-hukum-terhadap-korban-traff-95881591.pdf.

Agung, D.H. (2016). Perdagangan Terlarang Organ Tubuh. tirto.id website, https ://tirto.id/ perdagangan-terlarang-organ -tubuh-bxsq (diakses tanggal 22 April 2020)

Androff, K. D. (2010). The problem of contemporary slavery: An international human right challenge for social work. International Social Work, 54 (2) 209-222.

Aronowitz, A. A. (2009). Human trafficking, human misery : The global trade in human beings. Praeger: Westport.

Bernat, F. P., & Zhilina, T. (2010). Human trafficking: The local becomes global. Women & Criminal Justice, 20(1-2), 2-9.

Department of State, United States of America. (2011). Trafficking in Persons Report 2011. Retrieved from http://www.state.gov/j/tip/rls/tiprpt/2011/

Department of State, United States of America. (2019). Trafficking in Persons Report 2019. Retrieved from https://www.state.gov/wp-content/ uploads/2019/06/2019-Trafficking-in-Persons-Report.pdf

Datta, P. (2011). Female trafficking and illegal migration from bangladesh to india. Pakistan Journal of Women’s Studies: Alam-e-Niswan, 18(1) 47-62.

Harkrisnowo, H. (2003). Laporan Perdagangan Manusia di Indonesia. Sentra HAM UI, Retrieved from http://www.lfip.org/laws822/docs/Perdagangan persen20manusia Sentra HAMfeb28.pdf

Huling. A., (2012). Domestic workers in malaysia: Hidden victims of abuse and forced labor. International Law and Politics, 44(2), 629-680). Retrieved from http://connection. ebscohost. Com /c/articles/74646207/domestic-workers-malaysia-hidden-victims-abuse-forced-labor.

International Labor Organization (ILO). (2017). Global Estimate of Modern Slavery. Geneva : ILO

Inter-Parliamentary Union, & UNICEF. (2005). Handbook for for parliamentarians No 9 : Combating Child Trafficking. New York: IPU

Iqbal, M. (2017). Perkembangan kejahatan dalam upaya penegakan hukum pidana: Penanggulangan kejahatan profesional perdagangan organ tubuh manusia. Proceedings, 2(1) 307-324. Retrieved from http://openjournal.unpam.ac.id/index.php/Proceedings/article/view/776

Kathryn, C.-D. (2009). Global issues: Human trafficking. New York: Facts On File.

Lee, J. J. H. (2005). Human trafficking in East Asia: Current trends, data collection, and knowledge gaps. International migration, 43(1â€2), 165-201

Leonard, T., & Rande, M. (2012). The international trafficking of human organs: A multidisciplinary perspective. Florida: CRC Press.

Lusk, M., & Lucas, M. (2009). The challenge of human trafficking and contemporary slavery. Journal of Comparative Social Welfare, 25(1), 49-57.

Makhfudz, M. (2013). Kajian praktek perdagangan orang di Indonesia. Jurnal Adil, 4 (1) 225-244. Retrieved from https://media.neliti.com/media/publications/53559-ID-kajian-praktek-perdagangan-orang-di-indo.pdf

Meadow, R. J. (2010). Understanding violence and victimization (5th ed.). Upper Saddle River: Prentice Hall.

Morehouse, C. (2009). Combating human trafficking. Wiesbaden: Verlag für Sozialwissenschaften.

Protocol to Prevent, Suppress and Punish Trafficking in Persons, Especially Women and Children, Supplementing The United Nations Convention Against Transnational Organiced Crime (2000).

Raymond, J. G., Cunha, J. d., & Dzuhayatin, S. R. (2002). A comparative study of women trafficked in the migration process: Patterns, profiles and health consequences of sexual exploitation in five countries (Indonesia, the Philippines, Thailand, Venezuela and the United States): Coalition against trafficking in women.

Reid. L., & Jones, W. (2011). Exploited vulnerability: Legal and psychological perspectives on child sex trafficking victims. Victims & Offenders, 6(2), 207–231

Robert, J. M. (2010). Understanding Violence and victimization (5 ed.). Upper Saddle River: Prentice Hall.

Saat, G. (2012). Isu-isu perlaksanaan akta antipemerdagangan orang 2007 (Malaysia): Interpretasi dimensi sosiologikal. Akademika, 82 (1), 49-55.

Sa’dan, M. (2015). Menakar Tradisi wawin paksa di Madura dengan barometer HAM. Musãwa Jurnal Studi Gender dan Islam, 14(2), 143-155, Retrieved from http://ejournal.uin-suka.ac.id/pusat/MUSAWA/article/view/924/861

Satriani, R., A. (2013). Studi tentang perdagangan manusia (human trafficking) pada remaja putri jenjang sekolah menengah di Kota Surabaya. Jurnal BK UNESA, 4 (1) 67-78. Retrieved from https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/jurnal-bk-unesa/article/view/6121/7019

Schloenhardt, A. (1999). Organized crime and the business of migrant trafficking: an economic analysis. Crime, Law and Social Change, 32(3). 203-233

Shelley, L. (Ed.). (2010). Human trafficking : A global perspective. The Edinburgh Building, Cambridge CB2 8RU, UK Cambridge University Press.

Syamsuddin, & Utomo, G., S. (2012) Human trafficking dan kelalaian negara. Media Informasi Penelitian Kesejahteraan Sosial, 36 (2), 201-218

Syamsuddin, & Azman, A. (2013). Vulnerable runaway children to trafficking in Makassar, Indonesia. Asia-Pacific Social Science Review, 13(2), 139-143

Syamsuddin, & Utomo, G.,S. (2014). Peranan pekerja sosial dalam masalah perdagangan manusia. Media Informasi Penelitian Kesejahteraan Sosial, 38 (2), 185-192

Syamsuddin & Azman, A. (2015). Door to door cleaner: A new variant of human trafficking in domestic sector. Procedia-Social and Behavioral Sciences, (172), 405-410

Syamsuddin, (2015). Keperluan Psikososial Mangsa Pemerdagangan Manusia dari Indonesia: Satu Kajian Kes di Pulau Pinang, Malaysia. Penang: Universiti Sains Malaysia

Syamsuddin, & Utomo, G.,S. (2016). Permasalahan buruh migran Indonesia pada sektor publik. Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial (15) 3, 257-264. Retrived from https://ejournal.kemsos.go.id/index.php/jpks/article/download/1361/768

Ucu, K.,R. (2013, Oktober 10). Sindikat Penjualan Organ Tubuh Manusia Intai Riau. Retrieved April 22, 2020 from Republika.co.id website, https://republika.co.id/berita/nasional/daerah/13/10/10/mug841-sindikat-penjualan-organ-tubuh-manusia-intai-riau

Usman, S., M., & Din, I.. (2010). Beli istri mulai delapan jeti: fenomena amoy Singkawang. Yogyakarta: Media Pressindo.

Ueno, K. (2010).Identity Management among Indonesian and FilipinaMigrant Domestic Workers in Singapore.International Journal of Japanese Sociology, 19 (1), 82-97.

Wismayanti, Y., F. (2010). Dunia kecil yang kujalani: Jejak anak perempuan yang dilacurkan di Kota Surabaya. (Master Thesis), Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Indonesia.

Wulandari, C. & Wicaksono, S., S. (2014). Tindak pidanan perdagangan prang (human trafficking) khususnya terhadap perempuan dan anak: Suatu Permasalahan dan penanganannya di Kota Semarang. Yustisia (90) 15-26. Retrieved from https: //jurnal.uns.ac.id/yustisia/article/download/29272/20094.

Zimmerman, C., Hossain, M., Yun, K., Roche, B., Morison, L., & Watts, C. (2006). Stolen Smiles : The physical and Psychological Health Consequences of Women and Adolescents Trafficked in Europes. London: The London School of Hygiene & Tropical Medicine.