PENGENTASAN KEMISKINAN PERDESAAN MELALUI PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF, PARIWISATA DAN MODAL SOSIAL

Alfrojems Alfrojems, Triyanti Anugrahini

Abstract


Abstrak

Kemiskinan perdesaan di Indoneisa menjadi permasalahan yang cukup krusial. Saat ini terdapat 15.57 juta orang miskin berada di perdesaan dan angka ini berarti 60.53% dari total masyarakat miskin yang ada di Indonesia. kemiskinan merupakan permasalahan yang memiliki kompleksitas yang cukup tinggi. Begitu banyak program pemerintah dalam upaya mengentaskan permasalahan ini. Salah satu yang menjadi sorotan adalah dengan menguatkan ekonomi kretaif. Ekonomi kreatif memiliki irisan yang cukup kuat dengan pariwisata, dimana pariwisata yang cukup berkembang dimasyarakat saat ini adalah CBT atau (community based toursm). Pelaksanaan CBT tentu memerlukan kekuatan masyarakat, dan hal ini dapat diperoleh melalui modal sosial yang ada pada masyarakat itu sendiri. Melalui studi kepustakaan artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi upaya pengentasan kemiskinan pedesaan melalui pengembangan ekonomi kreatif, pariwisata dan modal sosial untuk menjadi inovasi dalam pengentasan kemiskinan di perdesaan. Rekomendasi yang diusulkan dalam penelitian ini adalah perlunya penguatan modal sosial untuk dapat memaksimalkan potensi wilayah sehingga pariwisata dan ekonomi kreatif dapat terbangun dan menjadi kekuatan dalam upaya pengentasan kemiskinan di perdesaan.

 

Kata kunci: Kemiskinan, Perdesaan, Ekonomi Kreatif, Pariwisata, Modal Sosial

Keywords


Kemiskinan, Perdesaan, Ekonomi Kreatif, Pariwisata, Modal Sosial

References


Adi, Isbandi Rukminto. 2012. Intervensi Komunitas dan Pengembangan Masyarakat. Jakarta : PT PT Raja Grafindo Persada.

Adi, Isbandi Rukminto. 2013. Kesejahteraan Sosial : Pekerjaan Sosial, Pembangunan Sosial, dan Kajian Pembangunan. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.

Ahmadi, Abu. 2009. Psikologi Sosial. Jakarta : PT Rineka Cipta.

Arikunto, Suharsimi. 2013. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : PT Rineka Cipta.

Bodnar. 2000. Sistem Informasi Akuntansi. Jakarta: Salemba Empat.

Bogdan, Robert dan Steven Taylor. 1992. Pengantar Metode Kualitatif. Surabaya: PT Usaha Nasional.

Carunia, Mulya, Firdausy. 2018. Strategi Pengembangan Ekonomi Kreatif di Indonesia. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Denzin, Norman K dan Lincoln, Yvonna S. (2009). Handbook of Qualitative Research. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Durkheim. 1995. The Elementary Forms of The Religious Life. New York: Pree Press.

Fukuyama, Francis. 2002. Trust Kebajikan Sosial dan Penciptaan Kemakmuran. Yogyakarta: Penerbit Qalam

Hogan, Christine. 2000. Faciliting Empowerment. Londong: Stylus Publishing Inc.

Howkins, J. 2001. The Creative Economy: How People Make Money from Ideas. London: Penguins Books:

Jim Ife, & Frank Tesoriero. 2008. Community Development. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Kenny, Susan. 1946. Developing Communities for The Future. Victoria: Nelson Australia Pty Limited.

Lawang, Robert M. 2004. Modal Sosial dalam Perspektif Sosiologi : Suatu Pengantar. Depok : FISIP UI Press.

Li, Nan. 2001. Social Capital A Theory of Social Structure and Action. Cambridge: Cambridge University Press.

Neuman. W. Lawrence. 2003. Social Research Method: Qualitative and Quantitative Approaches.Boston: Allynand Bacon.

Nugroho Iwan & Negara, D, Purnawan. 2015. Pengembangan Desa Melalui Ekowisata. Solo: PT Era Adicitra Intermedia.

Pawito. 1994. Teori-Teori Komunikasi. Buku Pegangan Kuliah Fisipol Komunikasi Massa S1 Semester IV. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

Pierre Bourdieu, & James Coleman. 1991. Social Theory for a Changing Society. New York : Westview Press.

Priasukmana, Soetarso, Mulyadin. 2001. Pembangunan Desa Wisata: Pelaksanaan Undang-undang Otonomi Daerah. Info Sosial Ekonomi vo. 2 No. 1 (2001) pp. 37-44.

Setiadi, M Elly, & Kolip, Usman. 2011. Pengantar Sosiologi. Jakarta: Kencana

Sobur, Alex. 2003. Semiotika Komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Soerjono, Soekanto. 1982. Sosiologi : Suatu Pengantar. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.

Soekanto Soerjono. 2002. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Raja Grafmdo Persada.

Soetomo. 2011. Pemberdayaan Masyarakat. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Suharto, Edi. 2006. Membangaun Masyarakat Memberdayakan Rakyat. Bandung: Refika Aditama.

Suharto, Edi. 2014 .Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat. Bandung:PT Refika Aditama.

Hasim & Remiswai. (2009). Community Development Berbasis Ekosistem : Sebuah Alternatif Pengembangan Masyarakat. Jakarta : Diadit Media.

Partha Dasgupta, & Ismail Serageldin. (2000). Social Capital : A Multifaceted Perspective. Washington D.C : The World Bank.

Woolcock, Nora Dudwick, Kathleen Kuehnast, et.l. (2003). Analyzing Social Capital in Context. Washington: World Bank.

World Bank. (2002). Empowerment and Poverty Reduction; A Sourcebook Washington DC: Worid Bank.

Jurnal

Hermasah, Tantan. (2014). Kesinambungan dan Perubahan Komunitas Industri Kreatif di Bandung. Depok: FISIP Universitas Indonesia.

Juli, Panglima, Saragih. (2017). Pengembangan Industri Kreatif dalam Mendukung Kinerja Industri Nasional. Jakarta: Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR.

Lloyd James S. Baiyegunhi Senior Lecturer .2014. Social capital effects on rural household poverty in Msinga, KwaZulu-Natal, South Africa, Agrekon: Agricultural Economics Research, Policy and Practice in Southern Africa, 53:2, 47-64, DOI: 10.1080/03031853.2014.915478.

Sofyan Yamin. 2015. Pengentasan orang miskin di Indonesia : peran modal sosial yang terlupakan = Poverty alleviation in Indonesia : the missing link of social capital. Lib.ui.ac.id.

Swanson, K.M. 2001. Swanson ́s Caring Theory: Caring Profesional Scale. Journal of Nursing Scholarship.

Woolcock, M. D. Narayan. (2000). Social Capital: Implication for Development Theory, Research, and Policy. World Bank Research Observe, 15(2), August.

Woolcock, M. D. Narayan. 2000. Reducing Poverty By Building Partnerships Between States, Markets And Civil Society. World Bank Research Observe, 15(3), August.

World Bank. (2002). Empowerment and Poverty Reduction; A Sourcebook Washington DC: Worid Bank.

Undang – Undang

Republik Indonesia. 2009. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan. Jakarta: Republik Indonesia.

Republik Indonesia. 2015. Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden No. 6 Tahun 2015 tentang Badan Ekonomi Kreatif. Jakarta: Republik Indonesia.

Republik Indonesia. 2009. Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2009 tentang Penetapan Tahun Indonesia Kreatif. Jakarta: Republik Indonesia.

Dokumen

United Nations Conference on Trade and Development. 2008. Creative Economy Report 2008, UNCTAD: Geneva, hlm 3-4.

Website

Badan Pusat Statistik. Data BPS, 2018 Persentase Penduduk Miskin Pada September 2018 Sebesar 9,66 Persen. https://www.bps.go.id/pressrelease/2019/01/15/1549/persentase-penduduk-miskin-pada-september-2018-sebesar-9-66-persen.html. Diakses pada Mei 2019.

KBBI. 2019. Kohesi dan Sosial. https://kbbi.web.id/kohesi, https://kbbi.web.id/sosial. Di akses pada mei 2019.

Komalasari, Tia Dwitiani. Pikiran Rakyat. 2018. Masih Ada 14.461 Desa Tertinggal. https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/2018/12/10/masih-ada-14461-desa-tertinggal-434204. Diakses pada Mei 2019.

Putera, Andri Donnal. 2018. Bekraf: Kontribusi Ekonomi Kreatif Ke PDB 2018 Lebih dari Rp. 1.000 Triliun. https://ekonomi.kompas.co m/read/2018/08/01/170900726/bekraf--kontribusi-ekonomi-kreatif-ke-pdb-2018-lebih-dari-rp-1.000-triliun. Diakses pada Mei 2019.

Sakina Rakhma Diah Setiawan. 2018. Turun Jumlah Populasi Miskin Ekstrim di Dunia Mencapai 736 juta. https://ekonomi.kompas.com /read/2018/09/21/102951826/turun-jumlah-populasi-miskin-ekstrim-di-dunia-mencapai-736-juta. Diakses pada Mei 2019.

Wicaksono, Pribadi. 2018. Menteri Pariwisata: Program 10 Bali Baru Dorong Pertumbuhan. https://bisnis.tempo.co/read/1069840/menteri-pariwisata-program-10-bali-baru-dorong-pertumbuhan /full&view=ok. Diakses pada Mei 2019.




DOI: https://doi.org/10.33007/inf.v5i2.1752

Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF (Bahasa Indonesia) - 0 times