ASPEK GENDER DALAM PROGRAM KELUARGA HARAPAN

Togiaratua Nainggolan

Abstract


Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aspek gender dalam pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH). Untuk itu dilakukan pengumpulan data sekunder dan hasil penelitisan yang relevan, untuk selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kajian  menunjukkan bahwa unit sasaran program ini adalah keluarga. Namun basis intervensinya belum menyentuh seluruh anggota keluarga. Program yang menetapkan kaum ibu sebagai pengurus justru bias gender karena tidak melibatkan suami. Hal yang sama terjadi dalam Forum Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2). Akibatnya program justru terkesan memperkuat relasi gender yang bersifat asimetrik dan tidak ekual melalui retradisionalisasi gender. Perubahan perilaku menuju kesetaraan dan keadilan gender sebagai bagian dari kesejahteraan sosial keluarga tidak optimal. Sejalan dengan hal ini penyelenggara program hendaknya: (1) konsisten menjadikan keluarga sebagai basis intervensi sejalan dengan nama program. Suami sebagai pemegang otoritas keluarga justru harus dijadikan gerbong perubahan perilaku dengan menciptakan efek pendobrakan menuju kesetaraan dan keadilan gender. (2) Sejalan dengan Inpres No. 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender dan Inpres No. 3 Tahun 2010 tentang Pembangunan yang Berkeadilan, perlu menerapkan perspektif baru dalam pelibatan keluarga dalam program  (new perspective for targeting strategies) menjadi basis pasangan suami-istri (to couple-based targeting). Perubahan ini akan menciptakan kebersamaan suami-istri dalam pengelolaan bantuan program sekaligus efek “conditioning“ kesetaraan gender. (3) menyediakan secara khusus modul gender sebagai bahan pembelajaran dalam Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga, (4) membekali sekaligus memastikan kategori gender pendamping adalah androgini sehingga fungsi pendasmping sebagai agen perubahan perilaku lebih cepat melakukan transformasi nilai-nilai gender modern.

 Kata kunci : Gender; Kesetaraan Gender; Program Keluarga Harapan;


Keywords


conditional cash transfer

References


Bradhshaw, S. (2008). From Structural Adjustment to Social Adjustment: A Gendered Analysis of Conditional Cash Transfer Programmes in Mexico and Nicaragua. Global Social Policy, 8, 188-207.

Hanif, Hasrul dkk. (2015). Mewujudkan PKH yang Lebih Bermakna: Analisa Gender terhadap Implementasi PKH di Kabupaten Sidoarjo (Jawa Timur) dan Kabupaten Bima (Nusa Tenggara Barat). Jakarta : Friedrich-Ebert-Stiftung

Irenty, Helena. (2016). Dampak Pemberian Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) Terhadap Pembagian Kerja Rumah Tangga (Studi Kasus: Penelitian Dilakukan Di

Laucereno, Febrina. (2018). Sri Mulyani Curhat Perempuan yang Tak Jadi Prioritas Cari Nafkah. https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4249285/sri-mulyani- curhat -perempuan-yang-tak-jadi-prioritas-cari-nafkah?_ ga=2.3551 1841.1 842086 188.15395 82718- 1227093850.1508306808 ( diakses 16 Okt 2018).

Nainggolan, Togiaratua, dkk. (2012). Program Keluarga Harapan di Indonesia: Dampak Pada Rumah Tangga Sangat Miskin di Tujuh Provinsi. Jakarta : P3KS Press.

Nainggolan, Togiaratua, dkk. (2017). Upaya Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Melalui Program Keluarga Harapan: Studi di Empat Daerah di Indonesia. Jakarta : Puslistbang Kesos Kementerian Sosial RI.

Nainggolan, Togiaratua. (2002). Kompetensi Personal Remaja Panti Asuhan Ditinjau Dari Konsep Diri, Peran Jenis, dan Jenis Kelamin (Tesis). Yogyakarta : Universitas Gadjah Mada

Nainggolan, Togiaratua. (2008). Gender dan Keluarga Migran di Indonesia. Jakarta : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial, Vol 13, No. 03, 2008 : 39-50.

Asean Sei Katsu-Sha-Forum 2017-18. (2018). New Perspective of Gender Equality at Home: Who Rules the House?. Tokyo : Hakuhodo Institute of Life and Living ASEAN (HILL ASEAN)

Direktorat Jaminan Sosial Keluarga Kementerian Sosial RI. (2016). Pedoman Pelaksanaan Program Keluarga Harapan. Jakarta : Direktorat Jaminan Sosial Keluarga Kementerian Sosial RI.

Susantyo, Badrum,dkk. (2018). Optimalisasi Peran dan Fungsi Pendamping Sosial: Studi di Empat Kota. Jakarta : Puslitbang Kesos-Kementerian Sosial RI.

Molyneux, M. (2007). Change and Ccontinuity in Social Protection in Latin America: Mothers at the Services of the State? UNRISD Gender and Development Programme Paper 1. Geneva, United Nations Research Institute for Social Development.

Susanto.(2015). Tantangan Mewujudkan Kesetaraan Gender Dalam Budaya Patriarki, MUWAZAH, Volume 7, Nomor 2, Desember 2015120-130.Halaman Dosen STAIN Pekalongan nananghasansusanto80@gmail.com

Wulandari, Dwi. (2018). Kampanyekan Kesetaraan Gender, Kecap ABC Hadirkan Akademi Suami Sejati. http:// mix .co.id /marcomm /brand- communication/kampanyekan-kesetaraan-gender-kecap-abc-hadirkan-akademi-suami-sejati Kampanyekan Kesetaraan Gender, Kecap ABC Hadirkan “Akademi Suami Sejati” (diakses 31 Oktober 2018)




DOI: https://doi.org/10.33007/inf.v5i1.1593

Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF (Bahasa Indonesia) - 0 times