WISATA PERDESAAN : “ PELESTARIAN BUDAYA DAN PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DESA ”

Roby Ardiwidjaja

Abstract

Indonesia memiliki aset daya tarik keanekaragaman sumber daya alam dan budaya yang sebagian besar tersebar di daerah perdesaan, pedalaman dan pesisir. Disebutkan bahwa populasi penduduk Indonesia sebanyak kurang lebih 250 juta orang, tersebar di 99 kota dan di lebih 78 ribu desa. Ini menunjukkan bahwa Indonesia merupakan tipe negara perdesaan, dengan keanekaragaman lebih dari 500 suku bangsa,  yang masyarakatnya masih tetap menjaga, mengembangkan dan melaksanakan tradisi sebagai identitasnya.  Ketika dikaitkan dengan pariwisata, seharusnya upaya pelestarian identitas tersebut menjadi daya tarik wisata yang memperlihatkan keunikan yang otentik ke Indonesiaan. Namun potensi keragaman akar budaya di wilayah perdesaan, tidak mampu di kelola secara optimal sebagai atraksi dan aktivitas wisata. Melalui studi kepustakaan, artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi bahwa penyelenggaraan wisata perdesaan dapat menjadi satu solusi inovatif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya, sekaligus mendukung program Nawacita. Rekomendasi yang diusulkan dalam tulisan ini adalah bahwa pembangunan pariwisata di kawasan perdesaan harus dapat diterima dalam kehidupan sosial dan layak secara budaya setempat, tidak diskriminatif, orientasi pada masyarakat lokal, dan mampu menjaga lingkungan.

Kata kunci: pariwisata, desa, wisata perdesaan, akar budaya, ke Indonesiaan.

Keywords

Wisata Pedesaan

References

Ardiwidjaja, Roby, 2013. Pariwisata Berkelanjutan: Pengembangan Destinasi Pariwisata Berbasis Lingkungan. Penerbit Kepel Press, Yogyakarta

Ardiwidjaja, Roby, 2013a. Pesisir dan Pulau-pulau Kecil: P3K Sebagai Destinasi Wisata Berbasis Bahari. Penerbit Kepel Press, Percetakan Amara Books. Ringroad Utara, Yogyakarta.

Arndt, 1989 (dalam Arif R, 2012) Sosiologi Pertanian - Masyarakat Pedesaan di Indonesia (http://radyckal.blogspot.com/2012/03/sosiologi-pertanian-masyarakat-pedesaan.html). Diunduh tanggal 1 Maret 2014

BPS, 2011. Pertumbuhan dan Persebaran Penduduk Indonesia; Hasil Sensus Penduduk 2010. Badan Pusat Statistik, Jakarta-Indonesia

BPS, 2012. Jumlah penduduk miskin berdasarkan propinsi, (http://www.bps.go.id/tab_sub/view.php?tabel=1&id_subyek=23&notab=1). Diunduh tanggal 1 Maret 2014

Chris Cooper, John Fletcher, David Gilbert and Stephen Wanhill, 1996. Tourism Principles and Practice. Longman Group Limited, Malaysia,

Cooper, Chris. 2012. Essentials of Tourism. Pearson: New York.

Eurostat. 1998. Community Methodology on Tourism Statistics. European Commission. Luxembourg

Fennell, D.A. dan Smale, B.J.A. 1992. “Ecotourism and Natural Resource Protection: Implications of an Alternative Form of Tourism for Host Nations” Tourism Recreational Research Vol. 17 No. 1

Frochot. 2005.A benefit segmentation of tourist in rural areas : a schottish perspectives, Tourism Management vol.26, Grasindo.

Gunn, Clare, 2nd ed, 1998. Tourism Planning, Taylor and Francis, New York, USA.

Hall, Colin Michael. 2003. Introduction to Tourism. Hospitality Press: Australia

http://fidri-bitelsyah.blogspot.com/2011/06/geostrategi-indonesia.html. Diunduh Senin, 5/7/2014

http://myteiku.blogspot.com/2010/04/geosstrategi-indonesia.html. Diunduh Minggu, 4/7/2014

https://www.change.org/p/presiden-republik-indonesia-33-kebudayaan-diklaim-negara-asing-segera-patenkan-aneka-ragam-kebudayaan-indonesia Diunduh Februari 2015

Inskeep. Edward, 1991.Tourism Planning: An Integrated and Sustainable Development Approach, Van Nostrand Reinhold, New York, USA.

John Naisbitt 1995 Global paradox : The Bigger the World Economy, The More Powerful its Smallest Players. New York: William Morrow and Company.

Juho Pesonen, Tommi Laukkanen and Raija Komppula, 2011. Benefit segmentation of potential wellbeing tourists. Journal of Vacation Marketing 17(4) 303–314

Koentjaraningrat, 1977. Masyarakat Desa di Indonesia. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Lord, 2003. Cultural Planning and Management, Knoxville Cultural Heritage Tourism Initiative Phase 1 Report, East Tennessee

Luigi Cabrini, 2004. Trend of International Tourism, 13th Central European Trade Fair, WTO

MacKinnon, J. K. MacKinnon, G. Child & J. Thorsell. 1990. Pengelolaan Kawasan yang Dilindungi di Daerah Tropika. Gadjah Mada Press. Jogjakarta.

Mill, R. C. dan Morrison, Alastair. M. 2012. The tourism system. Dubuque: Kendall/Hunt Publishing

Page dan Getz. 1997. Bisnis Pariwisata Perdesaan, Perspektif Internasional (terjemahan oleh Bagian Proyek Pengembangan Literatur Pariwisata Jakarta),UK.

Ruskhan Abdul Gaffar, 2007. Pemanfaatan Keberagaman Budaya Indonesia dalam Pengajaran Bahasa Indonesia Bagi Penutur asing. Makalah yang disajikan dalam Seminar Pengajaran Bahasa Indonesia Pertemuan Asosiasi Jepang-Indonesia di Nanzan Gakuen Training Center, Nagoya, Jepang, 10—11 November 2007

Sheila A McKenna, Gerarld R Allen dan Suer Suryadi (Eds), 2002. A Marine Rapid Assesment of The Kawasan perdesaan Island, Papua Province, Indonesia. RAP Bulletin on Biological Assesment twenty two, CI

Swarbrooke. John, 1995. The Development & Management of Visitor Attraction, Butterworth-Heinemann, Oxford,

Tempo, 2013. 72 Ribu Desa di Indonesia Miskin. http://www.tempo.co/read/news/2012/ 10/29/173438370/, diakses 22 Juni 2013). Diunduh tanggal 1 Maret 2014

The Fine Art Department of Thailand, 1999, Cultural System: For Quality Management, Bangkok, Thailand,

Tirta, 2012.. Rural Poverty in Indonesia. (http://www.ruralpovertyportal.org/country/ home/ tags/indonesia, diakses 22 Juni 2013). Diunduh tanggal 1 Maret 2014

WTO, 2006. International Tourism, UNWTO World Tourism Barometer, V0l. 4, Jan 2006

Refbacks

  • There are currently no refbacks.