KEARIFAN MASYARAKAT LERENG MERAPI BAGIAN SELATAN, KABUPATEN SLEMAN – DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Gunawan Gunawan
DOI: https://doi.org/10.33007/inf.v1i2.148
Abstract views: 357 | views : 244

Abstract

Ratusan tahun masyarakat Lereng gunung Merapi bagian selatan hidup harmoni di tengah ancaman bencana.
Masyarakat tetap bertahan dan mempertahan kehidupannya meski erupsi Merapi yang berdampak bencana
telah berulangkali terjadi. Pengalaman panjang selama hidup di permukiman ini tentunya memberikan
warna (karakter) masyarakat yang lekat berhubungan dengan alam maupun ikatan sosialnya yang sarat
dengan kearifannya. Naskah ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana masyarakat berinteraksi dengan
alam, bagaimana masyarakat mengenal tanda tanda bencana, dan bagaimana pemulihan yang dilakukan oleh
masyarakat. Jawaban atas pertanyaan ini merupakan faktor penting dalam kerangka managemen bencana
yang komprehensif. Dari hasil telaahan terhadap bukti yang ada, Kearifan masyarakat lereng Merapi dalam
menyikapi bencana merupakan suatu cerminan dari implementasi manajemen bencana secara utuh, yakni
mulai dari tahap pra bencana (menjaga kelestarian alam), membaca gejala alam (deteksi dini) sampai
dengan pemulihan lingkungan fisik dan sosial, serta psikologis bagi korban. Nilai Spiritual (kepasrahan dan
keikhlasan) dan kerjasama (gotong royong) merupakan modal sosial yang mempunyai kekuatan besar yang
bermanfaat untuk pemulihan, baik bagi korban maupun lingkungan. Masyarakat lereng Merapi merupakan
masyarakat yang terbuka untuk bekerjasama dengan masyarakat diluar komunitas dan masuknya inovasi
(baik sosial maupun teknologi).
Kata Kunci: kearifan lokal, masyarakat, penanggulangan bencana.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.