KEKERASAN VERSUS DISIPLIN DALAM PENGASUHAN ANAK

Alit Kurniasari
DOI: https://doi.org/10.33007/inf.v1i2.143
Abstract views: 102 | views : 478

Abstract

Setiap orang tua memiliki harapan yang hampir sama terhadap anak-anaknya, yakni sebagai anak yang
baik dan berhasil dimasa dewasa nanti, yang dilampaui melalui proses pengasuhan. Tidak jarang orangtua
atau orang dewasa lain melakukan pemukulan, hardikan sebagai cara untuk mendisiplinkan anak agar
anak jera tidak berperilaku buruk kembali. Sebagian orang tua atau orang dewasa lain percaya bahwa cara
tersebut berhasil sebagaimana mereka peroleh dari orangtua. Kontroversi pemahaman antara kekerasan
atas nama disiplin dengan capaian perilaku kerap terjadi. Padahal pengasuhan disertai kekerasan tidak akan
mengatasi perilaku buruk pada anak dan tidak akan menjamin anak disiplin saat dewasa nanti. Metode
disiplin positif menjadi alternatif para orang tua dan atau orang dewasa lain untuk mengelola tingkah laku
buruk pada anak tanpa harus menghukum anak. Dengan metode ini, Orang tua atau orang dewasa lain akan
memahami bagaimana cara menghadapi perilaku buruk anak, dengan memperhatikan perasaan dan pikiran
anak serta dan prinsip-prinsip perkembangan anak. Selain itu akan mendorong munculnya perilaku baik
pada anak, seperti mengembangkan rasa percaya diri (self confidence), kedisiplinan diri, tanggung jawab,
harga diri (self-esteem) yang sehat serta berbagai keterampilan hidup (life skills) misalnya keterampilan
dalam memecahkan masalah, yang kesemuanya akan berguna bagi masa depan anak.
Kata Kunci: disiplin, kekerasan, pengasuhan.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.