PEMBERDAYAAN MENUJU EMANSIPASI : Telaah Kritis Terhadap Social Entrepreneurship dan Tawaran Untuk Pembebasan Kaum Marjinal

Main Article Content

Badrul Arifin

Abstract

Essai ini berusaha memberikan gagasan tambahan terhadap konsep social entrepreneurship dalama konteks ekonomi-politik yang lebih luas di Indonesia. Essai ini beragumen bahwa narasi sosial entrepreneurship yang ada cenderung problematis dan antipolitik. Pertama, karena konsep social entrepreneurship dibaca sebatas dorongan untuk menciptakan komoditas yang bisa diperjualbelikan. Kedua, social entrepreneurship bisa dikatakan mempunyai corak liberalisme sosial dan cenderung melanggengkan . Ketiga, social entrepreneurship cenderung melihat kondisi marginal terbatas pada aspek teknis, dan mengabaikan aspek politis yang menyebabkan marginalisasi terjadi. Untuk itu, penulis menawarkan solusi berupa penambahan gagasan metapolitik kepada cangkang social entrepreneurship, agar supaya social entrepreneurship tidak hanya melakukan pemberdayaan semata namaun  mampu mengemansipasi kaum marginal. Untuk memperkuat argumentasi penulis terkait solusi yang ditawarkan, penulis mengambil contoh kasus seorang pemuda di Magelang yang berhasil mengemansipasi petani cabai melalui aksi-aksi metapolitik.

Article Details

How to Cite
Arifin, B. (2017). PEMBERDAYAAN MENUJU EMANSIPASI : Telaah Kritis Terhadap Social Entrepreneurship dan Tawaran Untuk Pembebasan Kaum Marjinal. Sosio Informa: Kajian Permasalahan Sosial Dan Usaha Kesejahteraan Sosial, 3(3). https://doi.org/10.33007/inf.v3i3.1057
Section
Articles

References

Badiou, Alan. 2005. Metapolitics; Radical Thinkers. Verso Book. London.

Carrol, Toby. 2012. Pembangunan Sosial sebagai “Kuda Troya†Neoliberal". Prisma Jurnal edisi Vol. 29, No. 3, Juli 2010.

Drayton, Bill. 2005. Defining the Social in Social Entrepreneurship. International Entrepreneurship and Management Journal. Vol 1. Pp 53-365.

Engineer, Ali Asghar. 2005. Islam dan Pembebasan. LKiS. Yogyakarta.

Fiori, Guiseppe. 2006. Antonio Gramsci: Life of a Revolutionary. Verso Book. London.

Firdaus, Nur. 2014. Pengentasan Kemiskinan Melalui Pendekatan Kewirausahaan Sosial. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Vol 22, No. 1.

Grunhagen dan Berg H. 2012. Social Entreperenurship in the market System In Volkmann, C.K., tokarski, K.O, dan Ernst, K. (eds). Social Entrepereneurship and social business: An Introduction and Dscssion

James Ferguson. 1990. The Anti-Politics Machine: Development, Depoliticization, and Bureaucratic Power in Lesotho. Cambridge University Press. Cambridge.

Munk, Martin D. 2002. Gender, Marginalisation, and Sosial Exclusion. The Danish National Institute of Social Research.

Praszkier, Ryszard dan Andrzej Nowak. 2012. Social Entrepreneurship: Theory

and Practice. New York: Cambridge University Press.

Silver, H .2007. The Process of Social Exclusion: The Dynamics of an Evolving

Concept. CPRC Working Paper.

Utomo, H. 2014. Menumbuhkan Minat Kewirausahaan Sosial. Jurnal Among Makarti. Vol. 7, No. 14.

Media

Al. Fayyadl, Mohammad. 2016. Membangun Keberislaman yang materialis; Arah Perjuangan Ekonomi-Politik Islam Progressif. Diakses dari http://islambergerak.com/2016/10/membangun-keberislaman-yang-materialis-arah-perjuangan-ekonomi-politik-islam-progresif/ diakses pada 9 September 2016.

Admin. 2016. Kemenpora Konsisten Menciptakan Wirausaha Muda Indonesia yang Mandiri (online). http://www.kemenpora.go.id/index/preview/berita/10888 (9 September 2017)

Herusansono, Wiranto. 2016. Tunov; Menggunting Mafia Bisnis Cabai. Harian Kompas. 15 November 2016 hal 16.