PERAN TARUNA SIAGA BENCANA DALAM MITIGASI BENCANA DI KABUPATEN SERANG DAN SUKABUMI

Abstract

Penelitian mengenai peran Taruna Siaga Bencana (Tagana) pada mitigasi bencana belum banyak dilakukan. Pada umumnya mengkaji peran Tagana pada tahap kesiapsiagaan dan tanggap bencana. Penelitian ini mengkaji bagaimana peran Tagana dalam mitigasi bencana di Kabupaten Serang dan Sukabumi, bagaimana koordinasi antara Tagana dan pemerintah daerah pada kegiatan penanggulangan bencana di Kabupaten Serang dan Sukabumi dan manfaat partisipasi Tagana dalam mendukung ketahanan daerah di Kabupaten Serang dan Sukabumi. Metode wawancara dilakukan terhadap 9 narasumber yang terdiri dari Kementerian Sosial sebagai lembaga pembina pusat, Dinas Sosial, (Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Anggota Tagana Kabupaten dan masyarakat. Studi dokumentasi dilakukan dengan melihat artikel, laporan kegiatan dan dokumentasi terkait mitigasi yang sudah dilakukan. Temuan lapangan memberikan kesimpulan pemerintah daerah melalui Dinas Sosial dan BPBD Kabupaten secara kesinambungan bekerjasama dengan Tagana untuk kegiatan mitigasi bencana dan koordinasi yang dilakukan antar lintas instansi sering dilakukan pada tiga tahapan penanggulangan bencana serta dapat disimpulkan masyarakat memahami tentang kegiatan mitigasi bencana serta turut serta pada setiap kegiatan mitigasi sehingga masyarakat siap jika menghadapi bencana.Kata Kunci: tagana; mitigasi, bencanaStudy of Tagana in disaster mitigation are mostly examines about Tagana role in preparedness and disaster response. This study examines the role of Tagana in disaster mitigation in Serang regency and Sukabumi regency,in terms of their coordinative activities and their participate on regional resilience. Data has collected through Interview Method that covers 9 informants consisted of Ministry of Social Affairs, District Social Services, Regional Disaster Management Agency (BPBD), a Tagana district member and the community. The source of secondary data are from articles, reports of activities and documentation related to the mitigation. The research found that the local government through the District Social Services and BPBD have cooperated with Tagana for disaster mitigation activities. The coordination among those agencies was conducted in three phases of disaster management. Beyond that, the research found that the people have also contributed in any mitigation activities. Keywords: tagana; mitigation; disaster.
https://doi.org/10.33007/ska.v6i1.311
Untitled (Bahasa Indonesia)

References

APEC. (2009). Strategy for Disaster Risk Reduction and Emergency Preparedness and Response in the Asia Pacific region : 2009 to 2015. Lima: APEC.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana Republik Indonesia. (2011). Indeks Rawan Bencana Indonesia. Jakarta: Direktorat Pengurangan Risiko Bencana, BNPB RI.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana Republik Indonesia. (2015). Kerangka Kerja Sendai. Kerangka Kerja Sendai (2015-2030) Untuk Pengurangan Risiko Bencana. Jakarta: BNPB RI.

Carter, W. N. (2008). Disaster Management: “A Disaster Managers Handbook. Manila:Asian Develompent Bank.

Departemen Sosial RI. (2006). Taruna Siaga Bencana (Youth Disaster Preparedness Unit), sebagai Gugus Tugas Penanggulangan Bencana Berbasis Komunitas, Jakarta: Depsos RI.

Djalante, R., Holley, C., & Thomalla, F. (2011). Adaptive governance and managing resilience to natural hazards. International Journal of Disaster Risk Science, 2(4), 1–14. http://doi. org/10.1007/s13753-011-0015-6

Enditya, R. (2013). Peran Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Dalam Kesiapsiagaan Bencana Di DKI Jakarta (Studi Kasus Terhadap Taruna Siaga Bencana Jakarta Barat). Universitas Indonesia.

Fernandez, G., & Shaw, R. (2013). Youth Council participation in disaster risk reduction in Infanta and Makati, Philippines: A

policy review. International Journal of Disaster Risk Science, 4(3), 126–136.http://doi.org/10.1007/s13753-013-

-x

Gunawan, Sugianto, A. D. A. (2009). Peran Tagana Dalam Peningkatan

Kesiapsiagaan Masyarakat Untuk Mengurangi Resiko Bencana Alam.

Jakarta: P3KS Press. Lassa, J., Pujiono, P., Pristiyanto, D., Paripurno,

E. T., Magatani, A., & Purwati, H. (2009). Pengelolaan Resiko bencana

Berbasis Komunitas (PRBBK). Jakarta:PT. Gramedia Widiasarana Indonesia.

Menteri Sosial RI. Peraturan Menteri Sosial Nomor 29 Tahun 2012 tentang Taruna Siaga Bencana (Tagana).

Presiden Republik Indonesia. Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2008 tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2009.

Sari, D.P. (2014). Analisis Peran Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dalam

Penanggulangan Bencana di Kota Bengkulu, Universitas Bengkulu.

Soedarsono, S. (1997). Ketahanan Pribadi & Ketahanan Keluarga Sebagai Tumpuan Ketahanan Nasional (Cet. 2.). Jakarta:

Intermasa.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

Policy for Journals that offer open acces

Authors who publish with this journal agree to the following terms:

  • Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal
  • Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal
  • Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
  •