Rehabilitasi Sosial bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa Telantar melalui Program Griya Peduli Palang Merah Indonesia Kota Surakarta

Abstract

Abstrak: Kajian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pelaksanaan rehabilitasi sosial bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) telantar melalui Program Griya Peduli PMI Kota Surakarta. Kajian disusun dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rehabilitasi sosial yang dilaksanakan melalui Program Griya Peduli merupakan rehabilitasi sosial dasar yang dilaksanakan di dalam panti dengan lima tahap yakni pendekatan awal, asesmen, persiapan intervensi, intervensi dan resosialisasi. Inti pelaksanaan rehabilitasi untuk mengembalikan fungsi sosial dari ODGJ dilaksanakan dengan melakukan pemenuhan kebutuhan dasar. Dampak rehabiliasi sosial yang dilaksanakan berupa perubahan gaya hidup yang lebih sehat serta peningkatan keterampilan hidup dasar. Sedangkan hambatan pelaksanaan rehabilitasi sosial berupa terbatasnya akses layanan kesehatan ke fasilitas kesehatan bagi ODGJ telantar yang baru saja bergabung ke program. Selain itu kondisi shelter juga kurang memadai. Meskipun pelaksanaan rehabilitasi sosial diwarnai dengan berbagai hambatan namun setidaknya upaya ini dapat memberikan kesejahteraan sosial bagi ODGJ telantar yang dirawat.Kata Kunci: rehabilitasi sosial, orang dengan gangguan jiwa telantar, program griya peduli
https://doi.org/10.33007/ska.v11i1.2525
PDF

References

Andari, S. (2017). Pelayanan Sosial Panti Berbasis Agama dalam Merehabilitasi Penderita Skizofrenia Religious Based Social Services on Rehabilitation of Schizophrenic Patients. Jurnal PKS, 16(2), 195–208.

Astuti, M. (2017). Kondisi Orang Dengan Gangguan Jiwa Pasung, Keluarga Dan Masyarakat Lingkungannya Di Kabupaten 50 Kota. Sosio Konsepsia, 6(3), 256–268. https://doi.org/10.33007/ska.v6i3.1000

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. (2018). Laporan Provinsi Jawa Tengah Riskesdas 2018. In Kementerian Kesehatan RI.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. (2019). Buku Saku: Progres Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2019. 3511351(24). https://dinkes.jatengprov.go.id/v2018/bukusakupispk2019/mobile/index.html

Gowda, G. S., Gopika, G., Kumar, C. N., Manjunatha, N., Yadav, R., Srinivas, D., Dawn, B. R., & Math, S. B. (2017). Clinical outcome and rehabilitation of homeless mentally ill patients admitted in mental health institute of South India: “Know the Unknown†project. Asian Journal of Psychiatry, 30(April 2017), 49–53. https://doi.org/10.1016/j.ajp.2017.07.001

Hidayatullah, A. N., & Pranowo, P. (2018). Membuka Ruang Asa dan Kesejahteraan Bagi Penyandang Disabilitas. Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial, 17(2), 195–206.

Ismawati, & Hartanto, R. V. P. (2018). the Implementation of Social Rehabilitation for People With Physical Dissabilities in Order To Increase the Access for Work. Sosio Informa, 4(03).

Karnadi, & Kundarto, S. Al. (2014). Model Rehabilitasi Sosial Gelandangan Psikotik Berbasis Masyarakat (Studi Kasus di Ponpes/Panti REHSOS Nurusslam Sayung Demak). Jurnal At-Taqaddum, 6, 1689–1699.

Kemenkes RI. (2018). Hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018. Kementrian Kesehatan RI, 53(9), 1689–1699.

Llerena, K., Gabrielian, S., & Green, M. F. (2018). Clinical and cognitive correlates of unsheltered status in homeless persons with psychotic disorders. Schizophrenia Research, 197, 421–427. https://doi.org/10.1016/j.schres.2018.02.023

Murni, R., & Astuti, M. (2015). Rehabilitasi Sosial Bagi Penyandang Disabilitas Mental Melalui Unit Informasi Dan Layanan Sosial Rumah Kita. Pusat Kajian Dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial, Kementerian Sosial RI, 1(03), 278–292.

Naibaho, M., Krisnani, H., & H., E. N. (2015). Program Rehabilitasi Sosial Bagi Penyadang Disabilitas Di Panti Sosial Bina Daksa Budi Perkasa Palembang. Prosiding Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(3), 331–340. https://doi.org/10.24198/jppm.v2i3.13580

Nasriati, R. (2017). Stigma Dan Dukungan Keluarga Dalam Merawat Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). MEDISAINS: Jurnal Ilmiah Ilmu - Ilmu Kesehatan, 15(1), 56–65. http://www.jurnalnasional.ump.ac.id/index.php/medisains/article/view/1628

Puspitosari, W. A., Wardaningsih, S., & Nanwani, S. (2019). Improving the quality of life of people with schizophrenia through community based rehabilitation in Yogyakarta Province, Indonesia: A quasi experimental study. Asian Journal of Psychiatry, 42(March), 67–73. https://doi.org/10.1016/j.ajp.2019.03.022

S, S. (2013). Pengalaman Penderita Skizofrenia tentang Proses Terjadinya Halusinasi Suryani. Jurnal Keperawatan Padjadjaran, v1(n1), 1–9. https://doi.org/10.24198/jkp.v1n1.1

Sari, M. N., & Ramadhian, M. R. (2016). Gangguan Kepribadian dan Perilaku Akibat Penyakit , Kerusakan , dan Personality and Behavioural Disorders due to Disease , Damage , and Brain Dysfunction in A 45 Years Old Men. Jurnal Medula, 6, 83–87.

Subu’, M. A., Holmes, D., & Elliot, J. (2016). Stigmatisasi dan Perilaku Kekerasan pada Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Indonesia. Jurnal Keperawatan Indonesia, 19(3), 191–199. https://doi.org/10.7454/jki.v19i3.481

Sulistyorini, W., & Sabarisman, M. (2017). Depresi : Suatu Tinjauan Psikologis. Sosio Informa, 3(2), 153–164. https://doi.org/10.33007/inf.v3i2.939

Ulya, Z. (2019). Coercion (pasung) and people with a mental disorder in Indonesia: Bioethics and health law. International Journal of Law and Psychiatry, 66(October), 101477. https://doi.org/10.1016/j.ijlp.2019.101477

Yazfinedi. (2018). Konsep, permasalahan, dan solusi penyandang disabilitas mental di Indonesia. Jurnal Ilmiah Kesejahteraan Sosial, XIV(26), 101–110.

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Copyright (c) 2022 Arin Wahyuni, Rima Vien Permata Hartanto, Muhammad Hendri Nuryadi