PERSEPSI KELUARGA PENERIMA MANFAAT TENTANG PROGRAM PENGENTASAN KEMISKINAN DI INDONESIA

Istiana Hermawati, Endro Winarno
DOI: https://doi.org/10.33007/ska.v9i3.1982
Abstract views: 38 | views : 13

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi, faktor-faktor yang mempengaruhi, dan tingkat kepuasan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) terhadap Program Pengentasan Kemiskinan, khususnya Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Makanan Sosial, yaitu Bantuan Makanan Non Tunai (BPNT)) dan Bantuan Pangan Sosial Padi Sejahtera (Rastra). Penelitian ini mendukung metode kuantitatif sebagai metode utama dengan metode kualitatif sebagai metode pendukung (metode campuran). Penelitian ini melibatkan 770 responden yang dipilih secara acak, yang terdiri dari: program penyelenggara, program fasilitator, dan KPM dari 77 desa / kelurahan di 11 provinsi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Proportional Multistage Random Sampling.Pengumpulan data menggunakan teknik pengumpulan, wawancara, dan Diskusi Kelompok Fokus. Data kuantitatif dianalisis secara manual dan inferensial menggunakan analisis faktor konfirmatori (CFA), sedangkan data kualitatif dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan model Miles dan Huberman (1994). Mayoritas responden adalah perempuan, berpartisipasi di atas 26 tahun, menikah, lulus sekolah dasar, bekerja sebagai buruh tani dan petani dengan pendapatan keluarga rata-rata Rp. 905.430, / bulan - dan rata-rata kunjungan keluarga sebesar Rp. 1.110.372, - / bulan. Analisis memilih sebagian besar KPM yang disetujui tentang Program Penanggulangan Kemiskinan yang diselenggarakan oleh Kementerian Sosial Indonesia.Persepsi KPM lebih dipengaruhi oleh persepsi objek (λ = 0.91), dibandingkan dengan faktor persepsi (λ = 0.81) dan faktor faktor persepsi (λ = 0.86). Ini menunjukkan bahwa Pemahaman KPM hanya terbatas pada bantuan yang akan diterima, bukan pemahaman tentang sifat program secara keseluruhan. Tingkat kepuasan KPM dengan Program Manajemen Kemiskinan adalah 73,44%. Studi ini membahas: memperkuat pendidikan dan penjangkauan tentang tujuan, manfaat, prinsip-prinsip utama, dan program implementasi untuk alokasi kapasitas, kemandirian, dan fungsi sosial KPM dan kesiapan mereka untuk mencari kelulusan;Memperbaiki koordinasi, baik di antara Tim Pengendali, Tim Koordinasi, Kepala Desa / Lurah, Distributor (Himbara, Bulog, e-Warong, dan Agen), Program Bantuan, dan KPM untuk mendukung program peningkatan dan bantuan pelaksanaan;

Kata kunci: Persepsi; Tingkat Kepuasan; Keluarga Penerima Manfaat; Program Pengentasan Kemiskinan.

Full Text:

PDF

References

Alex Sobur. (2003). Psikologi Umum. Bandung: Pustaka Setia.

Amelia, R., (2012). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kemiskinan di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Skripsi. Instititut Pertanian Bogor.

Bappenas. (2009). Pedoman Evaluasi Kinerja Pembangunan Sektoral. Jakarta: Bappenas RI

Bappenas. (10 Januari 2018). Integrasi Program-program Kemiskinan dapat Menurunkan Dua Persen Tingkat Kemiskinan. Sumber Bappenas website: https://bappenas.go.id/id/berita-dan-siaran-pers/integrasi-program-program-kemiskinan-dapat-menurunkan-dua-persen-tingkat-kemiskinan/, diunduh tanggal 5 Maret 2020, jam 10:42.

Bimo Walgito. (2003). Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: Andi Offset

Bimo Walgito. (2003). Psikologi Sosial (Suatu Pengantar). Yogyakarta: Andi Offset

Chambers, R. (1996). Participatory Rural Appraisal: Memahami Desa Secara Partisipatif. Yogyakarta: Oxam – Kanisius.

Creswell, John W. (2010). Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Fandy Tjiptono. (1997). Prinsip-Prinsip Total Quality (TQS). Yogyakarta: Penerbit Andi Offset

Fandy Tjiptono. (2002). Manajemen Jasa, Cetakan ketiga. Yogyakarta: Penerbit Andi Offset.

Fandy Tjiptono dan Gregorius Chandra. (2005). Service, Quality Satisfaction, Yogyakarta: Andi Offset.

Goetsch, D.L and Davis, S. (1994). Introduction to Total Quality, Quality, Productivity, Competitiveness. Englewood Cliffs, NJ, Prentice Hall International Inc

Irine. (2009). Gambaran Tingkat Kepuasan Ibu Bersalin Tentang Pelayanan Persalinan Program Jampersal di BPM Yulia Kota Semarang. Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Semarang.

Istiana Hermawati dkk. (2015). Konsep dan Indikator Kemiskinan. Yogyakarta: B2P3KS Press.

Jalaluddin Rakhmat. (2009). Psikologi Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya Offset.

Jones, Charles, O, 1970, An Introduction to the Study of Public Policy. Belmont, CA: Wadswort

Kotler, Philip. (2002). Manajemen Pemasaran, Jilid 1, Edisi Milenium. Jakarta: Prehallindo.

Kotler, Philip dan Kevin Lane Keller. (2009). Manajemen Pemasaran. Jilid I. Edisi ke 13. Jakarta: Erlangga

Kompas.com. (18 Juli 2018). Peran Kementerian Sosial pada Capaian Penurunan Kemiskinan. Retrieved from Kompas Website: https://kilaskementerian.kompas.com/kemensos/read/ 2018/07/18/194201928/peran-kementerian-sosial-pada-capaian-penurunan-kemiskinan#

Metayunika, Vedya. (2013)., Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan (Tangible, Reliability, Responsiveness, Assuranse dan Emphaty) terhadap Kepuasan Konsumen. Semarang: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro, Skripsi

Miftah Toha. (2007). Kepemimpinan dalam Manajemen. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Miftah Toha. (2007). Perilaku Organisasi Konsep Dasar dan Aplikasinya. Jakarta: RajaGrafindo.

Milles, M.B and Huberman, A.M. (1994). Qualitative data analysis: An Expanded sourcebook. Newyork: SAGE Publication.

Narayan and Patti Petesch (ed). (2007). Moving Out of Poverty: Cross-Disciplinary Perspectives on Mobility. Published by Palgrave Macmillan and The World Bank.

Nasution, MN, 2001, Manajemen Mutu Terpadu. Jakarta: PT Ghalia Indonesia.

Parasuraman. (1990). Delivering Quality Service. New York: The Free Press

Parasuraman A, Valarie A Zeithaml and Leonard L. Berry. (1994). ”Reassesment of Expectation As A Comparison Standard In Measuring Servive Quality: Implications for Futher Research”, Journal Of Marketing, Vol 58, pp 111-124

Rhodes, R.A.W. (1996). The New Governance: Governing without Government. Political Studies, XLIV. p. 652-667

Robbins, Stephen P. (2003). Perilaku Organisasi. Jakarta:Index. Kelompok Gramedia.

Sarlito Wirawan Sarwono. (1999). Psikologi Social Individu dan Teori-Teori Psikologi Sosial. Jakarta: Balai Pustaka.

Sarlito Wirawan Sarwono. (2001). Psikologi Remaja. Jakarta: Raja Grafindo Persada

Sugihartono, dkk. (2007). Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: UNY Pers.

Tim Peneliti B2P3KS. (2018). Hasil Evaluasi Efektivitas Program Bansos Rastra dan BPNT pada 50 Kota/Kabupaten Di Indonesia. Yogyakarta: B2P3KS Yogyakarta bekerjasama dengan Setditjen Penanganan Fakir Miskin Kemensos RI.

Vincent,Gaspersz. (1997). Manajemen Kualitas. Jakarta: PT. Gramedia PustakaUtama

Woolcock, M. D. Narayan. (2000). Social Capital: Implication for Development Theory, Research, and Policy. World Bank Research Observer, 15(2), August, 225-49. In Elinor Ostrom and T.K. Ahn. 2003. Foundation of Social Capital. Massachusetts: Edward Elgar Publishing Limited.

Keputusan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Nomor 63 Tahun 2003 tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan Pelayanan Publik

Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2015 tentang Kementerian Sosial (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor86)

Peraturan Menteri Sosial RI Nomor 20 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Sosial (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 1845);

Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 1981 tentang Pelayanan Kesejahteraan Sosial Bagi Fakir Miskin (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1981 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3206)

Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5294)

Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 2013 tentang Pelaksanaan Upaya Penanganan Fakir Miskin melalui Pendekatan Wilayah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5449)

Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial (Lembaran Negara Republik www.peraturan.go.id 2016, No.24-2-Indonesia Tahun 2009 Nomor 12, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4967)

Undang-Undang RI Nomor 13 Tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 83, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5235).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.