EKSPLORASI KEBUTUHAN ANAK DAN PENGEMBANGAN MODEL PENGASUHAN DI LEMBAGA KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK (LKSA) DI ABAD 21 DI JAKARTA

Mona Sugianto, Zainal Abidin, Urip Purwono, Juke Siregar
DOI: https://doi.org/10.33007/ska.v9i3.1890
Abstract views: 20 | views : 8

Abstract

Panti asuhan, yang telah menjadi salah satu alternatif solusi bagi permasalahan kesejahteraan anak akibat kemiskinan, ketiadaan orang tua, maupun disfungsi keluarga, bagaimanapun telah menjadi ‘rumah’ dan ‘keluarga’ bagi anak-anak yang tidak beruntung selama ratusan tahun. Namun demikian, dengan perubahan zaman di abad 21, termasuk semakin kompleksnya permasalahan sosial yang dihadapi, model pengasuhan di panti asuhan juga perlu diperbaharui. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi kebutuhan anak dan mengembangkan model pengasuhan anak di panti asuhan abad 21. Penelitian ini menggunakan phenomenological qualitative approach dengan metode focused group discussion (FGD). Partisipan berjumlah 34 orang (19 laki-laki dan 15 perempuan) terlibat dalam penelitian ini dengan metode convenience sampling. Data diolah dengan menggunakan thematic analysis dengan software NVivo 12 Pro Ed. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 4 tema besar kebutuhan anak, yaitu kebutuhan dasar; relasional-sosial; psikologis; dan pendidikan, pembentukan karakter dan prestasi. Dikaitkan dengan krisis abad 21 yang terdiri dari improvement, reconnection, rapid change, dan solution, maka diperoleh matriks model pengasuhan anak panti asuhan abad 21. Dari matriks tersebut diperoleh 16 tugas pengasuhan anak di panti asuhan abad 21 yaitu: filosofi dan spiritualitas; sikap menghargai; regulasi diri; jati diri; rekonsiliasi; kepercayaan; adaptasi; proses mentoring; rasa keberhargaan diri; belas kasih; komitmen; resiliensi; integritas dan tanggung jawab; kolaborasi; spirit of excellence; dan inovasi.

 

Kata kunci: panti asuhan, LKSA, kebutuhan anak, abad 21, model pengasuhan.

Full Text:

PDF

References

Baumrind, D. (1991). The Influence of Parenting Style on Adolescent Competence and Substance Use. The Journal of Early Adolescence, 11(1), 56–95. doi:10.1177/0272431691111004

Baumrind, D. (2013). Authoritative parenting revisited: History and current status. Authoritative Parenting: Synthesizing Nurturance and Discipline for Optimal Child Development., 11–34. doi:10.1037/13948-002

Braun, V. and Clarke, V. (2006) Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3 (2). pp. 77-101. ISSN 1478-0887.

Cozby, P.C. (2005). Methods in behavioral research 9th Ed. New York: McGraw-Hill.

Creswell, J.W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches 4th Ed. California: Sage Publication.

Hare, I. (2015). Defining social work for the 21st century. International Social Work, 47: 407-424.

Hartini, N. (2001). Deskripsi kebutuhan psikologis pada anak panti asuhan. INSAN, 3 (2), 109 – 118.

Hassanin, N.E. (2018). Assessing the resilience of adolescents who were raised in orphanages – theses. Cairo, Egypt

McLeod, S.A. (2013). Maslow‘s hierarchy of needs. Simply Psychology, 1-8.

Mohammadzadeh, M., et al. (2018). Emotional health and self-esteem among adolescents in malaysian orphanages. Community Mental Healh Journal, 54, 117-125.

Peterson, C., Seligman, M.E.P. (2004). Character strenghts and virtue. New York: Oxford University Press, Inc.

Rashedi, R., Plante, T.G., Callister, E.S.(2015). Compassion development in higher education. Journal of Psychology and Theology, 43, 131-139.

Rosari. (2012). Cognitive Behaviour Therapy untuk mereduksi kecemasan anak korban perceraian yang tinggal di panti asuhan [Thesis]. Universitas Tarumanagara, Jakarta.

Rosita, T. (2009). Pengembangan model pola pengasuhan berbasis keluarga di panti asuhan dalam meningkatkan kreativitas anak. [PhD Thesis]. Universitas Pendidikan Indonesia.

Rutter, M. (2007). Resilience, competence, and coping. Child Abuse & Neglect, 31(3), 205–209. doi:10.1016/j.chiabu.2007.02.001

Partnership For 21st Century Learning (P21). (2009). Framework for 21st century learning. Paris: Cisco System, Inc.

Suryangingrum, C. (2015). Model pembelajaran kognisi sosial untuk meningkatkan efikasi diri anak panti asuhan. Psychology Forum UMM.

Tjajadi, O. P. (2018). Penerapan Play Therapy untuk Mengurangi Kecemasan pada Anak Usia Sekolah di Panti Asuhan. [Thesis]. Universitas Tarumanagara.

Upreti, R. & Sharma, S. (2018). Emotional maturity of adolescents from orphanages, single parent families and intact families: A comparative study. Indian Journal of Positive Psychology, 9(1), 143-146.

Worku, B.N., et al (2018). Development, social-emotional behavior and resilience of orphaned children in a family-oriented setting. Journal of Child and Family Studies, 27, 465-474.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.