KOMUNITAS ADAT TERPENCIL MENGGAPAI HARAPAN: STUDI PADA SUKU DAYAK DEAH SIALING KABUPATEN TABALONG

Chatarina Rusmiyati
DOI: https://doi.org/10.33007/ska.v9i3.1865
Abstract views: 29 | views : 4

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi warga Komunitas Adat Terpencil (KAT) Suku Dayak Deah Sialing dalam menggapai harapan setelah diberdayakan. Penelitian bersifat deskriptif kualitatif, untuk mengetahui dan menggambarkan kegiatan pemberdayaan KAT, serta manfaat yang diperoleh warga binaan KAT. Lokasi penelitian ditentukan secara purposif, yakni Desa Sialing Kabupaten Tabalong sebagaisalah satu lokasi purna bina pemberdayaan KAT. Pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan memanfaatkan dokumen yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perubahan secara positif kondisi KAT sebelum dan sesudah pemberdayaan. Semua warga KAT yang dimukimkan telah menempati rumah bantuan pemerintah. Terkait kepemilikan kartu identitas diri, setelah diberdayakan masih dijumpai warga yang belum memiliki sehingga menjadi perhatian khusus dari pemerintah desa setempat. Setelah dimukimkan ada pelayanan kesehatan oleh Puskesmas Keliling bagi warga. Di bidang pendidikan telah dibangun ruang kelas untuk belajar bagi anak usia balita (PAUD). Sarana prasarana seperti akses jalan menuju Sialing sudah tersedia, MCK ada meski jumlahnya masih terbatas. Sudah dibangun balai sosial untuk tempat berkumpul, beribadah dan kegiatan lain., sedang lampu penerangan belum tersedia. Warga Suku Dayak Deah Sialing dimukimkan dalam satu lokasi. mereka berasal dari Suku Dayak Deah, mereka mampu berinteraksi sosial dengan baik termasuk dengan masyarakat sekitar. Warga KAT berharap pemberdayaan dilanjutkan dengan penambahan fasilitas yang belum ada tetapi sangat dibutuhkan, seperti MCK, penerangan, penyuluhan dan bimbingan terkait budidaya pertanian dan perikanan, pembuatan sertifikat lahan serta kartu identitas diri bagi yang belum memiliki. Perlu peran dan keterlibatan pemerintah dalam mensinergikan program pemberdayaan serta mengoptimalkan peran pemerintah daerah dalam menyediakan akses pemenuhan kebutuhan dasar warga KAT.

Full Text:

PDF

References

Abu Bakar dan Abd. Ghofur. (2017). Problematika Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (KAT) Suku Sakai Di Kecamatan Bathin Solapan Kabupaten Bengkalis. TOLERANSI: Media Komunikasi umat Beragama Vol. 9, No. 1, Januari – Juni 2017

Ambar Teguh Sulistiyani, (2004). Kemitraan dan Model-Model Pemberdayaan. Yogyakarta: Penerbit Gaya Media

Badan Pusat Statistik. (2016). Kabupaten Tabalong dalam Angka. Jakarta: Badan Pusat Statistik

Direktorat Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil. (2014). Data Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil Tahun 2015-2019. Jakarta: Direktorat Pemberdayaan KAT. Dirjen Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan. Kementerian Sosial RI.

----------------------------------------------------. (2016). Petunjuk Teknis Pemberdayaan Sosial terhadap Komunitas Adat Terpencil melalui Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan, Jakarta: Direktorat Pemberdayaan KAT. Dirjen Pemberdayaan Sosial. Kementerian Sosial RI.

Moleong. (2014). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya

Prijono, Onny. S dan A.M.W. Pranarka (penyunting). (1996). Pemberdayaan: Konsep, Kebijakan dan Implementasi. Jakarta: CSIS

Republik Indonesia. (2009). Undang Undang Nomor 11 Tahun 2009 Tentang Kesejahteraan Sosial

Republik Indonesia. (2013). Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2013 Tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial

Republik Indonesia. (2014). Peraturan Presiden Nomor 186 Tahun 2014 Tentang Pemberdayaan Sosial KAT

Republik Indonesia. (2015). Peraturan Menteri Sosial Nomor 12 Tahun 2015 Tentang Dasar Pelaksanaan Peraturan Presiden

Rusmiyati. Chatarina, dkk., (2017). Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil: Berkembang Tanpa Kehilangan Tradisi. Yogyakarta: B2P3KS Press

Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta

Sujarwani, dkk.. Pemberdayaan Masyarakat Komunitas Adat Terpencil (KAT) oleh Pemerintah Kabupaten Lingga. Kepulauan Riau. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya. Juni 2018, Vol. 20 Faculty Of Social And Political Sciences. Universitas Andalas, Sumatera Barat, Indonesia.

Suharto. Edi. (1997). Pembangunan, Kebijakan Sosial & Pekerjaan Sosial Spektrum Pemikiran. Bandung: LSP-STKS

-----------------. (2010). Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat. Bandung: Rafika Aditama

Sumodiningrat, Gunawan. (2000). “Visi dan Misi Pembangunan dengan Basis Pemberdayaan Masyarakat”. dalam Seminar Pemberdayaan Sosial Ekonomi Masyarakat Menyongsong Indonesia Baru, 20 Mei 2000. Yogyakarta: IDEA

Suradi, dkk. (2013). Kebijakan Pemberdayaan Sosial Komunitas Adat Terpencil. Jakarta: P3KS Press

Wignyo Adiyoso. (2009). Menggugat Perenca-naan Partisipatif Dalam Pemberdayaan Masyarakat. Surabaya : ITS Press.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.