PENANGGULANGAN KEMISKINAN BERBASIS KETERPADUAN DATA DI KOTA SEMARANG

Abstract

Penanggulangan kemiskinan memerlukan keterpaduan data, sehingga hanya ada satu data fakir miskin pada program kemiskinan.  Permasalahan klasik yang hingga kini masih menjadi perdebatan di lingkungan birokrasi, peneliti maupun akademisi, bahwa data kemiskinan yang masih bermacam-macam, dan dikelola oleh berbagai instansi, merupakan pangkal dari tidak efektifnya program penanggulangan kemiskinan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penanggulangan kemiskinan berbasis keterpaduan data di Kota Semarang. Sumber data penelitian adalah Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menyelenggarakan program penanggulangan kemiskinan. Data dikumpulkan melalui wawancara, studi dokumentasi dan FGD dengan unsur Dinas Sosial, dan OPD penyelenggara program kemiskinan. Berdasarkan analisis secara kualitatif, penanggulangan kemiskinan di Kota Semarang belum berbasis keterpaduan data. Setiap OPD penyelenggara program kemiskinan meliliki data kemiskinan sendiri-sendiri, baik data yang bersumber dariBadan Pusat Statistik (BPS) maupun hasil pendataan sendiri. Hal ini menyebabkan capaian program penanggulangann kemiskinan di Kota Semarang belum optimal pada lima tahun terkahir. Sehubungan dengan itu, Pemda yang dimotori Bappeda Kota Semarang perlu melakukan penataan pengelolaan data kemiskinan, sehingga ke depan terwujud data yang terpadu atau satu data kemiskinan pada satu pintu. Kata kunci : kemiskinan, program kemiskinan, keterpaduan data.
https://doi.org/10.33007/ska.v8i1.1568
PDF

References

Badan Pusat Statistik Kota Semarang, (2016), Kota Semarang Dalam Angka, Kota Semarang : BPS.

Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah (2017), Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin menurut Kabupate/Kota di Provinsi Jawa Tengah tahun 1996 – 2017.

Badan Pusat Statistik, (2018), Persentase Penduduk Miskin, Jakarta.

Darwis.V dan Nurmanaf.A.R, (2001), Pengentasan Kemiskinan : Upaya Yang Telah Dilakukan Dan Rencana Waktu Mendatang, FAE. Volume 19 No. 1 Juli 2001 : 55 – 67.

Desmawati.L, Achmad Rifai RC.A dan Mulyono.S.E, (2015), Penanggulangan Masyarakat Miskin Kota Rawan Kriminalitas Melalui Pemberdayaan Masyarakat Di Jalur Pendidikan Nonformal Di Kota Semarang, Journal of Nonformal Eduacation, Vol. 1 No 1, Tahun 2015.

Karnesih.E, (2005), Pengentasan Penduduk Miskin Sebagai Refleksi Pelaksanaan Otonomi Daerah Jawa Barat, Sosiohumaniora, Vol. 7, No. 3, November 2005 : 220 – 233.

Kertati.I, (2013), Analisis Kemiskinan Kota Semarang berdasarkan Data Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS), Riptek Vol. 7, No. 1, Tahun 2013, Hal. 27-38.

Liutami.R, Hermini. S dan Windiani.R, (2013), Implementasi Program Gerdu Kempling Bidang Ekonomi Kota Semarang Tahun 2011, Jurnal Ilmu Pemerintahan, Volume : Nomor: Tahun 2013, Http//Www.Fisipundip.Ac.Id [2/4/2018].

Mahaeni.AAIN. et.al, (2014), Evaluasi Program -pr ogram Pengentasan Kemiskinan di Provinsi Bali, PIRAMIDA Vol. X No. 1, Volume X No. 1 Juli 2014.

Natalia.M dan Alie.M.M, (2014), Kajian Kemiskinan Pesisir Di Kota Semarang (Studi Kasus: Kampung Nelayan Tambak Lorok), Jurnal Teknik PWK Volume 3 Nomor 1 2014 Online : http://ejournal-s1.undip.ac.id.

news.unika.go.id, (2016), Angka Kemiskinan di Kota Semarang Masih Cukup Besar, Ada Apa?/ http://news.unika.ac.id/2016/11/angka-kemiskinan-di-kota-semarang-masih-cukup-besar-ada-apa/ [10/4/2018].

Nugroho.A.P.K, (tt), Inovasi Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Teknologi Informasi (Studi Kasus: Aplikasi Madani Sinangkis Di Kota Serang) / http://repository.umy.ac.id/ bitstream/handle/123456789/ 11915/naskah% 20publikasi% 20%28jurnal%29.pdf?sequence=10&isallowed=y [5/4/2018].

Nurfahmi.T dan Lituhayu.D, (tt), Evaluasi Program Gerdu Kempling Bidang Ekonomi Di Kecamatan Pedurungan Kota Semarang / https://media.neliti.com/media/ publications/ 92836-id-evaluasi-program-gerdu-kempling-bidang-e.pdf [8/4/2018].

Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan (PSKK-UGM), (2014), Penanggulangan Kemiskinan: Data Kemiskinan Tunggal Guna Efektifitas dan Sinergisitas Program, https://cpps.ugm.ac.id/penanggulangan-kemiskinan-data-kemiskinan-tunggal-guna-efektifitas-dan-sinergisitas-program/[3/8/2018].

Rachmawati.L dan Surtian.GAK, (2011), Pengelolaanairdikalanganpenduduk Miskin Di Kota Semarang: Pembelajaran Dari Tingkat Lokal, Jurnal Kependudukan Indonesia, Vol. VI, No.2, 2011.

Rinaldi.R, (2014), Keterlibatan Otonomi daerah untuk Penggulangan Kemiskinan Belum Optimal, http://www.tribunnews.com [20/3/2018].

Ummami., 2013; Cara Pandang dan Upaya Pemerintah dalam Mengurangi Kemiskinan, Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota, Volume 9 (4): 343-354 Desember 2013.

Semarangkota.go.id/http://semarangkota.go.id/berita/read/7/berita-kota/1368/ gerbang- hebat-program-pengentasan-kemiskinan-dan-pengangguran/16 September 2016/ [31/3/2018].

Sitepu.A.et.al, (2018), Pemanfaatan Data Terpadu pada Program Penanggulangan Fakir Miskin dalam Penanggulangan Fakir Miskin, Jakarta: Puslitbangkesos.

Sumarto.S, Suharyadi.A dan Arifianto.A, (2004), Tata Kelola Pemerintah dan Penanggulangan Kemiskinan: Bukti-Bukti Awal Disentralisasi di Indonesia, Jakarta: SMERU.

Policy for Journals that offer open acces

Authors who publish with this journal agree to the following terms:

  • Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal
  • Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal
  • Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
  •