SEKTOR INFORMAL DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERUBAHAN STATUS KEMISKINAN RUMAH TANGGA DI INDONESIA

Nuri Taufiq

Abstract

Sektor informal sering dikaitan dengan rendahnya tingkat penghasilan yang menyebabkan rumah tangga tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan yang layak bagi mereka dan berdampak juga pada kerentanan terhadap insiden kemiskinan. Penelitian terkait pengaruh perubahan sektor pekerjaan yang dikaitkan dengan perubahan status kemiskinan rumah tangga di Indonesia masih terbatas, karena untuk penelitian tentang dinamika memerlukan data longitudinal untuk dapat melihat dinamika di dalam sektor pekerjaan maupun dinamika kemiskinan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh dinamika sektor pekerjaan terhadap dinamika kemiskinan rumah tangga di Indonesia dengan menggunakan data longitudinal yaitu data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Panel 2011, 2012 dan 2013. Didapatkan hasil bahwa terdapat sekitar 4,78 persen penduduk di Indonesia mengalami kemiskinan kronis dan 17,88 persen penduduk di Indonesia mengalami kemiskinan sementara (transien) pada periode tersebut. Sedangkan hasil analisis regresi multionomial menunjukkan bahwa dinamika sektor pekerjaan kepala rumah tangga berpengaruh signifikan secara statistik terhadap kemiskinan dinamis rumah tangga di Indonesia pada periode tahun 2011 ke tahun 2013, dimana kepala rumah tangga yang tetap bekerja di sektor informal memiliki peluang yang lebih besar untuk mengalami insiden kemiskinan kronis maupun kemiskinan sementara. Sehingga sebagai tahap lanjutan dari program penanggulangan kemiskinan yang saat ini sudah dilakukan pemerintah, pemerintah sebaiknya juga lebih berfokus pada sektor informal di  mana terdapat sekitar 71 persen kepala rumah tangga miskin bekerja di sektor informal melalui penciptaan lapangan kerja yang layak dan usaha yang berkelanjutan (decent job creation and sustainable enterprises).Sektor informal sering dikaitan dengan rendahnya tingkat penghasilan yang menyebabkan rumah tangga tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan yang layak bagi mereka dan berdampak juga pada kerentanan terhadap insiden kemiskinan. Penelitian terkait pengaruh perubahan sektor pekerjaan yang dikaitkan dengan perubahan status kemiskinan rumah tangga di Indonesia masih terbatas, karena untuk penelitian tentang dinamika memerlukan data longitudinal untuk dapat melihat dinamika di dalam sektor pekerjaan maupun dinamika kemiskinan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh dinamika sektor pekerjaan terhadap dinamika kemiskinan rumah tangga di Indonesia dengan menggunakan data longitudinal yaitu data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Panel 2011, 2012 dan 2013. Didapatkan hasil bahwa terdapat sekitar 4,78 persen penduduk di Indonesia mengalami kemiskinan kronis dan 17,88 persen penduduk di Indonesia mengalami kemiskinan sementara (transien) pada periode tersebut. Sedangkan hasil analisis regresi multionomial menunjukkan bahwa dinamika sektor pekerjaan kepala rumah tangga berpengaruh signifikan secara statistik terhadap kemiskinan dinamis rumah tangga di Indonesia pada periode tahun 2011 ke tahun 2013, dimana kepala rumah tangga yang tetap bekerja di sektor informal memiliki peluang yang lebih besar untuk mengalami insiden kemiskinan kronis maupun kemiskinan sementara. Sehingga sebagai tahap lanjutan dari program penanggulangan kemiskinan yang saat ini sudah dilakukan pemerintah, pemerintah sebaiknya juga lebih berfokus pada sektor informal di  mana terdapat sekitar 71 persen kepala rumah tangga miskin bekerja di sektor informal melalui penciptaan lapangan kerja yang layak dan usaha yang berkelanjutan (decent job creation and sustainable enterprises).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.