PERAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN SEKS BAGI ANAK UNTUK MENGANTISIPASI LGBT

Dewi Wahyuni

Abstract

Nowadays Lesbian, Gay, Bisexual, and Transgender (LGBT) is a social issue that threatens
religious life, family resilience, and human survival because it goes against human nature.
The spread of LGBT will have a significant negative effect on the growth and development
of children. Parents as the first and primary educators in family play a very important
role in protecting children from LGBT behavior by providing sex education. The problem
formulation of this study is how to teach sex education for children in family and how
parents play their roles in anticipating LGBT. The parents’ roles in anticipating children
from LGBT is by providing sex education in accordance with the age and stage of their
physical, psychological, and social development. Sex education from parents guarantees a
better process of continuous education, in contrast to outside sex education and information
that is often unaccountable and partial. The roles of parents in sex education for children
include: (1) the role of cooperation between parents; (2) evaluators in sex education; (3)
companion; (4) educators; and (5) observers in sex education.

Full Text:

PDF

References

Awaludin, L. (2008). Cerdas Seksual ”Sex Education for Teenagers”. Bandung:Shofie Media.

Corey, L. & Holmes, K. (1980). Sexual Transmissions of Hepatitis A in Homosexual Men. New England J. Med.

El-Qudsy, A.H. (2015). Kaum Luth Masa Kini. Jakarta: Yayasan Islah Bina Umat.

Gunarsa, Y.S.D. (2002). Psikologi Remaja.Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Halstead, M. R. & Mark, J. (2006). Pendidikan Seks Bagi Remaja: dari Prinsip ke Praktik Yogyakarta: Alenia

Press.

Hurlock, E. (2003). Developmental Psycology (A Llife Span Approach). Boston: The McGrawHills.

Ini Provinsi dengan Jumlah Gay Terbanyak (23 Januari 2016). Diakses dari http://www.republika.co.id/berita/

nasional/umum/16/01/23/o1eaq 5394-ini-provinsi-dengan-jumlah-gayterbanyak. (13 Februari 2018).

Latif, M. (2013). Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Lestari, E., et al. (2014). Peran Orang Tua Dalam Memberikan Pendidikan Seks Sedini Mungkin di TK Mardisiswi Desa

Kedondong Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun. Jurnal Ilmiah Pendidikan, 02 (02).

Lestari, S & Anganthi, N. R. N. (2008). Pola Komunikasi Seksualitas pada PasanganSuami Istri. Indigenous, 10, 29-39

Lestari, W. (2015). Peran Orangtua dalam Pendidikan Seks pada Remaja. Surakarta: Universitas Muhammadiyah

Prihartini, Nuryoto, & Aviatin. (2002). Hubungan Antara Komunikasi Efektif Tentang Seksualitas dalam Keluarga

dengan Sikap Remaja Awal Terhadap Pergaulan Bebas Antar Lawan Jenis. Jurnal Psikologi, (2), 124-139

Qibtiyah, A. (2006). Paradigma Pendidikan Seksualitas. Yogyakarta: Kurnia Kalam Semesta.

Rasyid, M. (2013). Pendidikan Seks, Mengubah Seks Abnormal Menuju Seks yang Lebih Bermoral. Jakarta: Dwitama

Asrimedia.

Sarwono, S.W. (2004). Psikologi Remaja. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Suraji & Rahmawatie, S.(2008). Pendidikan Seks Bagi Anak: Panduan Keluarga Muslim. Yogyakarta: Pustaka Fahima.

Surtiretna, N. (2001). Bimbingan Seks bagi Remaja. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Syamsudin. (1985). Pendidikan Kelamin dalam Islam. Solo.

Tanjung, Bgd. A. (2007). Free Sex No Nikah Yes. Jakarta: Amzah

Ulwan, A.N. (1995). Pendidikan Anak dalam Islam (Penerjemah: Jamaludin Miri). Jakarta: Pustaka Amani.

USAID. (2014). Hidup Sebagai LBGT di Asia: Laporan Nasional Indonesia. Tinjauan dan Analisa Partisipasif tentang Lingkungan Hukum dan Sosial bagi Orang dan Masyarakat

Madani Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LBGT). Bali.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.